Jejak

Jejak
Hati Rara


__ADS_3

Jam pelajaran pertama dimulai, seluruh OSIS dipanggil di ruang aula, mau mendengar pengarahan dari pembina OSIS.


"Ingat ya, boleh kalian sibuk bazar tapi jangan lupa kerjakan PR, jangan telat ke sekolah," Kata Pak Ari.


Tujuan OSIS SMA Bakti mengadakan bazar untuk dana persiapan rapat kerja OSIS yang baru dan pembubaran OSIS lama.


"Mana jadwal penjaga bazar?" tanya Pak Ari.


Sartika sekretaris OSIS maju memberikan copyan jadwal jaga bazar ke Pak Ari.


"Ok, mulai hari ini saya pantau proses bazar ini," kata Pak Ari.


Pak Ari keluar dari ruangan rapat, Sartika mulai membagikan jadwal menjaga bazar kepada setiap anggota OSIS. Putri lihat jadwal dia seminggu dua kali setiap hari Selasa dan Kamis, ini baru hari Rabu, artinya belum tugas dia.


"Ingat ya, tidak boleh ganti-ganti atau tukaran penjaga bazar, karena mau hitung-hitungan soal uangnya juga, siapa yang jaga hari itu adalah tanggung jawabnya," kata Sartika.


Ponsel Putri bergetar, Putri lihat di layar WA dari Irfan.


"Put, ternyata hari ini belum jadwalmu jaga bazar," kata Irfan.


"Iya." jawab Putri.


"Kalau gitu ntar pulang sekolah temani aku belanja untu keperluan jualan di bazar," kata Irfan.


"Motorku?" tanya Putri.


"Ya nanti you pulang dulu, nanti I jemput," kata Irfan.


"Bukannya bagian belanja ada teamnya?" tanya Putri.


"Iya ada," kata Irfan.


"Kayaknya dalam team ada cewek-ceweknya juga, dan mereka lebih pinter milih barang," kata Putri.


"Iya, tapi sekarang lagi tugasku," kata Irfan.


"Kami sama siapa harusnya? kalau belanja banyak perlu tukang angkut juga kan?" tanya Putri.


"Coba gak sah tanya, kamu kan janji akan tepati kalau gua minta tolong," kata Irfan.


"Ok," jawab Putri.


Putri mengerutkan kening, dia beranikan diri mendekati Sartika.


"Tika, gua boleh tanya gak?" tanya Putri.


"Tanya apa?" jawab Sartika.


"Boleh tau susunan team yang bertugas belanja, atau masak untuk bazar?" tanya Putri.


"Adanya team belanja aja, yang olah masakan dan minuman ada budenya Irfan kita tinggal bagi hasil tapi gak mahal-mahal tetap untung OSIS," jelas Sartika, sambil menyerahkan daftar jadwal belanja dan barang yang harus dibeli ke Putri.


Putri membacanya, ternyata yang tugas belanja hari itu Irfan dan Lia, kenapa Lia gak ikut belanja hari itu.

__ADS_1


"Lia yang ditulis ini anak kelas X IPS 1?"tanya Putri.


"Iya, pacarnya Irfan, makanya gua pasangkan mereka di tiga belanja," kata Sartika.


Putri bergegas foto jadwal belanja.


"Kenapa si Lo pengen tau jadwal tugas belanja?" tanya Sartika.


"Ada sesuatu Tik, thank you ya," ucap Putri sambil mengembalikan jadwal tersebut.


Putri kembali memainkan ponselnya sambil berjalan kembali ke kelas, "Fan, hari ini tugas belanja Lo dan pacar Lo, Lia ikut kan ntar sore?" tanya Putri.


"Dia gak ikut, gak sah banyak tanya," jawab Irfan.


Putri kesel lalu berjalan masuk ke kelas, ternyata sudah jam istirahat pertama.


"Gimana rapatnya?" tanya Rara.


"Akan ada bazar dari Osis, selama sebulan, dan gua bertugas jaga setiap Selasa Kamis," kata Putri.


"Asik dong, semakin terkenal," kata Rara.


"Maksudnya?" tanya Putri.


"Banyak mata memandang, ajang jual nampang hehehe," ganggu Rara.


"Ah Lo," kata Putri.


"Belum," jawab Putri.


"Makan bekalku ni," kata Rara.


"Lalu kamu?" tanya Putri.


"Gak apa-apa, ku masih kenyang," kata Rara.


Putri makan dengan lahap bekalnya Rara, enak banget, Ntah kenapa Rara gak napsu makan setelah putus dari Bima, hatinya masih rasa sakit, namun gak nyaman mau cerita, gak nyaman mau nangis, kayak besok dah mau nikah saja lalu bubaran.


Frangki tiba-tiba di depan meja Rara dan Putri, dan memberikan buah apel ke Rara, "Kalau gak makan nasi, makan buah setidaknya," kata Frangki.


"Terima kasih," ucap Rara.


Frangki langsung kembali ke tempat duduknya sambil membaca buku.


"Awas Lo, Lo makan tu apel langsung Lo berubah menjadi putri tidur dan harus dibangunkan oleh cinta sejati," goda Putri.


"Ah Lo, bisa aja," kata Rara.


Tergiur juga apelnya, Bagas datang setelah berkelana kesana kemari, "Put, tumben Lo bawa bekal," kata Bagas.


"Punya Rara, gua dikasih," kata Putri.


"Enaknya," kata Bagas.

__ADS_1


Bagas kembali ke tempat duduknya, lalu mengeluarkan ponselnya dan mengchat Jojo,"Rara gak makan bekalnya dia berikan ke Putri, dia hanya makan apel," kata Bagas.


Mata Bagas sempat melirik Frangki, sempat hatinya terusik melihat Frangki makan apel juga.


Jojo membaca WA dari Bagas, dia hanya tarik napas dalam-dalam.


"Kenapa kak ?" tanya Cinta, cewek kelas X yang lagi gethol PDKT dengan Jojo.


"Gak apa-apa," kata Jojo.


"Dari tadi kakak hanya diam, main HP," kata Cinta.


"Kalau Lo bosen, pergi sana, gak ada yang suruh lo kesini," kata Jojo.


"Kak Jojo jahat," kata Cinta yang langsung berdiri dan berjalan meninggalkan Jojo.


Jojo memang banyak yang mendekatinya, namun dia juga pemilih, kalau yang nyaman ya dia terima, namun sepanjang dia di SMA, pacar terlamanya adalah dua bulan, sebab lebih dari itu Jojo merasa jenuh, dan ada saja ketidakcocokan.


Bima di dala kelas hanya duduk pakai hetset, hari itu ceweknya Tia, tidak lagi mengunjunginya, ternyata Bima sudah melarangnya tadi pagi saat perjalanan ke sekolah, "Tia, sebentar istirahat gak sah ke kelasku ya, kamu main saja dengan teman-temanmu, cari teman yang setingkat denganmu," kata Bima.


"Ok," kata Tia. l


"Nanti pas pulang sekolah, kamu tunggu saja di parkiran samping mobil ini, nanti pasti ku datang, Karena ku gak selalu pulang telat," kata Bima.


"Ok," jawab Tia.


Bel pulang sekolah berbunyi, Rara berjalan keluar pagar sendiri, Bima melihat dari jauh, Rara naik ke bisnya, sebelahnya kosong, namun tiba-tiba Frangki duduk, "Kamu kalau jalan Cepet juga ya," kata Frangki.


"Panas, ngapain lama-lama di sekolah," kata Rara.


"Kalau jalan pulang, barengan dong, kita kan satu bis," Kata Frangki.


"Ok, mulai besok, tapi gua gak sabaran untuk nunggu, dan gua gak nyaman jika orang nungguin, apalagi yang nunggu teman yang baru ku kenal," tegas Rara.


"Iya,ya, nanti lama-lama nyaman juga kok, masih setahun loh kita bisa barengan," kata Frangki.


"Woy, berdua, sejak kapan akrab," dari belakang suara Bagas mengagetkan mereka berdua.


"Sejak hari ini," jawab Frangki.


"Gak tau malu lo ya Frang, adiklo rebut Bima, kok Lo santai dekatin Rara," kata Bagas.


"Itu urusan adik gua, bukan urusan gua," kata Frangki.


Rara malas tau, dia menolehkan kepalanya lagi ke arah jendela, dia lihat jalanan yang penuh ramai kendaraan, seramai otak dan hatinya yang rasanya banyak hal yang ingin ditumpahkan jika mendengar nama Bima.


Apa yang sebenarnya ingin dia tumpahkan?


Sejuta jejak rindu yang tak dapat diucap,


Sejuta jejak kangen yang harus dikecap.


Sejuta jejak sedih yang hanya diresap.

__ADS_1


__ADS_2