
Selesai juga Ujian akhir semester satu, Rara duduk termenung duduk melihat-lihat facebooknya, tak ada satupun kabar baik dari Jojo dan Bima.
Sesekali Rara membuka akun facebooknya Bima, tak tampak ada postingan baru. Jojo masih ada postingan bulan lalu, dengan seorang cewek Indonesia juga namun cantik.
Rara tak menyadari keberadaan Riris yang sejak tadi di belakangnya melihat ponsel Rara, "Cie ada yang pantau facebooknya mantan," goda Riris.
Rara kesel langsung beranjak dari duduknya dan pindah ke dalam kamarnya. Namun matanya belum bisa diajak untuk tidur, dia hanya berkali-kali menarik napas. Ponselnya berbunyi ada telepon dari Josua.
Hallo, Bang jawab Rara di telponnya.
Besok gua jemput jalan yuk, temani aku cari baju Natal ajak Josua di seberang sana.
Boleh, Bang, jam berapa tanya Rara.
Jam tiga gua jemput biar pulang gak malam, jawab Josua.
Ok fix balas Rara.
Sampai jumpa besok kata Josua mengakhiri teleponnya.
Perlu seseorang untuk melupakan yang telah lewat kata Rara dalam hatinya.
"Rara sudah masuk kamar, Ris?" tanya Mama.
"Iya, Ma," Riris menjawab singkat.
"Setelah kuliah semakin jauh Rara," kata Mama.
"Aman kok Ma," kata Riris.
"Semoga," kata Mama.
Putri yang sedari tadi memandangi ponselnya, setelah percakapan terakhir dengan Kak Rio waktu itu di WhatsApp tak pernah lagi ada kelanjutan, Putri tak mau menghubungi duluan dia merasa gengsi jika hubungi duluan. Putri pun akhirnya membalikan ponselnya dan membuka laptop memeriksa keuangan kantor guna tutup buku akhir tahun.
Dewi dan Cika duduk bareng nikmati teh hangat setelah pulang menyelesaikan tugas di cafe. "Akhirnya selesai juga semester satu ini," kata Dewi.
"Semoga nilaiku bagus," kata Cika.
"Kalau gak bagus ya ngulang nanti semester ganjil," kata Dewi.
"Tapi kan gak enak jika ngulang," kata Cika.
"Cika, kamu Natalan ini gak ada niat kunjungi keluargamu?" tanya Dewi.
"Gak, ku belum bisa maafkan mereka yang memaksa aku untuk jual diri," kata Cika.
Dewi hanya diam, dia gak bisa paksa Cika, sebab itu privacy Cika.
Ponsel Dewi berdering. "Telepon dari Kak Melly," kata Dewi.
"Ada yang lupa dibeli kali," kata Cika.
Hallo kak Dewi menjawab telepon Kak Melly.
Wi, ada Cika? ada cowok ni, namanya Ryan, dia salam untuk Cika, dan katanya minta maaf. Kak Melly berusaha jelaskan ditengah riuhnya musik.
Baik kak, nanti aku sampaikan, Dewi mengakhiri telepon itu.
Cika mendengar percakapan itu, sebab suara Kak Melly jelas dan keras banget.
"Biar saja, aku tak hirau dia di kampus," kata Cika.
__ADS_1
"Yang penting jangan hina dia, atau sakit hatiin dia,' kata Dewi.
Cika mengambil ponselnya dan mengchat Rian.
Rian, maafmu ku terima namun kita tak bisa seperti dahulu berteman seperti biasa, semua telah berubah, dan tak usah usik kakak-kakak di cafe.
Rian langsung membalas chatnya Cika.Thanks Cika.
"Tak ada kabar dari Bagas, Wi?" tanya Cika.
"Gak, gak tau dia lagi pengamanan dimana," kata Dewi.
"Jika jodoh gak kemana," kata Dewi.
Keesokan harinya Josua terlihat bahagia sekali, Ari dan Alex melihat perubahan sikap itu namun enggan bertanya. Dini datang sambil bawa empat buah minuman dingin. "Hai, akhirnya kita selesai ujian juga," kata Dini sambil membagikan minuman dingin itu.
"Yoi, dan gua seneng banget," balas Josua.
"Wah, Bang Jos lagi happy ," kata Dini.
Ari dan Alex hanya diam.
"Sore ini kumpul yuk, gua yang jemput," ajak Dini.
"Sorry, gua sudah ada janji," kata Josua.
Ari dan Alex saling menatap seolah mereka telah paham alasan Josua bahagia.
"Kalian dua?" tanya Dini ke Ari dan Alex.
"Gua gak mau pergi ada kegiatan sendiri," tolak Ari.
"Kalau merek gak pergi, gak mungkin kita berdua aja kan Din," kata Alex.
Putri, Miki dan Mika lagi duduk-duduk sambil main ludo, Rangga datang menyapa, "Hai, apa kabar kalian?"
"Kabar baik," jawab Putri.
"Gimana ujiannya Ga?" tanya Miki.
"Lancar," jawab Rangga.
"Pacarmu?" tanya Mika.
"Sudah putus," jawab Rangga.
"Cepat banget," kata Miki.
"Gak cocok aja, gua gak suka kalau terlalu prosesif," kata Rangga.
"Yah, belum dikenalin ke kita, dah putus," kata Mika.
"Emang lu siapa, sampai harus kenalin ke lu," kata Putri.
"Gua, emaknya Rangga," kata Mika.
Miki, Mika, Putri dan Rangga tertawa bersama.
Cika hanya sibuk main games di ponselnya, sambil menunggu nilai yang akan diumumkan para dosen. Rian datang dan duduk di samping Cika. Cika tau keberadaan Rian namun tak dihiraunya. Rian pun hanya memutar lagu di ponselnya dan menggunakan headset dan menutup matanya.
Tiba-tiba dosen masuk kelas, Cika menyingkir lengan Rian tiga kali, ternyata Rian tertidur.
__ADS_1
Rian terbangun, dan mereka mendengar pengumuman yang diberikan dosen tentang nilai mereka. Cika tersenyum melihat nilai di kertas ujiannya. Rian dengan cuek menarik kertas ujiannya Cika dan melihat nilai, Rian senyum dan mengangguk-anggukan kepalanya, lalu mengembalikan lembar ujian tersebut ke Cika tanpa melihat ke arah Cika.
Cika mengambilnya dan segera pergi keluar kelas untuk pulang. Rian senyum di kursinya, dia lihat Cika telah memaafkannya.
Sorenya Josua menjemput Rara, "Bang turun ijin dulu ke mamaku," kata Rara.
Josua turun, "Selamat sore Tante," sapa Josua.
"Sore," mamanya Rara tersenyum.
Rara sudah menceritakan dan meminta ijin namun Rara tetap ingin Josua meminta ijin secara resmi ke mamanya.
"Tante, saya Josua, saya minta ijin, Rara temani saya cari baju Natal," kata Josua.
"Boleh, jangan pulang terlalu malam ya, bawa mobil pelan-pelan, jangan marah-marah, galak-galak dengan Rara," kata Mama.
Riris segera keluar kamar dan ke ruang tamu berdiri di pintu perbatasan ruang tamu dan ruang tengah sambil melipat tangan di dada, dipandanginya Josua.
"Baik Tante," kata Josua.
"Ya sudah pergi, nanti kemalaman," kata mamanya Rara.
"Terima kasih Tante," senyum Josua sambil pamit.
Josua dan Rara masuk ke dalam mobil.
Riris yang menutup pagar, sambil menatap tajam Rara.
"Adik gua Riris," kata Rara.
"Pergi dulu Ris," kata Josua.
"Ok," jawab Riris singkat.
Josua dan Rara mengitari seluruh pertokoan yang diketahui Rara jika orang tuanya membeli baju Natal untuk Rinly.
"Yang ini gimana Jo?" tanya Rara sambil meletakan kemeja di depan Josua sambil menatap cermin.
Hingga mereka dapat yang pas, "Oh ternyata disini," suara seseorang mengagetkan Rara dan Josua saat melihat-lihat baju lain.
Josua dan Rara berbalik melihat ke arah suara.
"Alex," kata Rara.
"Kok tumben kalian dua ke sini?" tanya Josua.
"Kebetulan saja," kata Ari.
"Kalian belanja apa?" tanya Alex.
"Baju Natalnya Bang Jos," jawab Rara.
"Oooo," jawab Ari.
"Kita dua duluan ya, gua janji ke mamanya Rara gak sampai malam," Josua segera pamit.
"Ok, dah,' kata Alex.
Josua menarik tangan Rara dan berjalan pergi, "Gua gak percaya kebetulan ketemu, mereka dua memang ikutin gua," kata Josua.
"Jos, gua lapar, makan dulu yuk, nanti gua hub mama," kata Rara.
__ADS_1
Gantian Rara menarik tangan Josua menuju tempat makan.