
"Fan, kamu gimana si, ditungguin dari tadi, lama banget, sudah haus tau," teriak Lia, sambil marah-marah di depan semua teman-temannya.
Irfan hanya diam dan memberikan sebotol teh dingin yang dipesan Lia.
Tidak terlalu jauh Rara, Dewi dan Putri ngelihat kejadian itu, mereka hanya geleng-geleng kepala.
Irfan tak jadi menelpon Putri di malam harinya, ntah kenapa, tanpa kabar, Putri pun gak terlalu menunggu, dia langsung tidur nyenyak.
Lia dan teman-temannya mereka ada berempat, Anggun, Cita dan Cika, memang terkenal sebagai cewek manja dan sangat sombong, kalau lagi kuasai kamar mandi gak boleh ada anak lain di kamar mandi, semua diusir.
Putri, Dewi dan Rara lagi di kamar mandi, Lia dan dan gengnya datang, "Keluar cepat," teriak mereka.
Dewi yang berani tantang,"Emang ini kamar mandi punya Lo."
"Berani bener anak ini ngelawan," kata Cita.
"Beranilah, emang siapa kalian, sama-sama siswa disini," kata Dewi.
Rara malas tau, dia lagi rapikan rambutnya sambil hadap cermin.
Lia kasih naik tangannya kode agar teman-temannya diam, "Jadi ini cewek-cewek pilihannya Bima, Bagas dan di kamar mandi pasti Putri."
Dewi tetap berdiri nantang mengahadap mereka, Rara malas tau, Putri keluar kamar mandi,
"Udah?" tanya Rara.
"Udah," jawab Putri lalu cuci tangan.
Putri sudah dengar dari dalam segala keributan diluar, makanya dia keluar cuek juga.
Rara, Dewi dan Putri keluar dengan tenang, dan aman.
"Lia, kenapa lo gak usir mereka?" tanya Cita.
"Mereka bukan cewek-cewek biasa, mungkin yang biasa itu Putri, tapi Dewi walau nyokapnya kerja gituan, tapi punya power juga dalam donatur sekolah, Rara anak kesayangan mamanya Jojo ketua komite, lebih parahnya lagi, cowok-cowok yang menjadi perisai mereka sangat kuat, Bima, Bagas, Rio, Jojo, kita kalau urusan sama mereka panjang, gua malas," kata Lia.
"Apa sih yang disukai cowok sama mereka?" tanya Cika.
"Ntah, mungkin nurut kali, anak baik-baik, pintar, Rara tu pintar banget," kata Lia.
"Berani bener kamu Wi," kata Putri.
__ADS_1
"Ngapain takut, emang orang tua mereka ada sumbang berapa banyak di sekolah ini," kata Dewi.
"Gak sah takut, kamar mandi bukan punya mereka, tadi gua sudah nyalain rekaman, kalau sampai dia usir paksa kita, gua rekam, kirim hari ini ke maminya Jojo selaku ketua komite," kata Rara.
"Dia juga takut sama kita tiga, kita tiga gak segitunya lemah di sekolah ini, kita tiga punya power juga di sekolah ini," Kata Dewi.
"Kasihan anak-anak yang gak ada kekuatan, seperti gua, gua mah beruntung Deket sama kalian berdua," kata Putri.
"Sebenarnya bisa lawan, berani aja, sama-sama bayar uang sekolah, itu fasilitas umum, cari waktu kita rekam saat mereka usir anak-anak di kamar mandi, gau mau lapor ke tingkat komite dan sekolah," kata Rara.
"Nanti sama gua, Putri gak sah ikut, kita harus hentikan bully di SMA Bakti," kata Dewi.
"Kenapa gak lapor guru?" tanya Putri.
"Mereka suka lawan guru, percuma, lelah, lapor komite biar mereka disidang komite," kata Rara.
Tapi masih saja Putri setiap istirahat dapat satu botol susu dari Irfan, walau akhir-akhir ini Irfan jarang WA dan Telpon.
"Fan, thanks susunya, tapi jika ga minta yang lain lo kasih gak 🤔?" tanya Putri di WA.
"Minta apa?" tanya Irfan.
"Lo gak sah bantu Lia lagi, itu permintaan gua ganti susu yang lu kasih," balas Putri.
Sepulangnya sekolah, Putri ke parkiran, didapati ban motornya kempes, dia tetap nyalakan pelan-pelan dia kendarai hingga sampai di bengkel dekat sekolah.
Irfan yang lagi ngobrol dengan Jojo, dan Bagas, melihat dari trotoar sekolah,"Putri," Bagas refleks teriak.
"Yang PDKT siapa, yang teriak siapa," Kata Jojo,"
"Gua kan teman sekelas, lebih sering Deket lah," kata Bagas.
Putri dengar, tapi dia malas menoleh, dia hanya menekan klakson.
"Gua ke dia dulu ya," kata Irfan.
Irfan segera menyusul Putri, "Kenapa Put?"
"Ban motor gua kempes," kata Putri.
"Putri, ban Lo kempes?" Sartika berhenti dengan motornya.
__ADS_1
"Iya," jawab Putri.
"Cika yang buat, gua lihat, ni ada fotonya,"Sartika nunjukin foto saat Cika kempesin motornya Putri.
"Ya Tuhan, kirim foto itu ke gua," kata Putri.
Sartika langsung mengirim foto sambil berkata,"Bis, Dewi, Rara n Lo pada berani lawan Lia dan kawanan tadi siang di toilet si," kata Tika.
"Lo kok bisa tau? gua si diam, Dewi yang banyak nantang, dan Rara cuek pasang badan, tapi Lia memang yang hentikan sendiri kok, jadi Lia gak usir kita," cerita Putri.
"Ya, mereka gak berani lawan Rara, dan Dewi, mereka beraninya kerjain Lo, apalagi jika cowokmu Irfan, sama saja, Irfan sering jadi suruhannya Lia," Tika beranikan bicara walau ada Irfan.
"Thanks ya Tika, hati-hati, jangan sampai lo juga kena dari Lia and the Genk karena lapor ke gua soal ban," kata Putri.
"Ok, hati-hati ya," Tika pamit pergi duluan.
Putri mengirim foto itu ke Lia, lewat Wapri.
"Bilang sama Cika ganti uang biaya ban gua, kalau gak gua lapor polisi, dan jangan pernah buat lagi ke gua seperti ini, sekali lagi terjadi gua lapor ketua komite maminya Jojo," Chat Putri.
Irfan banyak diam dan berpikir, dia memang dengar soal Lia and the geng yang gak berhasil usir Rara, Dewi dan Putri dari kamar mandi.
Lia langsung VC Putri," Gua gak tau Cika buat begitu, nanti gua bilang ke dia, maaf Put, dari tadi sebenarnya Lo kan cuma diam, Dewi yang nyolot, dan Rara yang nantang," kata Lia.
"Mungkin karena gua yang gak punya power kayak kalian, gua yang gak punya ortu kandung, om Tante yang berdonasi di sekolah ini, plus orang terpandang di kota ini, jadi beraninya ke gua, Lia kita ni ada salah apa sama kalian, kamar mandi tu milik umum," kata Putri.
"Ok. maaf, nanti gua marah Cika," Lia langsung mematikan VC nya.
Irfan hanya diam menemani Putri, Putri berkata, "Fan, cukup Lo jadi suruhannya Lia, kalau Lo cinta sama dia, bukan jadi pembantu, tapi jadi partner, saling tolong," kata Putri.
Irfan tetap hanya diam.
Selesai Bannya Putri di ganti, dia segera pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah, dikirimnya foto tadi ke grub mereka tiga Dewi, Rara.
Dewi marah besar, Rara berkata,"Kita harus hentikan buly di sekolah."
Keesokan harinya sekolah gempar, di Mading sekolah dan beberapa papan tulis kelas semua tertulis,"Donatur kita, mamanya Dewi seorang pelacur."
Wajah Dewi merah padam, Rara dan Putri berusaha menenangkannya.
__ADS_1
Bagas menghapus semua tulisan di setiap kelas.