
Hari Sabtu pun tiba. hari yang di nantikan hampir semua anak SMA Bakti, Bima dan Jojo duel games online sepulang sekolah di warnet Melati dekat sekolah, dari pagi semua anak pada ramai membicarakan, bahkan ada yang memasang taruhan.
"Gua pegang Bima," kata Bibim.
"Gua pegang Jojo," kata Didik.
"Jojo mah memang di basket belum tentu di games online," kata Rian.
"Ra, you dah tau apa yang mereka taruhhkan dalam games online?" tanya Dewi saat jam istirahat.
"Belum, apaan?" tanya Rara.
"Bohong lu, masakh gak tau," kata Dewi.
"Eh, ngomongin apa?" tanya Bagas.
"Biasa yang lagi hot-hotnya ini," kata Dewi.
"Duel?" tanya Bagas.
"Iya, kamu ada dengar sesuatu dari Jojo?" tanya Dewi.
"Gak, Jojo mah santai, Bima yang mukanya tegang banget, tadi pagi di parkiran pas gua papasan, ceweknya Tia tu abis dimarahin karena lupa barang di dalam mobil, jadi Bima harus kembali buka mobil," Cerita Bagas.
"Dia gak pernah marah Rara selama pacaran ya kan Ra?" tanya Putri.
"Gak pernah," Kata Rara.
"Dia memang hanya sayang sama Rara," kata Dewi.
"Dimana dia di kelas, di pelajaran?"tanya Rara.
"Menurun, pernah dia melamun, ditegur guru, lupa kerja PR, semua anak kaget, seorang Bima lupa kerja PR," cerita Dewi.
"Gua sih dukung Jojo," kata Bagas.
"Gua juga," lanjut Putri.
"Sama, gua juga," kata Dewi.
"Kalau Lo Ra?" tanya Dewi.
"Gua gak tau dukung siapa, gua gak bisa milih," kata Rara.
"Dari hati terdalam, kamu pilih siapa?" tanya Putri lagi.
"Jojo," jawab Rara.
"Bima tu Cemen, Bima tu anak mama, ortunya aja gak dukung kamu," kata Dewi.
"Iya," jawab Rara.
"Ra, gua mau bicara," panggil Irfan dari luar kelas.
Rara kaget, pelan-pelan dia berdiri.
"Cepeten, ntar lagi dah masuk kelas," bentak Irfan.
"Pelan dikitlah, gak sah bentak," kata Putri.
Putri langsung keluar kelas.
"Mereka sekarang dekat?" tanya Bagas.
"Kayaknya, berapa kali saya lihat mereka berdua bareng," kata Dewi.
"Aneh sih, b
setelah ribut di parkiran, malah jadi dekat," kata Rara.
"Iya, aneh," kata Dewi.
"Kalian gak pernah tau, isi hati orang dan jalan hidup orang," kata Bagas.
Bel pulang sekolah berbunyi, beberapa siswa SMA bakti sudah nongkrong duluan di warnet Melati.
__ADS_1
"Gas, Lo rencana nonton mereka duel?" tanya Rara.
"Iya," kata Bagas.
"Put hari ini bisa gak Lo bantu gua?" tanya Rara.
"Bantu apa?" tanya Putri.
"Temani gua dia cafe Coklat, nanti bonceng gua ya ke halte untuk nunggu bis setelah mer ka duel," kata Rara.
"Ok, bisa," jawab Putri.
"Gas, gua Video call, Lo harus di depan, gua pantau lewat VC," kata Rara.
"Ok," jawab Bagas.
"Baterai lo full kan?" tanya Rara.
"Tenang bisa cas di warnet," kata Bagas.
"Semoga semua aman," kata Rara.
Rara siang itu di bonceng Putri, nongkrong di cafe Coklat, Frangky melihat dari jauh, dia tau Rara sekarang sudah betul-betul menghindarinya. Frangky terkaget melihat ponselnya berdering.
"Hallo Tia, ada apa?" tanya Frangky ke adiknya.
"Kakak, dimana? ke warnet Melati yuk, gua gak paham ni, Bima mau duel games deng Jojo," kata Tia.
"Mereka duel itu untuk Rara, pokoknya ada kaitannya dengan Rara," kata Frangky.
"Malu dong gua disini, cowok gua malah taruhan untuk cewek lain," kata Tia.
"Iya memang, kamu malu banget, jadi lebih baik kamu keluar nyebrang, pulang sama kakak pakai bis," kata Frangky.
"Ok, aku keluar sekarang," kata Tia.
Tia menghampiri Bima,"Aku pulang sama kakakku," kata Tia.
"Ok," jawab Frangky.
Tia langsung keluar warnet dengan muka cemberut, dia nyebrang dan menemui kakaknya di depan sekolah lalu mereka jalan berdua menuju halte menunggu bis.
"Siap," kata Bima.
Maka mulailah duel mereka, satu jam di habiskan di warnet sesuai kesepakatan mereka.
Rara tegang juga nonton lewat Video Call,
Putri hanya diam ikutan tegang, Irfan datang ke Rara dan Putri.
"Nongkrong disini gak ajak-ajak," kata Irfan.
"Kamu yang aneh, semua cowok kebanyakan di sebelah, kami kan hanya pantau dari jauh," kata Putri.
"Fan, kok kalian dua sekarang dekat, padahal waktu di parkiran, berantem besar," kata Rara.
"Apa salah?" tanya Irfan.
"Irfan pernah jadi pacar adik gua Put, tiba-tiba ilang kabar, privacy status WA, lalu datang mutusin, trus dia pacaran sama cewek lain, tapi gak tau kayaknya sudah gak lagi," kata Rara.
"Ya biasalah anak muda, pacaran dah gak rasa nyaman, putus," Kata Irfan.
"Gua sama dia ada perjanjian, yang membuat kita jadi dekat, gua hanya bantu dia belanja untuk bazar, dan jaga bazar OSIS, tapi untuk OSIS gak salah juga si, karena aku juga anggota OSIS," Kata Putri.
"Gak apa-apa, aku lihat Irfan sudah tentangan, gak seperti dulu waktu dia sama adikku, tapi aku kenal Irfan, dari cara dia memandang," kata Rara sambil senyum.
Irfan pelototin Rara.
"Emang pakai cara apa dia pelototin?" tanya Putri.
"Eh dah selesai tu duelnya," kata Irfan.
Rara segera mengaktifkan suara,"Gas, siapa yang menang?" tanya Rara.
"Jojo," teriak Bagas.
__ADS_1
Irfan dan Putri langsung TOS, Putri langsung peluk Rara.
"Ok ,bagus, gua dan Putri pulang dulu ya, thanks Bagas," kata Rara.
"Sama-sama," jawab Bagas.
"Bim, gua menang, Lo harus tepati janji Lo, jauhi dia, biar dia jalanni hidup barunya," kata Jojo.
"Ok, tapi jika gua tau dia sakit, dia sedih, dia hancur, gua gak akan diam," kata Bima.
"Gak sah sok buat apa-apa, masih banyak orang di sekeliling dia, ada ortunya, ada saudaranya, ada mama gua, ada gua, ada teman-temannya," kata Jojo.
Bima menarik napas, berdiri dan jalan menuju mobilnya dan langsung ngebut.
Jojo senyum, dia kasih naik status WA, "Demi kamu, aku menang," kata Jojo.
Rara yang sendirian di Bis membaca status itu, dia balas ke Jojo, "Thanks Jo, Lo buat Dia bisa melepaskan gua."
Jojo kaget ada komen dari Rara.
"Sama-sama, pokoknya kamu jangan ingat-ingat dia lagi," kata Jojo.
"Ok," jawab Rara.
Rara tersenyum menatap kaca Bis.
Ponsel Rara bergetar, telpon dari Mami.
"Hallo Mi," jawab Rara.
"Hallo sayang, hari ini jadi ya, sore mami jemput kamu," kata Mami.
"Ok Mi, siap," kata Rara.
Rara sudah sampai di rumah, nampak Riris juga sudah siap-siap mau jalan, "Mau kemana Ris?" tanya Rara.
"Dedi mau jemput kak, mau belajar bareng tapi di luar," kata Riris.
"Asal betul belajar, pulang Kaka periksa hasil belajarnya," kata Rara.
"Bener kak, kata Dedi mamanya kerja di Lab apa gitu, jadi kita bisa gunakan untuk video praktek IPA," kata Riris.
"Ok, kakak cuma taunya nunggu hasilnya ya," tegas Rara lagi.
"Iya kak," kata Riris
"Ris, ntar kakak pergi sama mami, jadi jangan sampai Kakak pulang kamu belum pulang," kata Rara.
"Iya kak," kata Riris.
Rara segera merapikan rumah, mempersiapkan makan malam, "Rinli," panggil Rara.
"Iya kak," jawab Rinli.
"Makan malam semua sudah siap, kakak mau pergi dengan mami, kak Riris juga pergi, kamu jangan pergi jaga rumah ya, jangan bawa teman-teman terlalu banyak di rumah," kata Rara.
"Iya kak," kata Rinli.
"Mama, pasti ntar lagi pulang, abis rapat dharma wanita dari kantornya papa," kata Rara.
Rinli sibuk main HP jadi gak jawab kata-kata Rara.
Dedi datang jemput Riris, ternyata ada dengan mamanya Dedi, Rara keluar dari rumah, "Selamat sore Tante," sapa Rara ramah.
"Iya, Dedi dan Riris mau pergi ke labnya Tante, untu video praktek IPA, labnya bisa di pakai kalau Sabtu," kata Mamanya Dedi.
"Iya Tante, terima kasih, maaf merepotkan, kalau Riris nakal tegur saja tante," kata Rara.
"Iya, tapi sejauh ini Riris baik, jadi temannya Dedi, Dedi kan baru pindah sebulan disini," kata mamanya.
"Puji Tuhan Tante, titip Riris ya Tante, mama lagi rapat dharma wanita dari kantornya papa, jadi gak ada di rumah," kata Rara.
"Oh iya gak apa-apa kapan-kapan Tante kenalan dengan mamamu," kata mamanya.
"Iya Tante," jawab Rara.
__ADS_1
"Kami jalan ya Ra," pamit mamanya Dedi.
"Iya Tante," balas Rara.