Jejak

Jejak
PTS


__ADS_3

Hari Senin datang lagi, dengan jadwalnya Ujian Tengah Semester, artinya seminggu ini SMA Bakti pulang cepat dibandingkan saat kegiatan belajar mengajar.


"Bagas, kamu jangan buat contekan lagi ya," tegur Dewi saat Dewi lagi belajar bareng di kelasnya Rara.


"Nyontek gak, tapi kerja sama," Kata Bagas.


"Sama aja kali," kata Rara.


"Gua khawatir nilai gua jelek lagi, tiap mau ujian selalu gua gugupan," kata Putri.


"Tenang saja, kalau tegang malah apa yang dipelajari semua hilang nanti," kata Rara.


Bel tanda masuk kelas dan siap untuk ujian jam pertama dimulai,"gua cabut dulu ya, nanti istirahat kemari lagi," kata Dewi.


"Ok, dah, sukses ya," kata Rara.


Ujian hari pertama Matematika wajib, Rara. bahagia, semua materi yang dia pelajari keluar di ujian, Putri berusaha kerja apa yang dia bisa dan ingat duluan, Bagas juga demikian, namun Bagas melakukan kerja sama dengan John dan Ibrahim di belakang...


"Gila tadi pelajaran susah bingits," Kata Dewi.


"Iya susah makanya Bagas ramai di kelas," kata Putri.


"Biasa dia mah," kata Dewi.


"Ra, kalau kamu gimana, bisa kerja semua?" tanya Dewi.


"Bisa, Put ini saran saja, you bisa gak ijin gak jaga bazar saat ujian? ," kata Rara.


"Nah itu, saya juga pikir begitu, saya coba ya bicara, Rara langsung keluarkan ponselnya dan ketik ke Sartika, Minggu ini ku ijin gak ikut jaga bazar ya, nanti Minggu depan ku Doble **** deh," kata Putri.


"Ok, sip," kata Tika.


"Gua dah ijin," kata Putri.


"Sekalian juga ijin gak ikut belanja bazar, yg pergi sama Irfan itu," kata Rara.


"Oh iya," kata Putri langsung ketik lagi, " Fan, gua dah ijin gak jaga bazar minggu ini, Minggu depan dua kali shift, dan gua mau ijin juga gak ikut belanja bazar untuk minggu ini," kata Putri.


"Yah, kalau lu Gak ikut belanja, gua sama siapa dong belanjanya?" balas Irfan.


"Kamu kan dah lihat cara aku belanja kemarin, yah kamu nyoba aja ikut cara aku belanja," kata Putri.


"Oklah, dimaklumi karena ada Penilaian Tengah Semester," kata Irfan.


Bel menandakan ujian kedua akan dimulai kembali berbunyi, Putri agak tegang mengikuti ujian.


"Put, jika tenang kamu pasti bisa menyelesaikan dengan baik," kata Rara.


"Iya Ra, gua tegang bisa gak dapat nilai baik," kata Putri.


"Pasti bisa," Kata Rara.

__ADS_1


Pulang sekolah Putri merapikan rumah, siapkan makanan untuk malam lalu lanjut belajar, "Put, bagaimana tadi ujiannya?" tanya Tante.


"Ada yang bisa, ada yang gak untuk matematika wajib, tapi untuk mata pelajaran kedua bahasa Indonesia, saya si bisa Tante," kata Putri.


"Bagus Put, yang penting belajar, gak sah tegang, mana Tante tuntut kamu harus juara, utama kamu bisa dapat nilai di atas KKM sekolah saja dah bagus," kata Tante.


"Terima kasih Tante, Putri kadang takut kecewakan Tante," kata Putri.


"Kecewakan itu jika kamu gak jujur, gak berani hidup, suka melawan Tante," jelas Tante.


"Iya Tante," jawab Putri.


"Kamu selesai SMA, mau lanjut kemana Put?" tanya Tante.


"Tante, mau kasih kuliah?" tanya Putri.


"Yaialah, sejak Tante dan Om bilang kamu ikut kami, maka kami sudah sanggup urus kamu sampai nanti, kalau rumah tangga juga Tante tetap campur tangan jika ada hal yang gak beres," kata Tante.


"Jadi guru TK," kata Putri.


"Beneran?"tanya Tante.


"Iya, nanti biar kuliahnya di UT saja Tante, jadi bisa sambil kerja," kata Putri.


"Kerjanya jangan menyita, Tante bukakan kamu kios didepan ya," kata Tante.


"Iya," jawab Putri.


"Harapan Tante dulu mau jadi guru, sama juga alamarhum ibumu juga ingin ya jadi guru, tapi yangtimu bilang, jadi guru gajinya berapa, jadinya Tante kerja di bank, eh malah nikah lepas bank jadi ibu rumah tangga, dan mamamu hanya buka kios," kata Tante.


"Iya, Tante senang kamu mau jadi guru," kata Tante.


"Rara, Riris dan Rinli, tadi ujiannya bagaimana? besok ujian apa?" tanya Papa saat makan malam.


"Besok, Fisika dan agama," jawab Rara.


"Besok, IPA dan IPS," jawab Riris.


"Kalau aku juga besok IPA dan IPS," jawab Rinli.


"Tadi ujiannya bagaimana bisa?" tanya Papa.


"Bisa Pa," serentak mereka bertiga menjawab.


"Bagus, Papa gak mau jika nilai ujian bisa sampai anjlok ya," kata Papa.


"Iya Pa," jawab Mereka bertiga.


"Jojo, belajar, jangan hanya main HP, Mami ambil HPmu," Mami langsung tarik HPnya Jojo dari belakang.


"Yah Mami," kata Jojo.

__ADS_1


"Belajar," marah Mami.


Jojo dengan langkah gontai mengambil buku pelajaran dan belajar, Jojo sebenarnya pintar, jadi sebentar saja belajar semua sudah terserap di otaknya.


"Dewi, jangan lupa belajar ya," chatting Bagas.


"Tumben kamu chatt," kata Dewi.


"Karena aku tau, kamu pasti gak ada yang ingetin," kata Bagas.


"Kamu sendiri ada yang ingatkan?" tanya Dewi.


"Adalah, mamaku masih cerewet tiap hari," kata Bagas.


"yayaya," balas Dewi.


"Mama kamu sekarang lagi dimana?" tanya Jojo.


"Lagi kerja," jawab Dewi.


"Ya sudah kamu harus belajar yang baik, agar bisa kerja di tempat yang bagus," kata Bagas.


"Iya bilang aja, gak seperti mamamu, kerja di tempat seperti itu," kata Dewi.


Alasan Dewi dan Bagas putus adalah, karena pekerjaan mamanya Dewi.


"Frang, tadi ujian bisa?" tanya mamanya.


"Bisa ma, tanya aja Tia," kata Frangky.


"Tia juga bisa ma," Jawab Tia.


"Bisa fokus kamu?"Tanya Frangky.


"Bisa, emang kenapa kak?" tanya Tia.


"Ku lihat, kamu tersiksa sejak Duelnya Bima dan Jojo," kata Frangky.


"Gak kok kak, aku aman-aman aja, jalan di depan masih panjang, semua masih bisa berubah, aku gak harap sekali akan nikah sama Bima," Kata Tia.


"Iya, mama juga gak harap, mama gak suka gaya keluarganya, apalagi mamanya Bima, hanya dokter umum saja sok," kata mamanya Frangky.


"Irfan, kamu jangan main terus di Bude, jangan lupa belajar, nanti mama kamu tersinggung dikira kamu lebih dekat sama bude," kata Bude.


"Emang aku dekat sama bude dari kecil," Kata Irfan.


"Dulu kan karena kamu gak ada yang jaga, sekarang kamu sudah besar, kamu harus bisa jaga perasaan mama kamu," kata Bude.


"Iya Bude, ntar lagi Irfan pulang," kata Irfan.


"Belajar ya, kamu lagi ujian kan?" tanya Bude.

__ADS_1


"Iya Bude lagi ujian," kata Irfan.


Lain hal Bima, tak ada yang bertanya, tentang ujiannya, belajar sendiri di kamar, dia hanya pandangi ponsel yang sunyi, dengan foto background fotonya dengan Rara. Mama dan papanya sibuk kerja, teman gak punya, pacar yang dia sayangi telah lepas dari genggamannya.


__ADS_2