Jejak

Jejak
Baper yang salah tempat


__ADS_3

Kadang kita yakin bahwa kita dapat merasakan waktu yang berjalan, namun kenyataan seringkali berkata,"Gak terasa ya, sudah bulan Mei, sudah pertengahan bulan."


Anak-anak SMA Bakti sudah di ramaikan dengan info dari guru-guru bidang studi tentang tugas-tugas yang belum lengkap.


"Gila, tugas gua banyak banget," kata Bagas.


"Siapa suruh males," kata Rara.


"Putri, tugasmu gimana?" tanya Bagas.


"Gak ada, semua tugasku beres," jawab Putri.


"Tumben, biasa kan kamu berteman denganku," kata Bagas.


"Putri sekarangkan ada pengawas tugasnya Irfan, ada guru privat gratis," goda Rara.


"Ah, Rara bisa aja," kata Putri.


"Iya dong, coba jawab, jangan bohong dan nyangkal," kata Rara.


"Iya gak nyangkal," kata Putri.


"Bantuin gua dong, tugas ringkasan video biologi, kirimkan videonya ulang, punyaku ilang," Frangky datang ke Rara.


"Ok, nanti dikirim," kata Rara.


"Jangan nanti, sekarang," kata Frangky.


"Iya,iya, minta tolong maksa," kata Rara.


Semua ketawa didalam kelas.


Di kelasnya Dewi, tidak terlalu ramai, sebab seluruh siswa di kelas itu rajin-rajin, tagihan tugas mereka tidak terlalu banyak.


"Fan, ulang tahun gua Lo pasti datang kan?"tanya Bima.


"Kapan? mang kenapa? Lo pikir gua kagak akan datang?" tanya Irfan.


"Iya," kata Bima.


"Aneh lu," balas Irfan.


"Bawa Putri ya, gua juga undang dia kok," kata Bima.


"Gua paham, kalau Putri datang, maka Rara gak canggung karena ada Putri," kata Irfan.


"Iya Fan, sebab besok tu ada ortu gua, ultah tujuh belasan," kata Bima.


"Tenang, Rara banyak yang dampingi, ada gua, Jojo, Bagas, Dewi, Putri," kata Irfan.


"Thanks Fan," kata Bima.


Bel Istirahat pertama berbunyi, Bima mulai membagikan undangan ulang tahunnya.


"Thanks Bim,"Putri terima undangannya.


"Put, nanti pergi ultah bareng gua ya," kata Irfan.


"Ok," jawab Putri.


"Ra, nanti you sama gua aja," kata Dewi.


"Sip, baru aja gua pikir, sama siapa ya gua pergi," kata Rara.


"Pakai mobil?" tanya Bagas.


"Iya," jawab Dewi.


"Jemput gua dong, sekalian ya," kata Bagas.

__ADS_1


"Ok," kata Dewi.


Hari ulang tahun Bima pun tiba, Dewi jemput Bagas dan Rara.


"Akhirnya tugas gua selesai juga semuanya," kata Bagas.


"Bis Lo suka tunda-tunda ngerjainnya si," kata Rara.


"Gak berubah-berubah," kata Dewi.


"Ra, ntar ada ortunya Bima," kata Dewi.


"Gak apa-apa kan ada kita," kata Bagas.


"Tia dan Frangky datang gak ya," kata Rara.


"Gua yakin gak datang, gua lihat, Frangky begitu bencinya dengan Bima, Tia juga sakit hati lihat Bina kembali sama Lo," kata Dewi.


"Biarin aja, Wi kalau you lelah, biar gua yang nyetir," kata Bagas.


"Pulangnya aja ya, gua lagi biasakan diri bawa mobil," kata Dewi.


"Ra, Lo mau belajar bawa mobil? pakai mobil gua aja," kata Dewi.


"Boleh?" tanya Rara.


"Bolehlah," kata Dewi.


"Nanti saat liburan ya," kata Rara.


"Ok, gua juga liburan gak kemana-mana karena simpen duit untuk kuliah," kata Dewi.


Gak terasa mereka sudah sampai di rumah Bima.


Orang tua Bima duduk di teras, samping kue ulang tahunnya, Rara, Dewi dan Bagas, sama-sama ke teras, salamin Bima, kasih kado juga salaman orang tuanya Bima.


"Ini Rara kan?" tanya mamanya Bima.


"Jam segini baru datang, dari tadi Bima gelisah, ngeliat pagar, nungguin kamu, kamu duduk disini samping Tante," kata Mamanya Bima yang langsung menarik Rara ke sampingnya, Rara hanya senyum dan nurut.


Bagas dan Dewi langsung turun dan bergabung dengan Putri dan Irfan.


"Kalian sudah lama tiba disini?" tanya Dewi.


"Gak juga, lima belas menit yang lalu," jawab Putri.


"Kayaknya ini gabung ibadah dari Gereja ya?" tanya Bagas.


"Iya, jadi you duduk tenang," kata Irfan.


"Gak semua diundang ya kan Wi?" bisik Putri.


"Iya, hanya teman dekat, Tia dan Frangky diundang gak?" tanya Dewi.


"Gak, pasti gak," kata Putri.


Jojo datang dengan beberapa teman basketnya mereka, juga langsung bergabung dengan Dewi dan kawan-kawan.


"Kenapa tu cewek duduk didepan sana?" tanya Jojo.


"Tadi dia ditarik sama mamanya Bima katanya duduk disampingnya," kata Putri.


"Mang mereka sudah nikah atau tunangan apa," kata Jojo.


"Jo, ini moment sekali dalam seumur hidup, tujuh belas tahun, pasti inginlah orang terkasih duduk disampingnya," kata Dewi.


"Lebay ah, belum nikah juga, gua kok risih ya lihatnya, Rara juga gak kelihatan bahagia," kata Jojo.


"Apa bedanya waktu ultah Lo, Rara juga di samping, siapin kue," kata Irfan.

__ADS_1


"Bedalah, Rara dan gua tu sudah dekat dari SD, sudah seperti saudara," kata Jojo.


"Jo, ini harinya Bima, jadi biar berjalan sesuai harinya Bima," kata Dewi.


"Ok," kata Jojo sambil menarik napas.


"Sudah diam, Ibadah sudah mau dimulai," kata Putri.


Serangkaian ibadah sudah terlaksana, tibalah saat acara pemotongan kue dan penyuapan kue,


"Potongan pertama diberikan kepada mamanya," arahan pembawa acara.


Bima langsung menyuapkan kue ke mamanya.


"Kedua ke papanya," kata pembawa acara.


Bima menyuapkan ke papanya.


"Ketiga ke adiknya," kata pembawa acara.


"Bukan adiknya, pacarnya," kata mamanya Bima.


"Oh,, pacarnya Bima," goda pembawa acara.


Semua tamu tertawa, suapan kecil kue mendarat halus masuk ke mulut Rara.


Lalu sesi berikut adalah sesi foto, sesi pertama foto Bima dengan kedua orang tuanya, sesi kedua langsung Bima dan Rara.


Rara agak canggung, Bima yang luwes dan terlihat bahagia langsung merangkul bahu Rara.


"Kelihatan maksa ya," ujar Jojo.


"Diam, ini acar orang," tegur Irfan.


"Ya,ya,ya, gua lihatnya aneh aja," kata Jojo.


"Jo, jika kedengaran orang kamu dibilang cemburu," bisik Bagas.


"Bukan cemburu, hanya memberi pendapat," kata Jojo.


"Pendapatmu lagi gak penting malam ini ya," kata Dewi.


"Kalian ni pada kenapa si," kata Jojo.


"Bukan kami, tapi kamu," kata Bagas.


"Saya?" tanya Jojo.


"Kamu gak cemburu, tapi kamu baper," kata Putri.


"Sst diam, orang nanti pada dengar kok kita ribut," kata Irfan.


Jojo langsung diam.


Sesi kelima foto Bima dengan kawan-kawan, naiklah mereka ke panggung, Jojo dengan enggan naik ke panggung, untuk foto bersama, entah bagaimana cara berdiri Jojo hingga nyenggol gelas di samping kue ulang tahun dan jatuh.


Semua pada tertawa santai, seorang ibu-ibu dari dalam rumah langsung segera keluar mengambil pecahan gelas, rona wajah Jojo berwarna merah, usai sesi foto itu, Jojo langsung pulang, semua teman-temannya kaget.


Rara sempat mau berlari nyusul, tapi tangannya di pegang Bima, "Biar saja, mungkin ada apa kali," bisik Bima.


Rara diam, dia tau dari sorot mata Jojo berbeda rasanya saat menatapnya, tatapan itu membuatnya tak nyaman.


Masuklah ke acara makan, Rara bergabung dengan teman-temannya,"Fan coba hubungi Jojo, sudah sampai rumah belum," kata Rara.


"Gak sah, biarin aja, dia sudah baperan dari tadi," kata Irfan.


"Inikan ultahnya Bima, ya pantaslah kamu di atas, Bima jadi rajanya," kata Bagas.


Rara agak paham situasi yang terjadi, dan akhirnya memilih diam.

__ADS_1


Acara ulang tahun Bima berjalan lancar, Rara pulang denga Dewi dan Bagas.


__ADS_2