Jejak

Jejak
Peziarah


__ADS_3

Setiap langkah yang telah dilewati akan menjadi jejak yang kita tinggalkan. Jejak yang akan diikuti oleh sesama, anak atau cucu kita nanti. Pastikan untuk kita meninggalkan jejak yang indah di dalam hidup ini.


Rara akhirnya selesai maju sidang, dengan wajah berseri dia keluar dari ruangan sidang, Jojo sudah menunggu di depan, tanpa malu Rara menghampiri Jojo dan memeluknya erat. Semua temannya di depan ruangan kaget melihat penampakan, sedari tadi mereka hanya bertanya di dalam hati siapa gerangan pria ini.


"Sudah lama?" Tanya Rara.


"Setengah jam," Jawab Jojo.


"Lancar?" Tanya Jojo.


"Lancar," Jawab Rara.


"Puji Tuhan, selesai wisuda langsung nikah ya," Kata Jojo.


Rara membelalakan matanya.


"Jawab," Kata Jojo.


"Ok," Jawab Rara.


Jojo tertawa.


*Ari tau hari itu Rara maju sidang, diapun datang namun ketika sampai di area dekat ruangan sidang, Joshua menarik tangannya,"Tak usah ke sana, ada Jojo yang sudah mendampinginya." *


Ari tetap tidak puas, akhirnya ditemani Joshua, Dini dan Alex mereka duduk santai sambil menanti Rara keluar, tak disangka pemandangan yang dilihat Rara begitu mesranya dengan Jojo.


"RI, kita jalan yuk," Ajak Joshua.


Ari hanya senyum dan langsung jalan.


"Kamu ke kampus pakai mobil online kan?" Tanya Jojo.


"Iya, pesanmu begitu," Kata Rara.


"Tumben dengar-dengaran," Kata Jojo.


Rara hanya senyum.


Mereka masuk dalam mobil, "Telepon Mami," Kata Jojo.


Rara menelpon Mami.


"Hallo Mi," Rara menyapa dengan wajah gembira.


"Hallo, aduh anaknya Mami wajahnya segar sekali," Kata Mami.


"Sudah selesai sidang Mi, lancar," Kata Rara.


"Puji Tuhan, langsung daftar persiapan nikah ya," Kata Mami.


"Baik Mi," Jawab Rara.


"Sip, begitu Mami senang dengarnya," Kata Mami.


Rara senyum.


"Hati-hati di jalan," Kata Mami.


"Iya Mi," Rara dan Jojo sama-sama bersuara.


Rara tiba di rumah, "Puji Tuhan Ma, sudah selesai," Rara langsung memeluk mamanya.


"Puji Tuhan," Kata mamanya.


"Jo, kamu sehat? Bawa mobil," Tanya Mami.


"Sehat Ma," Jawab Jojo.


"Mau makan apa Jo?" Tanya Mama.

__ADS_1


"Makan apa saja," Jawab Jojo.


"Mami masak sayur tumis jantung pisang dan ikan goreng," Kata Mama.


"Enak tu Ma," Kata Jojo.


Rara membantu mamanya menyiapkan meja makan, sambil makan Jojo menyampaikan rencana untuk lamaran dan pernikahan.


"Mama nanti bicara dengan bapaknya Rara dulu tentang rencana kalian," Kata Mama.


Bagitu Jojo pulang, langsung Mama bicara, "Cepat sekali kau akan menikah Ra."


"Mami dan Jojo yang menginginkan cepat pernikahan," Kata Rara.


"Kita dengar pendapat bapakmu," Kata Mama.


Malamnya saat semua sudah berkumpul makan malam, Mama menyampaikan rencana dari Jojo dan Mami tentang pernikahan.


"Cepat sekali Mbak," Kata Rinly.


"Mbak, kamu sudah yakin mau nikah dengan Jojo?" Tanya Riris.


"Papa sebenarnya kaget terlalu cepat, tapi jika memang jalan hidupmu seperti ini ya sudah, asal jangan lupa adik-adikmu," Kata Papa.


"Jadi Papa setuju untuk percepatnya pernikahan?" Tanya Mama.


"Setuju," Jawab Papa.


"Ra, kamu cinta Jojo?" Tanya Mama.


Rara sempat diam.


"Mbak gak cinta, cuma mbak sudah gak ada pilihan, dan pilihan terbaik adalah dicintai," Kata Riris.


"Mau bilang cinta gak sebanyak dulu ketika aku cinta ke mantan-mantanku, bilang gak cinta, tapi ada rasa sayang, ada rasa suka," Kata Rara.


"Mbak yakin mau nikah?" Tanya Rinly.


"Yakin," Jawab Rara.


"Ok, selesai pembicaraan kita, kalau mbak sudah siap," Kata Riris.


Keesokan harinya mami langsung datang ke rumah, bertemu mama dan Rara. "Jojo bilang sudah cerita, bagaimana jawabannya?" Tanya Mami.


"Bapaknya Rara setuju jika dalam waktu dekat ini daftar pernikahan mereka," Kata Mama.


"Puji Tuhan, kalau gitu hari Sabtu ini lamaran ya, Mami sudah siapkan semua," Kata Mami semangat.


Jadilah hari Sabtu dalam Minggu yang sama saat Rara maju sidang, Rara dilamar Jojo. Putri dan Dewi mengenakan baju batik seragam, mereka sebagai penerima tamu.


Rencana pernikahan diadakan setelah Rara wisuda. Jadi sebulan dari hari lamaran mereka.


Malam hari setelah lamaran itu, Raka mengajak Putri untuk berlibur.


"Put, kita liburan yuk, jalan kemana gitu," Ajak Raka.


"Kamu aja yang pergi liburan," Kata Putri.


"Nanti selesai wisuda, kita sebenarnya mau seperti apa si, kamu lihat Rara akhirnya ambil keputusan nikah sama Jojo walau gak terlalu cinta, kamu gak bisa nyoba jalan bersama denganku?" Raka bertanya dengan nada yang kesal.


Putri menarik napas dalam-dalam dan segera ke kamarnya. Raka menahan dirinya dengan diam. Putri masih tak bisa menerima keadaan yang harus diterimanya. Putri masih menangis dalam diam.


Besoknya Putri pergi ke kampus mempersiapkan wisudanya, Rara sibuk persiapan pernikahan, Dewi siap mengurus kepindahannya untuk mendampingi Bagas.


Setelah dari kampus Putri pergi ke kantor, dilihatnya Raka sedang memarahi karyawannya, hingga semua pada berbisik diluar ruangan.


Saat sore hari jamnya minum teh, Putri membuatkan minum untuk Raka, diketuknya pintu ruangan Raka.


"Permisi," Kata Putri.

__ADS_1


Raka melihat ke arah pintu, sempat kaget tak pernah Putri mengantarkan minum ke ruangannya.


"Kenapa marah-marah?" Tanya Putri perlahan.


Raka hanya diam melihatnya.


"Masalah rumah jangan dibawa ke kantor," Kata Putri.


"Kamu khawatir usahamu bangkrut?" Tanya Raka.


Gantian Putri yang diam dan melihat Raka.


"Aku hanya kesal dan lelah," Jawab Raka.


Putri ke arah kaca sambil melihat keluar jendela kantor dari ketinggian yang jauh.


"Mas, kalau lihat dari sini seakan jauh dan tinggi sekali tak bisa dicapai, begitulah perasaanku, ketika cintaku pergi aku tak bisa lagi merasakan cinta, jangan terlalu memaksakan diri, namun jika memang tetap mau komitmen untuk tetap dalam pernikahan ini, maka biarlah kita berjalan seperti ini, hingga nanti kita lihat," Kata Putri.


"Aku cuma minta kita berdua liburan," Kata Raka.


"Baiklah, selesai aku wisuda," Jawab Putri.


Putri langsung keluar dari ruangannya Raka.


Di kampusnya Cika, Rian sedang ajak Cika berbicara tentang hubungan mereka.


"Cika, jadi kamu yang jalani usaha cafe dan sanggar?" Tanya Rian.


"Iya, lagipula temani mami juga," Jawab Cika.


"Kamu mau nunggu kita kerja dua tahun dulu baru kita nikah, sambil kumpul uang," Kata Rian.


"Ok, aku sih gak masalah, kalau jodoh gak kemana," Kata Cika.


Rian merasa lega dengan tanggapan Cika tentang rencana hubungan mereka.


Dewi sudah sibuk urus surat kepindahan domisili di dinas pendidikan. Bagas juga sudah gak sabar untuk bersama Dewi, dia selalu menanyakan perkembangan mengurus segala sesuatunya.


Akhirnya wisuda Rara, Dewi dan Putri berjalan lancar. Malam sebelum keberangkatan Dewi, mereka kumpul di cafe.


"Kita akan tetap saling komunikasi kan?" Tanya Putri.


"Iya," Jawab Dewi.


"Kamu gak hadir di pernikahanku," Kata Rara dengan lemas.


"Maaf, tiketnya yang murah tanggal segitu," Kata Dewi.


"Aku kok sedih ya," Kata Putri.


"Pesanku untukmu Put, Raka itu baik, jangan sia-siakan dia, belajarlah untuk mencintainya," Kata Dewi.


"Pesan untukku?" Tanya Rara.


"Jojo ternyata benar mencintaimu, cuma kayaknya kamu harus sabar menghadapi Jojo," Kata Dewi.


"Lalu pesan untuk orang yang berangkat?" Tanya Cika.


"Jaga kesehatanmu, hati-hati di rantau," Kata Rara.


"Aku gak bisa kasih nasehat apa-apa, aku merasa kita semua akhirnya harus berjalan memasuki dunia kerja, dunia kehidupan rumah tangga, dengan segala cerita baru," Kata Putri.


"Begitulah Put, setelah perjalanan yang panjang pada akhirnya kita tetap harus berjalan, kita adalah peziarah, yang meninggalkan jejak untuk adik-adik kita, untuk rekan kita, jejak untuk diikuti atau hanya untuk dikenang," Kata Rara.


Perjalanan Rara, Dewi dan Putri masih panjang, masih banyak jejak yang akan dibuat oleh mereka dalam peziarahan di bumi ini.


Terima kasih telah mengikuti Novel Jejak hingga selesai.


Tamat

__ADS_1


__ADS_2