
Teriakan Lia di ruang kelas Balet, membuat seluruh ruangan sunyi dalam sekejap,"Aku tau pelakunya ada di antara kita disini, bukan cuma satu orang," Marah Lia.
"Kalau ada diantara kita, trus mau Lo apa?" tanya Cika.
"Lebih baik menyerahkan diri, akui kesalahan, dan terima sanksi," kata Lia.
"Gak mau, yang ada kita harus sepakat buat alibi yang sama," kata Cita.
Anggun hanya tertunduk, tak bicara sepatah katapun.
"Ok, jika diantara kita memang pelakunya, dan ada wajah yang tertangkap CCTV, tolong bilang saja ada kegiatan di kelas Balet," kata Lia.
Semua yang dituangkan hanya diam.
"Hari ini sampai Disini, gak mood mau latihan, gua yakin kalian juga rasa bete latihan, apalagi terdakwa, pasti saat ini lagi ketar ketir, karena Intel polisi turun tangan, dan masuk dalam kejahatan bully," kata Lia.
"Aku gak punya pilihan lain, sebab aku kesel, Dewi kok dengan tanpa tau malu, nantang kita, gua juga takut kalau ketahuan gua juga kerja di cafe mamanya, gua juga kesel dengan mamanya dan gak tau gua gak suka aja sama dia," Sebuah suara serak akibat nangis tiba-tiba terdengar.
Lia berbalik melihat ke arah suara itu,"Kalau gitu siapkan saja dirimu, untuk pemeriksaan, paling selesai Lebaran, saat ini mereka akan usaha kumpulkan semua bukti," kata Lia yang langsung keluar dari ruangan.
Hari itu sudah hari Sabtu, hari terakhir les sebelum libur Lebaran.
"Jo, kamu kok banyak diam dari tadi kita pergi les, sampai pulang?" tanya Rara dalam perjalanan pulang dari les.
"Gak apa-apa, lagi ingin diam aja, lebaran kamu mau kemana?" tanya Jojo.
"Paling tetangga, untuk ikut mama papa pergi dah gede, malu ah," kata Rara.
"Ra, perasaan kamu sama Bima gimana?" tanya Jojo.
"Biasa aja, sudah kubilang, kunyamannya berteman biasa, dianya bilang kasih kesempatan dua bulan," kata Rara.
"Ya sudah kasih dia dua bulan, tapi gua lihat dia kelihatan bahagia banget kembali sama Lo, beda saat dulu waktu putus," kata Jojol.
"Gua akui dia sayang banget sama gua, tapi kan perasaan gua juga gak bisa dipaksa," kata Rara.
"Ra, gua rencana kuliah diluar negeri, kita nanti pisah, kamu jangan jauh-jauh dari mami ya," kata Jojo.
"Iya, aku mah kuliah di sini jadi aman lah," kata Rara.
Sampai juga di rumah Rara, "Hati-hati bawa mobilnya, jangan melamun, selamat liburan," kata Rara.
"Hallo Put, lagi ngapain?" Irfan menelpon Putri.
"Lagi duduk-duduk, baru selesai bersihkan rumah, ada apa?" tanya Putri.
"Pergi Lebaran denganku yuk, temani aku jalan, daripada ku jalan sendiri, atau jalan sama teman cowok, terlalu rame," kata Irfan.
"Ok," jawab Putri singkat.
__ADS_1
"Thanks," balas Irfan dan langsung menutup telpon.
Irfan senyum, dia memang susah ngomong suka sama Putri, tapi dia akan usaha buat Putri selalu didekatnya, dan memang dia lagi males Deket teman-teman yang hanya taunya ceritain tentangnya.
"Wi, libur lebaran kamu kemana?" tanya mamanya.
"Di rumah saja ma," jawab Dewi.
"Gak ke rumah temanmu?" tanya mama.
"Gak, aku masih malas dekat teman-teman setelah kejadian itu, teman dekatku kita semua Kristen Putri, Rara, ma gimana cerita pemeriksaan polisi, pelakunya sudah ditangkap?' tanya Dewi.
"Katanya sudah ditemui, tinggal dipanggil dan diintrogasi, kedapatan lewat CCTV toko depan sekolah," kata mamanya Dewi.
"Baguslah, semoga pihak sekolah fair tangani kasus ini," Kata Dewi.
"Sudah pikir aja liburan, mama kasih kamu uang, terserah kamu mau kemana ya, inap di hotel, ke pantai, juga bisa," kata Mama.
"Sendirian? gak seru, mau ajak teman sepertinya pada punya rencana masing-masing," kata Dewi.
"Belum juga nanya, dah simpulkan sendiri," kata mama sambil kasih uang ke Dewi.
"Thanks ma," Dewi menerimanya dengan senyum lebar.
Bagas yang sedari sore hari cuma main PS di kamarnya, lelah juga dan melihat ponselnya, dia sebenarnya sangat berharap ditelpon atau di WA oleh Dewi, namun sejak kejadian di sekolah Dewi gak pernah hubungi dia lagi, hubungan mereka kembali renggang, Dewi benar-benar menjauh.
"Iya ma, tidak apa-apa," kata Bima.
"Ajak Rara, lebaran ke keluarga kita, kamu jalan aja berduaan," kata mamanya.
"Ok ma," Bima senyum melihat mamanya telah menyetujui hubungannya dengan Rara.
"Bim, jika mama cerai sama papa, kamu mau ikut siapa?" tanya mama.
"Aku mau tinggal sendiri saja ma, apa harus cerai? selama papa pulang ke rumah, dan aman gak ada keributan, mama tutup mata saja, diam saja, itu saran Bima," kata Bima.
"Iya ya, oklah mama ikut saranmu," mama langsung masuk ke kamar.
Bima segera menelpon Rara.
"Hallo Ra, lagi ngapain?"Tanya Bima.
"Lagi duduk-duduk cerita sama Riris dan Rinly," kata Rara.
"Lebaran jalan denganku yuk, ke keluargaku, mamaku yang bilang loh, ajak Rara jalan," kata Bima.
"Ok, karena untuk saat ini aku belum ada planning paling ke tetangga," Kata Rara.
"Ok, gua jemput jam sebelas siang ya nanti lebaran hari pertama," kata Bima.
__ADS_1
"Iya," jawab Rara.
"Dag," Bima pamit dan menutup telpon.
"Ris, kamu lebaran kemana?" tanya Rara.
"Tetangga dan teman-temanku, aku sudah di japri mereka, bilang gua harus datang, karena ini masa bersama saat kita kelas tiga SMP," kata Riris.
"Kalau Rinly?" tanya Rara.
"Sama tetangga dan teman-teman," kata Rinly.
"Wah musti kasih tau mama ni, rumah sepi lebaran hari pertama," kata Dewi.
"Jalan saja, nanti kunci rumah taruh di pot tanaman depan seperti biasa," suara mama dari dalam kamar.
"Ok ma," teriak Rara.
Keesokan harinya Dewi akhirnya memilih jalan-jalan ke pantai, namun sebelum itu, dia singgah ke cafe mamanya untuk minta beberapa minuman bersoda.
"Hallo Wi, cari mami?" tanya Kak Dara.
"Iya, gua mau minta minuman bersoda yang enak tu rasa-rasa jeruk," kata Dewi.
"Sabar, ku telpon mami, mamimu lagi di ruangannya di atas," kata Kak Dara yang lagi bertugas jaga depan.
"Hallo Mi, ada Dewi ni, minta minuman soda yang rasa jeruk," kata Dara.
"Ambilkan saja, bilang dia mau ke pantai hati-hati," kata mami.
"Ok Mi," jawab Dara.
"Woi, anak baru, ambilkan soda jeruk di gudang satu botol ya," Perintah Dara.
Cewek itu langsung berlari menuju dapur, "Siapa namanya Mbak?" tanya Dewi.
"Aku juga lupa, baru seminggu dia kerja, faktor ekonomi, dia bantu lunaskan utang orang tuanya," kata kak Dara.
"Hello cepetan, ntar lagi jalanan ramai kalau Lo lama," teriak kak Dara.
"Gak apa-apa kak, pelan-pelan saja," kata Dewi.
"Dia belum disuruh layani tamu, kalau lambat ambil minum gimana layani tamu," kata Dara.
"Biar Dara, namanya anak baru, apalagi dia masih duduk di bangku SMA, beda kayak kita masuk sini saat memang sudah prioritasnya kerja," suara Kak Meli dari belakang.
"Iya si," kata Dara.
Anak baru itu datang dengan tertunduk dan menyerahkan botol minuman itu, Dara bergegas membungkusnya,"Kamu, ya ampun," Dewi terkejut melihat sosok anak baru yang membawa minuman itu.
__ADS_1