
Akhirnya tempat praktik diumumkan oleh universitas-universitas. Rara dapat di salah satu rumah sakit umum daerah. Agak jauh dari rumahnya. Dengan sopan Rara mengundurkan diri dari klinik, sebab khawatirnya bentrok dengan jadwal jaga malamnya, lagipula dia masih sesuaikan waktu untuk menemani Jojo terapi.
"Ra, tetap aja kerja, nanti kami yang menyesuaikan dengan jadwal kamu," Kata Kak Ruby.
"Gak bisa kak, jika aku tidak menemani pasien terapi aku bisa kerja di klinik dan magang, tapi karena aku temani pasien terapi, aku hanya bisa membagi jadwal kerjaku di dua tempat," Rara menjelaskan.
"Selesai magang, jika belum ada tempat kerja, kembalilah ke sini," Kata Kak Ruby.
"Iya Kak," Kata Rara.
Rara berpamitan keluar dari WhatsApp grub klinik. Dokter Ian sempat menelponnya.
Kamu praktik dimana?
RSUD Bunda. Jawab Rara.
Jauh dari rumahmu Ra. Kata dokter Ian.
Gak masalah. Jawab Rara.
Hati-hati ya di sana, sukses selalu, jika ada yang sudah jangan segan hubungi aku. Kata dokter Ian.
Terima kasih dok. Jawab Rara sopan.
Putri telah berkenalan dengan bosnya di tempat magang, seorang wanita yang keras dan sepertinya judes.
Putri banyak diam seharian kerja di tempat magangnya, bahkan karena sangat tegang sampai magnya kumat. Sepulang magang, Putri kerja pekerjaan rumah sambil mengobati magnya.
"Maaf kamu kumat?" Tanya Raka.
"Iya," Jawab Putri.
"Kamu gak makan?" Tanya Raka.
"Aku rasa tegang, di tempat kerja baru," Kata Putri.
"Kenapa?" Tanya Raka.
"Bosnya ibu-ibu kelihatan judes," Jawab Putri.
"Masih baik aku berarti, kamu gak sampai sakit mag," Goda Raka.
"Loh kok sambungkan ke sana," Kata Putri.
"Santai saja, banyak diam, kamu kan cuma magang," Kata Raka.
"Iya," Jawab Putri.
Saat itu Raka benar-benar berusaha menahan dirinya, ingin sekali dia memeluk Putri.
"Kamu sudah tambah kurus, sakit mag, gimana nanti mau selesaikan magang," Kata Raka.
"Iya," Jawab Putri.
Selesai juga cucian bajunya, Putri kembali melihat laptopnya dan membuat skripsinya.
"Skripsimu sudah sampai mana?" Tanya Raka.
"Penelitian," Jawab Putri.
"Dikit lagi, santai tapi tetap kerjakan pasti akan selesai," Kata Raka.
Putri sempat terdiam stop mengetik, walau matanya melihat laptop, tapi hati dan pikirannya sedang ke hal lain, Kenapa aku jadinya santai berbicara dengan Raka, seolah-olah memang sewajarnya aku ngobrol, dan bertukar cerita. Kata Putri dalam hatinya.
Tanpa disadari Raka dan Putri, mereka berdua telah terbiasa menjalani hidup bersama, saling bertukar cerita tentang kantor, membahas keuangan kantor, tertawa bersama jika ada yang lucu, membahas berita yang lagi viral. Hal-hal kecil seperti itu yang membuat Raka semakin mencintai Putri, dan Putri baru sampai di taraf semakin nyaman bersama Raka.
Hello teman-teman, senam yuk. Ajak Dewi di grub everything it's ok
Gua gak bisa, hari Sabtu baru bisa, full magang ibu guru. Balas Putri.
Boleh sore ini, pas jadwal magangku besok pagi. Balas Rara.
Sore itu Rara datang dengan Jojo, "Jo, kamu duduk di sini ya, sekali-sekali refreshing kan." Kata Rara.
"Iya-iya, ingat abis senam ganti baju, gua gak mau bau keringat di mobil." Kata Jojo.
Rara meninggalkan ponselnya di dalam tas.
Ponselnya sedari tadi bergetar, Jojo penasaran dibukanya tas, ternyata ada telepon, tertera Ari.
__ADS_1
Selesai senam dan berganti baju, Jojo berkata, "Ari dari tadi nelpon terus."
"Oh ya," Kata Rara.
Rara mengambil ponselnya, dua puluh panggilan tak terjawab. Rara pergi menjauh menelpon kembali Ari.
Hallo RI, ada apa? Tanya Rara.
Ditelpon dari tadi kok gak diangkat? Tanya Ari.
Abis senam. Jawab Rara.
"Sibuk banget si," Kata Ari.
"Kenapa kamu nelpon Ri?" Tanya Rara.
"Kalau nelpon harus ada alasan?" Tanya Ari.
"Ri, ada apa si?" Tanya Rara.
"Aku lagi bosen saja, banyak kerjaan di tempat praktik," Kata Ari.
"Ya sabar, aku lagi kerja nemenin pasien pasca kecelakaan," Kata Rara.
"Tadi bilangnya senam?" Tanya Ari.
"Iya, pasienku ku bawa ke tempat senam," Kata Rara.
"Penasaran dengan pasienmu," Kata Ari.
"Ada-ada aja RI," Kata Rara.
"Ra, kasih waktu untukku ka, please," pinta Ari.
"Besok malam?" Tanya Rara.
"Ok bisa, aku besok tugas pagi," Kata Ari.
"Sama aku juga pagi." Kata Rara.
"Siapa yang nelpon?" Tanya Dewi ke Jojo.
"Tadi kubaca namanya Ari," Jawab Jojo.
"Mantan?" Tanya Jojo.
"Iya mantan," Jawab Dewi.
"Dua puluh panggilan tak terjawab," Kata Jojo.
"Ada hal penting apa?" Tanya Dewi.
"Gak tau," Jawab Jojo.
Rara kembali ke mereka, "Besok senam kan Ra?" Tanya Dewi.
"Gak bisa aku ada janjian," Kata Rara.
"Dengan Ari?" Tanya Jojo.
"Iya," Jawab Rara.
Jojo tiba-tiba berdiri dan mencoba melangkahkan kakinya. Rara dengan refleks memegang tangan Jojo dari belakang, seolah-olah memeluk Jojo dari belakang. Dewi tersenyum melihat pemandangan itu, dengan secepat kilat mengabadikan moment itu dalam satu jepretan foto.
Jojo berhasil dua puluh langkah bulak balik, Rara yang begitu bahagia memeluk Jojo dari belakang, "Thanks Jo, akhirnya kamu bisa." Jojo kaget dipeluk dari belakang, wajahnya memerah.
"Jojo, gak sah malu, dah sering dipeluk cewek, pas dipeluk Rara, wajahnya berubah begitu." Goda Dewi.
"Wajahnya berubah gimana?" Tanya Rara sambil tertawa dan balik menatap wajah Jojo.
Jojo hanya diam dan senyum menatap mata Rara.
Keesokan malamnya Rara telah dijemput Ari, Ari berhenti di sebuah Gereja, ternyata mau menjemput mamanya.
"Ra, aku gak minta untuk kita pacaran, karena aku tau kamu pasti bilang soal agama lagi," Kata Ari.
"Lalu kenapa kamu kemarin nelpon aku?" Tanya Rara.
"Aku bosen, aku rindu," Jawab Ari.
__ADS_1
"Ri, jika gak mungkin bersama, jangan kasih kesempatan untuk dekat, justru dengan perlahan biarkan kita berdua menjauh." Jelas Rara.
"Aku butuh teman yang mengenal aku," Kata Ari.
"Pada akhirnya kita itu berjuang sendiri, masih ada Bang Jo, dan yang lain bisa jadi temanmu kan RI," Kata Rara.
Ari hanya diam, mereka sempat sepuluh menitan hanya berdiam.
"Ini terakhir kali aku terima ajakan kamu untuk jalan Ri, bukan lagi soal agama, tapi aku merasa kita berdua gak cocok untuk menjalin ke hubungan yang serius," Rara menjelaskan dengan tegas.
"Kamu dengan mudahnya bicara seperti itu," Kata Ari.
"Maaf Ri," Kata Rara.
Mamanya Ari selesai dekorasi menghias altar.
"Ada Rara rupanya," Kata Mamanya Ari.
"Selat sore Tante," Jawab Rara.
"Sudah lama?" Tanya Mamanya Ari.
"Gak lama, baru saja," Kata Rara.
"Gimana praktikmu?" Tanya Mamanya Ari.
"Puji Tuhan lancar Tante," Jawab Rara.
"Adem ya ma, bisa ada yang bilang Puji Tuhan sama seperti mama," Tiba-tiba Ari bicara.
"Biasa aja Ri," Kata Mamanya.
"Aku tuh berharap bisa dapat istri yang seiman dengan mama, agar mama ada yang temani kalau pergi ibadah," Kata Ari.
Rara langsung menatap Ari yang lagi menyetir.
"Semua manusia akhirnya akan mempertanggung jawabkan dirinya masing-masing ke penciptanya, gak ada yang saling menemani kan," Kata Mamanya Ari.
Rara hanya diam dan menarik napas.
"Ma, aku dan Rara masih mau lanjut jalan," Kata Ari.
"Ok, jangan kemalaman, jangan lupa sholat," Kata mamanya Ari.
"Iya ma," Jawab Ari.
"Tante jalan dulu," pamit Rara.
"Iya hati-hati, Tuhan memberkati," Kata mamanya Ari.
"Amin," Jawab Rara.
"Maaf Ri, aku gak pernah tau isi hati kamu, tapi seperti tadi aku bilang, aku sudah merasa gak cocok sama kamu, sejak kamu pergi ke Mesir perasaanku telah berubah untukmu," Kata Rara.
Ari hanya diam.
Ponsel Rara berdering, Rara melihat panggilan dari Mami.
"Hallo Mi," Sapa Rara.
"Ra bisa ke rumah? Jojo jatuh Ra, gak bisa naik ke kursi, Mami gak kuat angkat, pak Sopir takut angkat," Kata Mami.
"Jojo sudah bisa berdiri dan berjalan kemarin Mi, baiklah aku ke sana," Kata Rara.
"Ri, bisa antar aku ke rumahnya Jojo?" Tanya Rara.
"Pasien itu Jojo, pantas saja perasaanmu berubah, aku dengar dari Joshua Maminya Jojo sangat berusaha untuk mendekatkan kalian," Kata Ari.
"Tolong antar aku ke jalan Cempaka Ri," Pinta Rara.
"Ok siap," Jawab Ari dengan nada kesal.
"Mami segalanya bagiku, sudah sejak aku kecil," Kata Rara.
"Jojo?" Tanya Ari.
"Gak sah bertanya yang aneh-aneh Ri, gak usah mencari alasan untuk disalahkan atas gagalnya hubungan kita, bukan takdir kita untuk bersatu," Kata Rara.
"Kamu gak jawab soal Jojo, dari dulu kamu juga suka sama Jojo, cuma kamu gak berani ungkapkan karena Jojo anak dari bos ayahmu, karena Jojo punya banyak cewek yang lebih menarik daripada kamu." Kata Ari.
__ADS_1
Rara hanya diam, sesampainya di rumah Jojo, Rara berkata, " Maafkan aku Ri, terima kasih atas semua yang pernah kita lalui."
Ari hanya diam, Rara langsung membuka pintu mobil dan berlari ke dalam rumah Jojo, Mami membuka pintu rumah. Rara tiba di depan kamar Jojo dan kaget, Jojo telah duduk di kursi rodanya sbil menatap jendela kamar yang menghadap ke pagar rumahnya.