Jejak

Jejak
Lepas


__ADS_3

Ternyata hati tak bisa berdusta,meski Rara mencoba bertahan tapi goyah juga.


Sore itu Jojo jemput Rara seperti biasa untuk pergi les, di tempat les pun Rara masih seperti biasa, belajar dengan serius.


Pulangnya, Jojo ajak Rara makan, "Ra, makan yuk."


"Ok, makan apa?" tanya Rara.


"Maluku apa?" tanya Jojo.


"Aku lagi gak mau makan apa-apa," kata Rara.


Jojo menarik napas panjang, dia melakukan mobil, mencari taman kota terdekat biasa banyak mobil yang parkir, tempat spot foto-foto keluarga, ada banyak orang jual makanan di emperan, Rara tidak bertanya kenapa mereka pergi ke jalan yang biasanya mereka tak lalui ketika pulang les.


"Ra," panggil Jojo.


"Ya," jawab Rara sambil lihat keluar jendela.


"Ra, kita disini dulu ya," kata Jojo.


Rara baru sadar dia lihat kedepan dan ke Jojo, "Dimana kita?" tanya Rara.


"Taman kota," kata Jojo.


"Awas ada satpol PP," kata Rara.


"Lihat tu banyak keluarga yang datang, dan foto-foto, bukan taman kota sembarangan," kata Jojo.


"Lalu kita berhenti disini, kamu mau makan apa?" tanya Rara.


"Berhenti disini untuk diam dulu, aku ingin beri waktu untukmu bicara soal Bima," kata Jojo.


Rara menarik napas dalam-dalam dan menyandarkan kepalanya sambil melihat keluar jendela lagi.


"Gak ada yang perlu yang dibicarakan lagi Jo," kata Rara.


"Tapi you simpan semua di hati, gak mau makan, bekal di kasih ke Putri, sering melamun, lebih banyak diam," kata Jojo.


Rara diam, air matanya mengalir pelan membasahi pipinya.


"Gua kasih lihat Lo ya," Jojo mengambil ponselnya, dia Video Call Bima.


"Hallo Bim, lagi ngapain?" tanya Jojo.


"Lagi di luar, lagi makan, kenapa?" tanya Bima.


"Makan dimana? sama siapa? bisa gabung?" tanya Jojo.


"Kapan-kapan Jo kita makan bareng ya, malam ini gak bisa," kata Bima.


"Why?" tanya Jojo.


Perasaan Bima sudah gak enak, dia ingat hari ini hari lesnya Jojo dan Rara.


Bima gak jawab apa-apa, tiba-tiba ada suara, "Mas Bima mau makan apa?"


Bima menatap tajam Jojo, Jojo hanya senyum," Ok I ngerti." Jojo mematikan Video Call itu.


Rara langsung noleh ke Jojo,"Jo, you dah tau dia makan malam dengan tu cewek kan, lalu untuk apa tunjukin ke aku?" tanya Rara.


"Apa pernah dia ajak kamu makan diluar seperti itu? gak kan? dia aja sudah bisa santai makan dengan dengan ceweknya, kamu masih melamunkan dia," Kata Jojo.

__ADS_1


"Itu urusanku," kata Rara.


"Kalau urusanmu, di depanku jangan melamun, jangan malas makan, kembali giat belajar, siap untuk kenaikan kelas tiga dan siap untuk masuk perguruan tinggi negeri," kata Jojo.


Tanpa mereka sadar suara mereka sudah sama-sama meninggi.


Rara tidak ada tenaga untuk melawan Jojo, akhirnya dia cuma nangis, sambil terisak dia bilang "Jahat kamu Jo."


"Biar jahat, yang gua mau, kamu nangis sampai lega setelah itu siap kembali menjalani kehidupan, bukan pura-pura kuat tapi hancur di dalam," kata Jojo.


"Kalau mata gua bengkak, mau bilang apa ke mama?" tanya Rara.


"Bilang aja tadi jatuh, kepukul lutut sakit banget trus nangis," kata Jojo.


"Jo, gua sakit hati sama Bima," kata Rara.


"Ya udah biarin, dah putus juga," kata Jojo.


Bima Video Call Jojo, "Tuh anak ngerti tadi gua mancing dia, dia balik video call gua, biarin aja," kata Jojo.


"Diamin aja Jo, gak sah angkat, dia tu Cemen jadi cowok," kata Rara.


"Baru sadar kalau dia Cemen," kata Jojo.


Rara akhirnya berhenti nangis juga, "Sudah lega?" tanya Jojo.


"Sudah," kata Rara.


"Kita cari makan sekarang, mau makan apa?" tanya Jojo.


"Bakso," kata Rara.


"Ok, habis ya, kalau gak gua lapor mami," kata Jojo.


"Ra, Selfi dulu dong," kata Jojo.


"Jo, kalau selfi-selfi nanti cewek lo bilang apa," kata Rara.


"Sudah tenang Aja," kata Jojo.


Jojo memang lagi gak ada pacarnya, segera dia posting status WAnya foto Selfi dia dan Rara di mobil, captionnya "Nyari dinner yang enak biar hati ni cewek senang."


Orang pertama yang lihat Bima.


Di grub Basket, Bagas langsung komen," kayaknya mata tu cewek sembab deh."


"Alah, macam bisa lihat aja lu," balas Didi.


"Bener, gua kan sekelas sama dia, hari-hari tau matanya, malam ini ada yang beda, lagipula kayak gak semangat selpi," kata Bagas.


"Gak ada tanggapan, yang post lagi nyupir," kata Irfan.


Jojo membawa Rara ke tempat jualan bakso yang biasa maminya beli, "Disini enak Ra, mami suka beli disini," kata Jojo.


"Oh iya, mari kita coba, nanti foto kirim ke mami," kata Rara.


Sambil nunggu pesenan datang, Jojo lihat WA grub Basket SMA Bakti, dia mulai membalas, "Sudah ah, pencahayaan aja buram, mana tau sembab atau gak matanya, gak sah kepo," kata Jojo.


"Jadinya makan di daerah mana kalian?" tanya Irfan.


"Di Putaran satu," kata Jojo.

__ADS_1


"Jauh dari tempat les," kata Irfan.


"Gak apa-apa sekali-skali main jauh," kata Jojo.


Bakso datang, Rara dan Jojo makan dengan lahap, Bima kesel sekali dia sadar video call tadi adalah pancingan Jojo untuk tunjukin ke Rara bahwa dia sedang dengan Tia.


Besok pagi di sekolah, "Ra, gua dengar tadi malam you makan bakso sama Jojo?" tanya Putri.


"Tau darimana?" tanya Rara.


"Ramai di grub Basket," kata Putri.


"Jaringan Lo jauh juga sampai di grub Basket," kata Rara.


"Masalahnya, katanya Bima ajak duel Jojo," kata Putri.


"Duel apa?" tanya Rara.


"Main Game online," kata Putri.


"Taruhannya?" tanya Rara.


"Gak tau apa," kata Putri.


"Apa hubungannya dengan makan bakso?" tanya Rara lagi.


"Karena Bagas bilang kayaknya mata lo sembab di foto ya g di posting Jojo, lagipula captionnya Jojo, cari makan agar ni cewek senang," jelas Putri.


Rara terdiam berusaha mencerna semua, dan ia sadar, kemarin Jojo Video call Bima, dan Bima sadar itu adalah jebakan, tapi Jojo tau darimana ya kalau Bima lagi dengan Tia.


Pelajaran hari ini menyenangkan 😀, Rara berhasil mendapat nilai bagus terus di setiap kuis, Putri ya sedang-sedang tapi gak remedial. Bel istirahat pertama pun berbunyi, Dewi datang ke kelasnya Putri dan Rara.


"Kalian tau, seharian ini Bima marah-marah, gak pernah seperti itu, dia bahkan sampai bentak Irfan," cerita Dewi.


"Wi, sudahlah gak sah cerita Bima disini, dia sudah di skip dari kehidupan kita berdua," kata Putri.


"Yah kan, cerita aja," jawab Dewi.


"Ra, bisa gak kita bicara," Frangky datang ke mejanya Rara.


"Bicara disini aja gak apa-apa," Kata Rara.


"Bukan disini, tapi kita berdua," kata Frangky.


"Ok," Rara berdiri, mereka ke bagian belakang kelas.


"Ada apa?" tanya Rara.


"Apa hubunganmu dengan Jojo?" tanya Frangky.


"Apa harus ku jelaskan ke kamu?" Rara balik bertanya.


"Apa salahnya jika kamu cerita dan jawab baik-baik?" tanya Frangky lagi.


"Bagiku, aku gak perlu harus menjelaskan ke kamu kenapa aku dekat dengan siapa saja," kata Rara.


"Baiklah," kata Frangky.


"Frang, ini yang gua bilang pertemanan kita gak sehat, walau hanya teman perjalanan, kamu lihat adikmu galau, kamu kesel dengan yang dibuat Jojo, kamu langsung tanya aku, aku gak bisa pura-pura baik sama kamu Frang, jika kamu takut Bima kembali denganku itu gak akan terjadi, lebih baik urus urusanmu sendiri, gak sah ikut campur urusanku," Kata Rara langsung pergi.


Semua yang dibicarakan Rara benar adanya, adiknya Tia gelisah apalagi tau Bima dan Jojo akan berduel games online, ntah apa yang jadi taruhan, ada yang buat Bima marah sekali sejak makan malam, setelah terima video call dari Jojo.

__ADS_1


Frangky memang memikirkan adiknya, apakah kuat menghadapi kenyataan bahwa Bima masih sangat sayang Rara. Sedangkan Rara sudah berhasil lepas dari rasa sedih.


Jadi intinya ini adalah tentang Melepaskan.


__ADS_2