Jejak

Jejak
Sakit Hati


__ADS_3

Dewi yang risih melihat adik kelas berani main di kelasnya, apalagi nempel terus dengan Bima, segera berlari ke kelasnya Putri saat istirahat kedua, Putri dan Rara lagi makan keripik, "Ra, Lo gak sedih putus dengan Bima?" tanya Dewi.


"Sedih," kata Rara.


"Gak kelihatan," kata Dewi.


"Yah, masakh mau kasih liat nangis-nangisnya, malu ah, hati gua aja masih rasa sesak, kayak pedis, gua pikir si mag, tapi kayaknya gak," Rara bicara sambil tersenyum.


"Kita disini gak bisa bebas bicara, kakaknya tu cewek kan di kelas kita," Putri ingatkan sambil melirik ke cowok yang duduk paling depan namun di ujung kanan.


"Yaelah, lalu tempat teraman dimana untuk gosip?" tanya Dewi.


"Di lapangan," kata Rara.


Mereka tertawa, "Tapi kalian tau, Bima tu orang yang baik banget, selama pacaran sama dia, dia gak pernah marah, gak pernah buru-buru, pendengar yang setia, gua harap kalau gua dapat pacar bisa sebaik dia atau lebih baik lagi," kata Rara, wajahnya agak sedih.


"Ikhlas Ra, masih banyak yang lain, kita masih muda," kata Dewi.


Frangki sedari tadi pura-pura membaca, padahal telinganya panjang, sedih juga melihat Rara, mereka gak ada masalah namun putus cuma karena Bima sangat patuh dengan orang tua.


"Tapi ada di hati terdalam gua, gua gak terima, kita gak ada ribut apa-apa loh, lalu harus putus," kata Rara.


"Akhirnya Rara bicara," kata Putri.


"Iya, tapi Lo bisa lawan orang tuanya Bima?" tanya Dewi.


"Gak lah," kata Putri.


"Malam Minggu ini, kita tiga jalan yuk," ajak Dewi.


"Kemana? pakai apa?" tanya Putri.


"Nongkrong di cafe Choclate, gua yang jemput pakai mobil," kata Dewi.


"Gua ijin mama papa dulu ya ntar malam, nanti ku info malam ini juga," kata Rara.


"Aku si yes," kata Putri.


"Ok, ku balik ke kelasku ya, Ra semangat belajarnya, ingat ikhlas," kata Dewi.


"Dag, thanks ya say," kata Rara.


Rara gak sadar ponselnya berdering, Bima menelpon, namun karena istirahat kedua telah usai, ya sudah telpon itupun tak terjawab. Bima yang merasa telponnya tak di angkat wajahnya cemberut sedari awal.


Pulang sekolah, Tia langsung menanti Bima di pintu kelas, Frangki juga ke kelasnya Bima, "Bim, saya pakai Bis saja, saya mau mengenal Medan dengan teman-teman kok," Pamit Frangki.


"Oh, iya Frang," jawab Bima.


Tia mah tetap santai saja, Frangky pergi keluar dari sekolah bersama dua teman cowok dari kelasnya Arif dan Didi.


"Tia, kamu tunggu disini ya, ada yang saya harus urus," kata Bima.

__ADS_1


Tia belum menjawab, Bima sudah lari cepat menuju kelasnya Rara, Rara yang lagi piket kelas tak melihat Bima telah berada di dalam kelasnya.


"Ra, gua mau bicara," kata Bima.


Rara kaget dan mendongakan kepalanya, "sabar lagi piket," jawabnya.


"Ra, sebentar saja," kata Bima.


"Ya, tunggu," kata Rara.


Selesai piket kelas Rara mengambil tasnya, Bima masuk ke dalam kelas,"Tini dan Dika bisa gak ijin kalian yang keluar dari kelas, nyari tempat bicara gak ada," kata Bima.


"Ok deh, duluan ya Ra," kata Tini.


"Mau bicara apa Bim?" tanya Rara.


"Kenapa kamu gak jujur, waktu banjir kamu sekamar denga Jojo di hotel?" tanya Bima.


"Kamu tau dari siapa?" tanya Rara.


"Gak sah tau dari siapa, sekarang jawab pertanyaanku," jawab Bima.


"Apa perlu ku jawab?, Kitakan sudah putus?" tanya Rara.


"Ra, saat itu kita belum putus, saat kamu nipu aku," kata Bima.


"Aku nipu, supaya kamu gak pikir yang macam-macam, karena memang tidak terjadi apa-apa, aku nipu supaya kita gak ribut, adalah hal yang tak perlu jadi bahan keributan setahun lebih kita pacaran gak pernah ributkan, gua bahagia banget kita dua bisa dewasa hadapi segalanya," kata Rara.


"Saat itu terjadi, penjelasan apapun terkesan sebuah alasan, karena apa sekamar Bim," kata Rara.


"Ok, baiklah," kata Bima.


"Kamu sakit hati karena tau aku nipu?" tanya Rara.


"Iya," kata Bima.


"Lebih sakit hati mana sekarang, kamu tiba-tiba mutusin aku, alasan orang tua kamu, lalu cewek yang dijodohkan dengan kamu langsung satu sekolah dan nempel terus dengan kamu, langsung naik turun mobil kamu," kata Rara dengan suara tinggi.


Bima diam.


"Aku yang lebi sakit hati Bim, dibanding kamu rasa ditipu," kata Rara.


Rara duluan keluar dari kelas, dia kaget di pintu sudah ada Jojo dan Tia, "Jangan lupa les sebentar Ra," kata Jojo.


"Minta tolong jemput ya Jo," kata Rara.


"Pasti," jawab Jojo.


Rara langsung menuju jalan besar tempat halte Bis, dilihat jam tangannya, masih ada satu bis sebelum telat untuk menuju tempat les.


Tia hanya diam melihat Bima yang masih termenung di dalam kelasnya Rara, wajahnya tampak sangat suram. Beberapa menit Bima keluar kelas, Tia mingikuti dari belakang mereka menuju parkiran, Di dalam mobil hanya keheningan yang terasa.

__ADS_1


Rara sampai di halte bis, masih ada beberapa anak dari sekolahnya juga menunggu bis.


datanglah bis yang dinanti, Rara naik kursi di sebelahnya kosong, Rara diam saja melihat kaca luar.


Seorang cowok SMA duduk di sampingnya, Rara gak begitu memperhatikan, dia masih memandang keluar jendela, sambil menarik napas panjang.


Bis pun telah jalan. "Mikirin apa dari tadi lihat keluar jendela," cowok disebelah Rara berusaha membuka percakapan.


Rara menoleh, ternyata anak baru dikelasnya.


"Gak mikir apa-apa," kata Rara.


"Rumahmu jauh?" tanya Frangki.


"Gak juga, agak dekat," kata Rara.


"Kamu, kayak gak niat ngobrol ya," kata Frangki.


"Mungkin karena kita baru kenal," kata Rara terus terang.


"Bukan karena aku kakaknya Tia?" kata Frangki.


"Tia?" Rara sempat bingung.


"Oh Ya, Tianya Bima," sambung Rara.


"Aku sejak tadi pagi masuk sekolah, hanya dengar cerita kamu dan Bima," kata Frangki.


"Biasa, SMA Bakti penuh cerita," kata Rara.


"Kita bisa berteman?" tanya Frangki.


"Kita kan teman sekelas," kata Rara.


"Teman pulang sekolah?" tanya Frangki.


Rara akhirnya menatap matanya Frangki dan berkata "Frang, kamu jangan merasa gak nak kepada saya, karena tentang Tia dan Bima dan keputusan orang tua kalian."


"Oh, tidak, itu urusan Bima dan kamu, tapi memang karena kasus itu membuatku lebih melihat ke dirimu daripada melihat ke teman-teman lain, dan aku tertarik mengenalmu," jelas Frangki.


"Oklah, teman pulang satu bis, bisalah," jawab Rara,kembali melihat keluar kaca.


"No Hpmu?" tanya Frangki.


"Ada di grub kelas, lihat aja namanya Tiara Farah," jawab Rara.


"Depan pak," teriak Rara.


"Duluan Frngk," kata Rara.


"Ok, hati-hati," jawab Frangki.

__ADS_1


Rara turun dari Bis, lalu jalan kaki sedikit menuju rumahnya.


__ADS_2