
Siang itu Cika lagi nunggu jemputan dari Dewi, untuk pulang, janjian karena dari kampus mau belanja keperluan cafe. Sebuah motor berhenti di depan Cika, "Mau ikut?" tanya Rian.
Cika pura-pura gak mau lihat Rian. Rian Turun dari motornya, "Sampai kapan seperti ini, gua telepon gak mau angkat, gua minta maaf di chat, cuma di read doang."
"Rian, gua usaha maafin kamu, tapi jadi, gak sah dekatin gua lagi, gak sah SMS, WA atau telepon, kalau ketemu pura-pura gak kenal, karena sebenarnya tindakanmu tu gak bisa di maafkan," kata Cika.
Rian diam menarik napas dalam-dalam, "Gua salah, gua akan ikuti maumu," kata Rian lalu langsung naik motornya dan mengendarai motornya dan berlalu.
Dewi datang, Cika masuk ke dalam mobil, "siapa tau Cik?" tanya Dewi.
"Dia, yang cium gua tu, Rian," kata Cika.
"Mau gua kejar dia dan marah?" tanya Dewi.
"Gak sah Wi, tadi gua dah bilang, stop WA, SMA dan telepon, dan anggap kita gak pernah bertemu," kata Cika.
"Lalu kalau tugas kelompok kuliah?" tanya Dewi.
"Yah nanti kan pasti ada cara , ada teman lain yang bisa di hubungi," kata Cika.
Bagas video call Dewi, "Sorry ya Cik, gua angkat dulu, mumpung pak tentara bisa di hubungi," kata Dewi.
"Yoi," jawab Cika.
Lagi di jalan? tanya Bagas di sebrang sana.
Iya sama Cika, mau belanja keperluan cafe jawab Dewi.
Hati-hati kata Bagas.
Natal pulang ke sini gak? tanya Dewi.
Belum tau Wi jawab Bagas.
Hati-hati di sana ya kata Dewi.
Ok, besok lagi ya baru telepon, salam buat Putri dan Rara, kata Dimas mengakhiri video callnya.
Sampailah mereka di toko yang biasa di datangi maminya Dewi untuk.belanja, turunlah Dewi dan Cika dan belanja.
Rara tidak terlalu dominan dalam WA grub We can do, kalau dilihat mereka semua sudah lama saling kenal, hanya Rara dan Rika saja yang baru di dalam, paling heboh Dini. Rara sebenarnya tak terlalu berminat dalam berkawan dengan mereka namun ambil untungnya saja. Hal yang buat tak nyaman adalah style persahabatan mereka.
Ari and the gank lebih terlihat jaga image banget. Dini yang selalu cari perhatian untuk mendapatkan perhatian dari Ari, Rara dan Rika yang seakan hanya sebagai pelengkap di dalam grub itu.
Ujian akhir semester satu pun akhirnya di jalani, Rara telah janjian dengan Dewi dan Putri untuk ketemuan di saat liburan akhir semester. Hari pertama ujian telah terlewati, Rara duduk-duduk dengan Rika di depan kampus sambil minum es, lewatlah Dini, Ari, Yosua dan Alex.
"Hai, Ra," Sapa Dini.
"Hai juga," sapa Rara.
"Liburan kemana ni? kalau gak ada kegiatan, pergi liburan denganku ya," ajak Dini.
"Aku diajak gak?" tanya Rika. Rika orangnya paling cuek, dan PD banget.
"Pastilah, kan kamu satu grub dengan kita," kata Dini.
"Maaf, aku sudah ada janji sendiri," jawab Rara.
"Sayang sekali Ra," kata Dini.
"Lain kali," jawab Rara sambil senyum.
__ADS_1
"Kalau Rara gak ikut, aku gak ikut juga deh," kata Rika.
Alex tertawa mendengar Rika.
"Gak apa-apa Rika, ikut aja kali," kata Ari.
"Gak ah," jawab Rika.
Dini dan teman-temannya pergi. "Ra, rencana liburan kemana? sama siapa?" tanya Rika.
"Kalau pas hari Natal ya sama keluarga, tapi sesudah Natal rencana dengan teman-teman SMAku, Dewi dan Putri,' jawab Rara.
"Kemana?" tanya Rika.
"Belum tau, temanku Dewi yang biasa handle dan ngatur semua, mobilnya dia," kata Rara.
"hmmm," gumam Rika.
"Pulang yuk," kata Rara.
"Ayuk," jawab Rika.
Putri lagi nyocokin catatannya dengan Miki dan Mika.
"Aneh loh kita duduk bareng pas kuliah, kok catatan beda," kata Mika.
"Beda karena kamu males nyatat, pas ulangan gini baru sibuk," kata Miki.
Putri tertawa, "Gua laper, abis ini cari makan yuk," ajak Putri.
"Boleh, mau makan apa?" tanya Miki.
"Gado-gado," jawab Putri.
"Di dekat sini aja," kata Miki.
"Bosan ah, ke rumah makan 99 yuk, nanti kita ketemuan di sana," ajak Putri.
"Wuih tempat makanmu juga yang keren-keren gitu, budgetnya gimana?" tanya Mika.
"Harganya sama, tapi tempatnya elit, ya sekali-sekali kesanalah," kata Putri.
"Gua lihat di FB Lu, lu emang biasanya nongki di tempat elit, sama kita dua aja lu merakyat," jawat Miki.
"Yah itu karena teman-teman gua, dan masa-masa SMA, makanya ku info tempat-tempat bagus tapi harga terjangkau," kata Putri.
"Oklah," kata Miki.
Sampailah Putri, Miki dan Mika di rumah makan 99, harganya sama saja dengan di warung biasa, "Hari ini gua yang traktir," kata Putri, tadi malam dia terima gaji pertamanya, sekarang Putri sudah bantu kerja di kantor keluarganya, merapikan catatan administrasi biodata karyawan.
"Wah, Putri ni, buat gua kaget aja begini," kata Miki.
"Yang penting, kalau berikut gua bilang tempat makan baru, kalian jangan parno dulu, harga pasti terjamin," kata Putri.
"Hehehe iya Put," jawab Mika.
Lagi nunggu pesanan, "Put, apa kabar"
"Kak Rio, apa kabar? kakak selama ini dimana? kuliah dimana?"
"Banyak banget yang ditanya dari adikku ini," kata Rio.
__ADS_1
"Abis ilang kabar gitu," kata Putri.
"Kan ada Irfan di sampingmu," jawab Rio.
Putri hanya senyum.
"Mana no hpmu, nanti pertanyaan mu semua ku jawab di WA, aku dah keburu," Kata Rio.
Putri langsung memberikan no hpnya, Rio langsung pamitan, dan mengusap keningnya Putri.
"Siapa dia?" tanya Mika.
"Kakak kelasku, dulu kalah saing dengan mantanku," kata Putri.
"Oooo," gumam Miki.
"Makanya gua bilang, kita makannya di tempat gimana gitu, biar ketemunya dengan yang lebih jugalah, gak terlalu high Class tapi ya baguslah, destiny kita yang mengadakan," kata Putri.
"Bener juga si kata Lo," kata Mika.
"Ok, fix kita rubah tempat nongkrong kita," kata Putri.
"Fix," kata Miki.
Handphone Putri berbunyi, WA dari Rio masuk.
"Hai Putri sayang, kakak kuliah di Universita Bangsa, semester tiga, jurusan ekonomi akuntansi, biasa mau lanjut usaha, saat ini masih jomblo, suer masih sendiri dan gak ada yang lagi usaha deketin, gantian kakak yang tanya Putri, kuliah dimana, sudah ada pacar atau masih lanjut dengan Irfan?" tanya Rio.
Putri membacakan pesan Rio ke Miki dan Mika, "Wuih, seakan pembahasan kedepan sudah bisa ditebak," kata Miki.
"Ku coba balas ya," kata Putri.
Putri balas chatnya Rio Aku kuliah di Sekolah tinggi perkantoran jurusan sekretaris baru semester satu, aku sudah putus dengan Irfan, aku masih sendiri juga.
Rio langsung membalas chat Putri, "Bisa dong jadi sekretaris ku, serius ni, untuk saat ini kita pendekatan saja dulu, nanti waktu yang menjawab," balas Rio.
Miki dan Mika langsung kaget membaca pesan Rio yang begitu terus terang dan spontan.
Putri akhirnya menyetujui, "Setuju, kita dua mencoba dulu, anggap pertemuan ini adalah takdir kita yang dipertemukan kembali," kata Putri.
"Ok, fix," jawab Rio.
Mika dan Miki tak berhenti bicara tentang Rio menebak-nebak sifat Rio.
Yosua menghubungi Rara, Natal mau kemana?.
Natal dengan keluarga cuma setelah Natal mau jalan dengan teman-teman SMA, tujuan belum tau nunggu info dari Dewi yang koordinir, mobilnya.
Ari kecewa banget kamu gak ikut kita, kayaknya aku juga malas pergi hehehe balas Yosua.
Janganlah bang, itu kan teman-temanmu, tapi darimu sajalah, balas Rara.
Aku sih ingin lebih dekat dan kenal kamu Ra, balas Yosua.
"Ini kan sudah kenalan," kata Rara.
WA grub Rara, Putri dan Dewi tiba-tiba berbunyi, Putri mengirim schreenshoot chat nya dengan Rio.
Dewi sudah mengirim berbagai bentuk sticker.
Rara yang sambil telponan dan membaca WA sempat terkaget dan tak konsen lagi bicara dengan Yosua yang tiap malam telepon.
__ADS_1
Bang, ikut saja alurnya, perkawanan Abang sama mereka, jalani lah, itu destinynya Abang, sudah ya bang, aku ada chat dengan teman-teman SMAku ini. Rara mengakhiri pembicaraan mereka.