
Putri akhirnya berhasil menyelesaikan penulisan laporan keuangan selama satu tahun.
"Kamu bisa beri penjelasan tentang data yang kamu ketik?" Tanya Raka.
"Maaf Pak, saya hanya ketik tak membaca untuk memahami," Jawab Putri Jujur.
"Bagaimana kamu bisa urus perusahaan jika kamu tak bisa paham pemasukan dan pengeluaran, saya beri kamu waktu seminggu ini untuk mempelajari dan nanti saya akan uji kamu secara lisan," Kata Raka.
"Baik Pak," Jawab Putri.
Sejak ada Raka, Putri benar-benar tegang di kantor, melebihi di kampus saat berhadapan dengan dosen, namun Putri tau yang diperbuat Raka adalah benar adanya, Omnya pasti mengutusnya untuk mendidik Putri untuk menjalankan perusahaan.
Seorang wanita yang telah matang usianya, terlihat elegan datang memasuki ruangan, dan bertanya, "Selamat siang, bisa bertemu dengan Pak Raka?"
"Selamat siang, saya sendiri," Raka langsung berdiri dan berjabat tangan.
"Saya dari kantor pajak, saya tadi diarahkan Pak Sutris untuk ke sini," Kata Wanita itu.
"Mari, kita ke ruang rapat saja, biar lebih nyaman bicaranya, Putri tolong buatkan minum ya, ibu maunya minum apa?" Tanya Raka ke wanita itu.
"Kopi saja," Kata Wanita itu.
"Kopi dia ya Put," Kata Raka.
"Baik Pak," Jawab Putri.
Putri bergegas ke dapur, dan membuatkan kopi, kenapa bagian pajak harus bertemu Raka, bukannya ketemu Pakdenya.
Putri mengantarkan kopi ke ruangan rapat, lalu segera keluar dari ruangan, sebelum kembali ke ruangannya, dia singgah ke ruangan Pakdenya.
"Selamat siang Pak," Sapa Putri.
"Siang Put, ada apa?" Tanya Pakde.
"Tadi ada orang dari pajak datang, Bapak tau?" Tanya Putri.
"Tau, memang saya yang arahkan untuk bertemu Pak Raka," Kata Pakde.
"Pak Raka tugasnya di sini sebagai apa Pak?" Tanya Putri.
"Tugasnya banyak, audit keuangan, audit administrasi, dia utusan pemegang saham dari Kalimantan, ya Ommu," Kata Pakde.
"Sampai berapa lama Pak Raka di sini?" Tanya Putri.
"Tidak tau, sepertinya dia akan bekerja di sini," Kata Pakde.
"Terima kasih Pakde atas informasinya," Putri berpamitan.
"Baik, jangan lupa kerjakan tugas kuliahmu," Kata Pakde.
"Iya Pakde," Jawab Putri.
Putri keluar dari ruangan Pakde dan kembali ke ruangannya, dia duduk lanjut mempelajari data keuangan perusahaan, menganalisisnya per bulan. Pintu terbuka dan Raka langsung mengajaknya, "Put, ayo makan di luar, kita temani Mbak Widya," Ajak Raka.
"Apa harus saya ikut?" Tanya Putri.
"Haruslah, mana kunci motormu, nanti motormu diantar pulang Kardi," Kata Raka.
Putri memberikan kunci motornya, dan segera berkemas, dan mengikuti jejak Raka.
Sesampai di teras depan, seseorang lari tergopoh-gopoh Pak Kardi salah satu sopir perusahaan yang bertugas untuk Raka.
"Pak, tolong antar ke rumah Pak Sugeng ya, motornya Non Putri," Kata Raka.
"Baik Pak," Jawab Pak Kardi.
__ADS_1
Putri sebenarnya minder, dia memang selalu berganti pakaian, setelah dari kampus, untuk ngantor, tapi rasanya pakaian ini tak pantas untuk makan malam bersama orang-orang penting.
Pertama kali, Putri ikut mobilnya Raka, layaknya mobil yang lain, sama saja menurut Putri, untuk ukuran cowok ya harum. Raka memutarkan musik, "Boleh lagu ini?" Tanya Raka kepada Putri.
"Boleh," Jawab Putri. Sejujurnya Putri kaget mendengar Raka bertanya kepadanya, tentang lagu yang akan diputarnya di dalam mobilnya.
"Sudah kasih tau Bude, kalau kamu makan di luar?" Tanya Raka.
"Sudah," Jawab Putri.
"Kamu harus belajar bagaimana mengurus pajak perusahaan, dan cara berinteraksi dengan rekan bisnis," Kata Raka.
"Ok," Jawab Putri.
"Tidak dipelajari di kuliah kan?" Tanya Raka.
"Tidak, atau belum," Jawab Putri.
"Kalau jurusan sekretaris, mungkin di ajar untuk saat berbincang dengan tamu, atau melayani tamu," Kata Raka.
"Mungkin," Jawab Putri.
"Kamu bisa makan makanan laut?" Tanya Raka.
"Bisa," Jawab Putri.
Raka senyum saja sambil melirik Putri, Putri hanya diam dan melihat keluar kaca mobil.
Sesampainya di restaurant tempat janjian, Raka menuju receptionis yang bertugas dan berkata, "Tadi kami sudah pesan tempat, atas nama Pak Raka."
"Baik Pak, nomor sebelas," Kata pelayan tersebut.
Mereka duduk, ternyata Mbak Widya belum tiba, Raka mengambil ponselnya menelpon, Putri beranjak pergi ke toilet, dia ingin merapikan sedikit riasan wajahnya.
Putri kembali duduk, "Sebentar lagi Mbak Widya datang," Kata Raka.
"Pesan minum dulu Put," Kata Raka sambil menyerahkan daftar menu.
"Jus Buah Naga saja," Kata Putri.
Tak lama datang mbak Widya, "Hallo, maaf telat ni," Kata Mbak Widya.
"Gak apa-apa," Kata Raka.
Pembicaraan mereka akhirnya dimulai, sesekali Putri ikut nimbrung, di saat Raka melemparkan pertanyaan kepadanya, untuk Putri juga berpendapat.
Akhirnya makan malam hari itu usai juga, Putri sudah sangat lelah rasanya.
"Lelah?" Tanya Raka.
"Dikit," Jawab Putri.
"Besok tiga mata kuliah ya," Kata Raka.
"Iya," Jawab Putri.
Tangan kiri Raka tiba-tiba langsung memegang pundak Putri dan mengurutnya, Putri langsung terkejut, dah refleks menarik badannya.
"Kalau capek, urut di sini," Kata Raka.
"Iya," Jawab Putri.
Sesampainya di rumah, ternyata ada tamu, keluarganya Arya, Raka turun dan menemani Putri. "Selamat malam Pakde," Salam Raka.
Semua yang di rumah yang lagi duduk di ruang tamu menoleh.
__ADS_1
"Malam Raka, bagaimana dinnernya sama mbak Widya?" Tanya Pakde.
"Lancar Pakde, semuanya beres, Putri juga banyak belajar hari ini," Kata Raka.
"Ah iya, dia memang harus banyak belajar," Kata Pakde.
Putri hanya senyum.
"Saya pamit dulu Pakde," Kata Raka.
"Baik, hati-hati," Kata Pakde.
"Sampai jumpa besok Put," Sapa Raka.
"See you," Balas Putri.
Raka akhirnya pulang, "Dia urusan keluarga dari Kalimantan untuk perusahaan, sekalian mentornya Putri," Pakde menceritakan ke keluarganya Arya.
Putri tak melihat kalau ada Arya juga di dalam, ternyata pulang dari Bank, dia langsung makan malam di rumahnya Putri.
"Saya ijin ya, langsung istirahat," Pamit Putri.
"Iya, silahkan," Kata Mamanya Arya.
Putri langsung mandi dan tidur tanpa melihat ponsel, Arya tampak kecewa sebab pesannya belum di baca Putri.
Hallo Pakde apa kabar? Tanya Raka di telepon.
Kabar baik, bagaimana denganmu? Tanya Pakde di seberang sana.
Baik juga, Jawab Raka.
Putri aman? Tanya Pakde.
Aman Pakde. Jawab Raka.
Bukan maksa, dia cantik kan? Goda Pakde di Kalimantan.
Cantik, ya pendekatan dulu Pakde, kalau dia juga suka, aku langsung kabari, gak pakai lama, Kata Raka.
Janji ya, Kata Pakde.
Iya Janji. Jawab Raka.
Putri telah tidur dengan nyenyak malam itu, yang dia rasakan hanya lelah.
Rara mulai belajar hal baru di klinik, mulai belajar menganalis darah, sehingga dia bisa mengambil darah untuk pemeriksaan asam urat, kolestrol, malaria, tipes, gula.
Ari sangat mendukung dia dalam perkuliahan, di Sela waktu istirahat kuliah, Ari selalu datang menemaninya, "Gimana kuliah hari ini?" Tanya Ari.
"Aman," Jawab Rara.
"Dikit lagi aku puasa, nanti kalau buka puasa jika ada waktu kita buka puasa bareng ya," Kata Ari.
"Hari Minggu, Senin sampai Sabtu aku sibuk kerja," Kata Rara.
"Iya, nanti aturlah waktunya," Kata Ari.
Dewi dan Cika sibuk mengembangkan cafenya mereka berdua.
Kapan-kapan kalian nongkrong dong di cafenya kita. Pesan Dewi di grub Everything It's Ok.
Aku bisanya Minggu. Balas Rara.
Aku usahakan, saat aku gak lelah ya. Balas Putri.
__ADS_1
Ayo kumpul, mau bawa gebetan baru juga gak apa-apa. Goda Dewi.
Rara dan Putri tak membalas pesannya Dewi.