Jejak

Jejak
Keadaan


__ADS_3

Hari kedua Rara melanjutkan proyek pembuatan kue kering di rumahnya Jojo.


"Pagi Ra, sudah sarapan?" Tanya Mami.


"Sudah Mi," Jawab Rara.


"Jojo sudah keluar dari pagi, olahraga katanya, gak tau singgah dimana, di telepon gak angkat," Kata Mami.


"Biar saja Mi, pikir aja positif dia aman," Kata Rara.


"Ra, Jojo pacarnya banyak, Mami jadi khawatir," kata Mami.


"Mi, anak cowok gak apa-apa punya pacar banyak, koleksi, seleksi baru nanti eliminasi dan resepsi," kata Rara.


Mami tertawa lalu menyiapkan bahan buat kue untuk hari ini.


"Ra, kamu sebenarnya sudah punya pacar atau belum?" tanya Mami.


"Belum Mi," Jawab Rara.


"Ada yang deketin?" tanya Mami.


"Ada, tapi Rara masih seleksi," Jawab Rara.


"Baguslah seleksi dulu, Mami tetap gak suka Jojo banyak pacar, gak setia dengan satu orang," Kata Mami.


"Nanti ada saatnya Jojo pasti setia," kata Rara.


Tak lama kemudian Jojo pulang sudah dengan cewek lain, "Hallo Mi, kue lagi, ada Rara juga."


"Sarapan kamu Jo, temanmu sudah sarapan belum?" tanya Mami.


"Kami sudah sarapan Mi, oh ya namanya Santi, dia nunggu bentar, aku mandi lalu kami mau pergi," Kata Jojo.


"Selamat pagi Tante, selamat pagi Mbak," sapa Santi.


"Pagi," jawab Mami dan Rara berbarengan.


Rara melihat cewek itu begitu elegant.


Putri dari pagi tidak bersemangat membuat kue kering dia hanya merapikan rumah saja, untuk persiapan Natal.


"Put, kamu sehat kan?" tany Bude.


"Sehat," jawab Putri.


Putri tau, bahwa Budenya mengenal dia sangat baik, namun enggan membahas perjodohannya dengar Arya.


Ponsel Putri berbunyi, tertulis di sana nama Arya, mau tak mau Putri menjawab teleponnya.


Hallo Putri menjawab telepon Arya.


Sore ini ku jemput, jam empat sore. Arya berbicara dengan cepat di seberang sana dan langsung mematikan ponselnya.


Putri hanya diam, dan melanjutkan pekerjaan rumah.


"Bude, kita gak buat kue kering?" Putri memecahkan keheningan.

__ADS_1


"Kamu mau buat?" tanya balik Bude ke Putri.


"Kalau Bude mau buat, Putri siap bantu," Jawab Putri.


"Ok, kita mulai buat besok, hari ini sudah rapikan rumah," kata Bude.


"Ok," Jawab Putri, dan berjalan masuk ke dalam kamarnya.


Dewi dan Cika masih niat membuat kue kering, mamanya Dewi bertanya, "Buat kue banyak, untuk siapa?"


"Untuk kita semua, untuk kakak-kakak di cafe, untuk nanti di bawa Cika, Rara, Putri dan Dewi jalan-jalan," jawab Dewi.


"Cika, kamu ikhlas bantuin Dewi buat kue?" tanya Mami.


"Ikhlas Mi," jawab Cika.


"Dewi tu suka masak, kalau Mami gak suka, kalau kamu gak nyaman, gak sah bantu dia, buat repot diri aja," kata Mami.


"Nyaman kok Mi, Cika juga suka masak," jawab Cika.


"Berarti hanya Mami saja yang gak suka masak di rumah ini," Kata Mami.


Dewi, Cika dan Mami tertawa.


Bima telah tinggal di rumah Dini, untuk liburan ini.


"Din, kamu gak ada jadwal temuan dengan Rara?" Tanya Bima.


"Gak ada, Bim, WA kamu dia gak balas, bacapun gak, sudah ku jelaskan Rara gak suka LDR," marah Dini.


"Gak, biarlah, aku sudah ikhlas," kata Dini.


"Din, nanti Natal, kamu jalan denganku mau gak?" tanya Bima.


"Gak, dikira orang aku pacarmu," kata Dini.


"Menurutmu Josua masih dekatin Rara?" tanya Bima.


"Ntahlah, Josua dan Rara menjalin hubungan secara diam-diam," kata Dini.


Josua setelah sekian lama menahan diri, akhirnya memberanikan dirinya menelepon Rara.


Hallo Ra Suara Josua terdengar ruang karena mengetahui Rara mengangkat teleponnya.


Hallo Bang, kenapa telepon? ada apa? tanya Rara.


Apa kabarmu? tanya Josua.


Baik Bang. Jawab Rara.


Ra, kamu lagi buat apa? tanya Josua.


Lagi buat kue di rumah Mami kata Rara.


Oh ya, yang kamu cerita itu ya kata Josua di seberang sana.


Iya Jawab Rara.

__ADS_1


Kalau gitu malam Minggu ada waktu gak? aku ajak jalan. Tanya Josua.


Boleh mau. Jawab Rara.


Ok sampai jumpa malming nanti gua jemput kata Josua mengakhiri teleponnya.


"Awas gosong, jangan teleponan aja," Suara Jojo dari belakang.


Rara langsung berdiri dan melihat oven.


Samb menunggu proses pembakaran Rara dan Mami masak makan siang.


Jojo sibuk teleponan dengan ceweknya di Australia.


"Jojo ini kuliah atau pacaran ya, tapi nilai dia bagus di sana," kata Mami.


"Yang penting nilainya bagus Mi, kan ada saudara Mami di sana," kata Rara.


"Iya," jawab Mami.


Rara melihat ponselnya, di baca juga chat nya Bima.


Rara akhirnya mengetik beberapa baris pesan dan mengirimkan kepada Bima.


Bima, maaf baru baca dan membalas chatmu. Aku berpikir panjang tentang kita, dan terutama tentang aku. Aku gak kuat untuk LDR, maka maafkan aku tak bisa menyambut perasaanmu, aku senang kita masih diberi waktu oleh Tuhan untuk dipertemukan dan mengukir kenangan manis, semoga sukses ya Bim.


Rara merasa lega membalas pesan dari Bima, Rara memutuskan membalas pesan sebab malam Minggu nanti Rara telah menerima ajakan Josua untuk jalan bareng.


Bima yang lagi duduk-duduk di teras rumahnya Dini, kaget melihat ada pesan dari Rara, Bima membacanya dan menarik napas dalam-dalam dan diam.


Sore itu Arya datang menjemput Putri, Bude sempat kaget karena Putri tidak memberitahu bahwa Arya akan mengajar Putri jalan.


Putri sudah siap di kamarnya, segera keluar dan masuk ke dalam mobil Arya. Bude memandang kepergian Putri dengan raut wajah khawatir.


"Put, aku ajak kamu keluar, karena aku mau kasih surprise untuk pacarku, yang ulang tahun, aku mau jalan sendiri, tapi mama bilang ajak kamu makan malam di luar," kata Arya.


Putri tak membalas apapun mendengar alasan Arya mengajaknya keluar


Sesampainya di sebuah cafe, yang telah di hias, Putri, nampak Arya telah menyewa tempat itu khusus untuk acara ulang tahun pacarnya.


"Put, kamu naik ke lantai dua dan tunggu aku, kamu boleh pesan apa aja, nanti ku bayar," kata Arya.


Segera Putri melangkahkan kakinya ke lantai dua cafe, Arya sempat kaget melihat tingkah Putri.


Acara di bawah terdengar meriah, wanita pacarnya Arya sangat bahagia, hingga suaranya terdengar di lantai atas, tak lama tampaklah sosok tamu cafe datang, Putri tersenyum melihat Rio yang muncul di ambang pintu lantai dua Cafe.


"Kakak sendiri di sini?" tanya Putri.


"Iya, di bawah ada acara, jadi langsung diarahkan ke atas," kata Rio.


"Acara di bawah, ulang tahun pacarnya yang di jodohkan denganku," kata Putri.


"Maksudmu?" tanya Rio memastikan tak salah tanggap penjelasan Putri.


"Yang dijodohkan denganku namanya Arya, punya pacar, jadi di bawah adalah acara ulang tahunnya Arya," jelas Putri sekali lagi.


Rio dan Putri sempat saling diam berusaha memahami keadaan yang mereka jalani ini, sehingga tak menyadari bahwa Arya telah berdiri di ambang pintu lantai dua cafe dan melihat Rio dan Putri.

__ADS_1


__ADS_2