
Angin malam menampar-nampar wajah Rara serasa menenangkan pikiran yang lelah berpikir sepulang les, Kaca jendela mobil sengaja diturunkan Rara, Lagu-lagu Celine Dion membuat Jojo dan Rara hanyut dalam suasana malam itu, mereka terjebak macet.
Ponsel Rara sedari tadi menyala terus, di hubungi Bima, namun Rara yang lagi tak ingin berbohon, namun juga tak ingin jujur bahwa ia lagi ingin berduaan saja dengan Jojo.
"Ra, kita ke taman kota yang sebelah sana yuk, ada banyak tempat untuk foto, makanannya juga ada yang enak,"kata Jojo.
"Kok kamu tau, sudah pernah kesana sama pacarmu?" tanya Rara.
"Gak, aku ke sana sendiri, survei dulu," kata Jojo.
"Gak percaya," kata Rara.
"Nih lihat aja foto-fotonya ada cewek gak," Jojo memberikan ponselnya ke Rara.
Rara mengambilnya, dan melihat-lihat foto-foto Jojo, benar hanya fotonya sendiri, tanpa sengaja dia lihat-lihat juga foto-foto lain di album yang lain, banyak juga didapati fotonya.
"Lihat-lihat foto apa tu," tanya Jojo.
"Semuanya," kata Rara.
"Awas Lo, ada foto bagian rahasia dari diriku," kata Jojo.
"Iya-ya-ya," Rara mengembalikan ponsel ke depan Jojo.
Mobil mereka bisa berjalan walau pelan-pelan.
Sesampainya di taman kota, Rara turun, dia sempat terkaget, Jojo memegang tangannya, merek berjalan menyusuri tengah taman, hingga di rumah makan paling ujung, Jojo memilih tempat yang di pojok, Rara duduk menghadap ke dalam, Jojo segera ke kasir, memesan makanan sekalian bayar.
"Hallo Bim, lagi buat apa ni?" tanya Irfan ditelpon.
"Lagi duduk-duduk," jawab Bima.
"Anak-anak basket yang kelas tiga mau jalan-jalan karena Senin kan libur, ya hari ini kita refresing otak dulu lah, lelah juga jalani kelas tiga ni," kata Irfan.
"Jemput gua ya," kata Bima.
"Serius, ok sip, kita sudah di jalan mau ke rumah Lo kok," kata Irfan.
"Ok, ditunggu," jawab Bima yang langsung mematikan ponsel dan segera berganti pakaian.
Ponsel Irfan berbunyi, telpon dari Putri,"Hallo Fan, lagi buat?" tanya Putri.
"Lagi di jalan dengan teman-teman basket yang kelas tiga, mau nongkrong di taman kota," kata Irfan.
"Oh ya udah, ok dah.." kaya Putri.
"Jangan tutup dulu, memang kenapa telpon?" tanya Irfan.
"Gak, udah ketemu kok, aku nyari buku fisikaku," kata Putri.
"Oh ,ya ya, ini malming neng, istirahatkan otak dulu," kata Irfan.
"Ok, dag,' kata Putri.
"Dag," Irfan memutuskan telponnya.
__ADS_1
Putri sebenarnya ingin mengajak Irfan ke taman kota itu namun ternyata sudah keduluan dengan teman-teman basketnya.
"Bima ayo cepat," teriak Budi ditelpon.
Bima berlari keluar rumah, menuju depan.
"Gua ikut mobil yang mana ni?" tanya Bima.
ada tiga mobil yang jemput.
"Sama Irfan aja," kata Budi dari sebelah.
Bima pun naik di mobilnya Irfan, ada Didik di dalam.
"Tumben Bim Lo mau ikut," kata Didik.
"Lagi suntuk," kata Bima sambil kembali melihat ponselnya.
"Gak ada kabar dari Rara?" tanya Irfan.
Bima hanya diam.
"Jojo juga gak ikut kita, di hubungi juga gak angkat, mereka lagi sibuk les kali," kata Irfan.
"Jam segini sudah selesai les," kata Didik.
Irfan segera memutarkan lagu untuk mencairkan suasana, kelihatan sekali wajah Bima lagi gak mood.
"Ra, kita minum aja disini, lalu makan ditempat lain ya," kata Jojo, setelah dia melihat chat di grub WhatsApp untuk anak basket.
"Ok," kata Rara.
"Kita mungkin gak bisa dibilang saudara, bukan juga pacar, tapi bukan juga berteman atau berkawan, apa ya tepatnya," Rara membalas pernyataan Jojo sambil tertawa.
"Mungkin tepatnya di bawahnya pacar ,diatasnya kawan," balas Jojo.
Mereka berdua tertawa.
Minuman mereka tiba dan mereka langsung minum,"Ra, kita lanjut foto-foto bentar, lalu cabut cari makan yuk," kata Jojo menarik tangan Rara.
Rara sempat aneh kenapa kita gak makan disini aja, tapi ya biarlah malam ini dia ikut aja Jojo.
Rara dan Jojo mengabadikan masa SMA mereka dengan beberapa jepretan foto dintaman kota malam itu, dari jauh Jojo telah lihat rombongan teman-teman basketnya, dengan segera dia menarik tangan Rara, mereka berlari-lari kecil menyusuri samping warung-warung makan, menuju parkiran.
"Gua tadi gak salah lihat kan, kayaknya ada Jojo," kata Didik.
"Salah lihat, gak ada kali," Irfan cepat-cepat membalas perkataan Didik, walau sebenarnya tadi diapun melihat Jojo, saat memeluk Rara untuk mereka foto bareng.
"Fan, hp gua ketinggalan di mobil, pinjem kunci," kata Bima.
"Ini," Irfan dengan ragu memberikan, perasaannya gak enak.
Bima segera merampas kunci mobil dari tangan Irfan dan berlari ke parkiran.
Irfan segera menelpon Jojo, Jojo angkat.
__ADS_1
"Dia ke parkiran, sepertinya tadi dia lihat kalian berdua," kata Irfan.
"Biarlah, yang terjadi-terjadilah," jawab Jojo dan langsung mematikan. panggilannya.
"Kita ke parkiran dulu, jangan sampai Bima pukul Jojo," kata Budi.
"Apa gua bilang benar kan tadi Jojo," kata Didik.
Bima bukan ke mobil Irfan, dia menjelajahi seluruh mobil di parkiran, dia gunakan senter, dia hafal mobilnya Jojo.
"Bim," dari belakang suara Rara memanggil.
Bima menoleh.
Jojo tak mau melepaskan tangan Rara.
"Maaf gua gak angkat telponmu, karena gua gak tau mau bicara apa, mau kasih alasan apa, mau berangin gimana," kata Rara.
Bima hanya berbalik dan berjalan kembali ke dalam taman, dia melihat teman-teman basket Irfan semua sudah berdiri melihat mereka.
Jojo menarik tangan Rara kembali mereka ke dalam mobil, Jojo pun melajukan mobilnya pergi.
Irfan merangkul Bima," kita main bilyard yuk," ajak Irfan.
"Tembak-tembakan atau tinju-tinjuan boleh," kata Didik.
"Apa saja, tapi kayaknya makan dulu ya, aku laper banget dari tadi belum makan," kata Bima.
"Ayo makanlah," kata Budi.
"Gua tau sejak putus dengan gua, Rara berubah jauh, dan gua gak pernah bisa berada diantara Jojo dan Rara. yang hanya bisa Jojo diantara aku dan Rara, mereka gak bisa bilang bahwa mereka hanya saudara atau berkawan, namun mereka gak bisa mutuskan untuk pacaran juga," curhat Bima.
"Bim, ikhlaskan saja, ntar lagi kuliah, akan banyak cewek yang hadir dalam hidupmu," hibur Irfan.
"Pegangan mereka adalah ijin dari kedua orang tua mereka, mana pernah Orang tua Jojo dan Rara marah mereka," kata Bima.
"Yang sabar Bim, Jojo kan mau ke luar negeri, artinya akan ada jarak yang besar antara mereka," kata Irfan.
Jojo mengajak Rara ke sebuah resto pinggir pantai, indah sekali, para pelayannya ada yang sudah kenal Jojo.
Rara sangat senang menikmati makanan disitu, dia milih sate.
"Mami dan ibu, ijin ya, aku dan Rara makan malam diluar," Jojo Video call langsung bertiga dengan mamanya dan mamanya Rara.
"Ok hati-hati pulangnya, Ra pesen apa aja, nanti Jojo bayar," kata Mami.
"Hati-hati pulang, Ra awas gemuk jangan makan karbo yang banyak ya," pesan mamanya Rara.
"Iya Mi, iya ma," jawab Rara.
"Gua senang, setidaknya hari ini ada cerita untuk kita berdua diakhir masa SMA kita, gua sayang Lo banget Ra, jaga dirimu disini, jangan salah pilih cowok," pesan Jojo.
"Kamu juga jangan salah pilih cewek, jaga pergaulan, jangan jauh dari Gereja," pesan Rara.
"Kalau gak ada cowok yang baik, tunggu gua pulang," goda Jojo sambil ketawa.
__ADS_1
"Jika gak ada cewek yang baik, cepet pulang lihat gua," balas Rara.
Jojo dan Rara meninggalkan jejak yang indah bagi mereka berdua. Jejak kejujuran atas perasaan mereka.