Jejak

Jejak
Mami dan Bude


__ADS_3

Selesai sesi foto, Mami langsung menahan Rara, "Ra, kamu pulangnya nanti saja, nanti Mami antar, Mami telepon mamamu, kamu ikut kami ke rumah Eyang."


"Baik Mi,"Jawab Rara.


Rara langsung menuju ke arah Josua, dia sempat menatap Josua, dan dia tau bahwa Josua gak suka.


"Bang, maafkan aku ya, aku pulang dengan Mami saja," Kata Rara.


"Mama kamu gak apa-apa? nanti dikira aku yang gak jagain kamu," Kata Josua.


"Kalau Mami yang antar, mamaku tidak masalah," Kata Rara.


Hallo Ati, Rara ada disini, pulangnya agak malam ya, aku yang antar, karna aku masih bawa dia silahturahmi ke rumah Eyang Uti. Mami bicara di telepon ke mamanya.


Iya Bu, gak apa-apa. Suara mamanya Rara di seberang sana.


Josua yang mendengar itu, secara refleks langsung mundur menjauh dari Rara.


"Ra, Kamu sudah dengar kan, Mami sudah ijin ke mamamu," Kata Mami.


"Iya Mi," Jawab Rara.


"Nak Josua, nanti Rara biar Mami yang antar, gak apa-apa," Kata Mami.


"Baik Tante," Jawab Josua.


Langsung rasanya Josua tak nyaman berada disitu, "Ra, Aku pamit ya," Kata Josua.


"Ok, Bang, hati-hati," Kata Rara.


"Tante, saya pulang dulu," Pamit Josua.


"Baik Nak, hati-hati ya," Kata Mami.


Rara mengantar Josua kedepan, "Hati-hati ya Bang," Kata Rara.


Josua hanya senyum.


Dini yang melihat semua itu hanya diam, ternyata benar cerita Bima, pengaruh Mami sangat kuat dalam hidup Rara.


Rara berbalik dan masuk dalam rumah, dia mau segera ke dapur, seperti biasa untuk membantu bersih-bersih, namun Mami langsung berkata, "Ra, gak sah, biar Bibi saja yang kerjakan, kamu jangan keringat, kita masih ke Eyang."


"Baik Mi," Jawab Rara.


Rara akhirnya mendekati Dini, "Dini, kamu gak bilang akan ikut jalan-jalan dengan Bima."


"Iya, aku pikir kamu gak kenal teman-temanya Bima," Kata Dini.


"Kalau teman kuliah aku gak tau, tapi teman masa SMA aku tau sekali," kata Rara.


"Ra, sebenarnya hubungan kamu sama Josua gimana si?" Tanya Dini.

__ADS_1


"Aku masih anggap teman, aku masih blm mau serius pacaran, ingat loh ini masih semester satu," Kata Rara.


"Tapi Josua tanggapannya lain ke kamu," Kata Dini.


"Nanti aku akan tegaskan, jika Josua ungkapkan perasaannya," Kata Rara.


"Tapi kamu gak ada perasaan dengar Ari kan?" Tanya Dini.


"Gak, untuk masa ini, aku masih menutup hati untuk pacaran," Rara memberikan penjelasan.


"Kamu masih sayang Bima?" Tanya Dini.


"Sayang iya, bagaimanapun aku pernah bahagia dengannya, dan Bima itu baik banget, pacar yang baik, sudah untuk lepasin, cuma aku gak suka sikap mamanya ke Aku," Jelas Rara.


"Tante, memang begitu, sok sekali," Kata Dini.


"Biarlah, toh aku gak suka LDR, waktu itu Bima ajak aku kembali, tapi aku tolak," Kata Dini.


"Bima masih mencintaimu, bagi dia keberadaan Mami yang membuat kamu dan dia gak bisa bersatu," Kata Dini.


"Karena Jojo?" Tanya Rara.


"Iyalah Ra, coba kamu pikir apa perasaan Josua tadi melihat kamu foto dengan Jojo, lalu Mami yang selalu berkata kamu calon mantunya," Kata Dini.


"Aku dan Mami sudah sangat dekat dari kecil, dan aku tak bisa melawan Mami, dan apa yang Mami ajar selalu benar tepat dalam hidupku, soal Jojo, dia banyak pacarnya, tapi aku cuek saja, dari dulu Mami suka bilang aku mantunya, tapi semua kehendak Tuhan," Kata Rara.


"Kata-kata adalah doa Ra, apalagi doa seorang ibu," Kata Dini.


"Biasa perempuan," Kata Dini.


"Belum salaman sama aku, Bim," Kata Rara.


"Aku gak mau salam, aku mau peluk dan cium," Kata Bima.


Rara tersenyum dan membuka tangannya, Bima mendekatinya dan memeluk erat Rara dan mencium kepala Rara dan berkata, "Selamat Natal, semoga apa yang kamu harapkan di Natal ini terjadi Ra," Kata Bima.


"Amin," Rara menyahut doa dan salam Bima.


"So sweet sekali," Kata Dini.


Rara ketawa dengan Bima sambil melepas pelukan mereka.


"Ayo Din, kita pulang, kata Jojo kalian mau ke rumah Eyang Utinya ya?" Tanya Bima ke Rara.


"Iya," Jawab Rara.


"Ok, Ra, aku pulang duluan," Dini berdiri dan langsung berjalan dengan Bima, mereka pamitan dengan Mami dan pergi.


Rara duduk main ponsel, terbayang wajah Josua, namun Rara masih berusaha cuek, malah dilirik grub WhatsApp nya Everything It's Ok ada pertanyaan dari Dewi.


Hi , jadi kan kita jalan besok?

__ADS_1


Jadilah Jawab Putri.


Jadi, jam berapa di jemput? Rara baru menjawab.


Jam delapan ya, ingat bawa baju ganti dan peralatan pribadi karena kita akan nginap Kata Dewi.


Sip, Balas Rara.


Ok, Jawab Putri.


Rara dan keluarganya Jojo langsung ke rumah Eyang, Jojo dan Rara duduk berdampingan, Eyang memperhatikan mereka dan berkata, "Wajah kalian mirip, semoga kalian berjodoh."


"Amin," Jawab Mami, Papi dan Jojo.


Rara hanya senyum.


Putri masih sibuk menerima tamu di rumah, Arya dan keluarganya juga datang, Arya hanya tau main ponsel saja, tak mengajak Putri ngobrol.


"Put, besok kamu ada rencana?" Tanya mamanya Arya.


"Ada Tante, Putri sudah janjian lama dengan teman-teman Putri, mau jalan kemana dan nginap," Jelas Putri.


"Sayang sekali, tapi gak apa-apa, kamu perlu jalan dengan temanmu, kalau sudah nikah agak susah," Kata Tante.


"Terima kasih Tante," Kata Putri.


"Kamu mau kemana?" Tanya Arya.


"Belum tau, aku hanya ikut saja teman-temanku mau kemana," Kata Putri.


Rara pulangnya malam sekali, sehingga dia sudah malas menjawab telepon dari Josua, setibanya di rumah Rara langsung mempersiapkan peralatan pribadinya untuk pergi berlibur besok dengan teman-temannya.


Putri pun merapikan pakaian, Bude datang menemaninya dan berkata, "Put, jika kamu gakau nikah dengan Arya, gak masalah, bicara saja."


Putri kaget dan melihat ke arah Bude.


"Jangan kamu kira, Bude dan Pakde maksa kamu, bagaimanapun kami mengutamakan kebahagiaan kamu," Kata Bude.


"Kenapa Bude bicara begini?" Tanya Putri.


"Bude melihat perubahan sikap kamu selama liburan ini, lebih banyak diam dan menjauh, Bude rasa kamu sakit hati sama kami, kamu pasti mengira karena kamu bukan anak kandung kami, jadi kami tega suruh kamu demi persahabatan Pakde."


Putri duduk dan berkata, "Arya punya pacar, selama ini setiap dia jemput saya, saya hanya duduk sendirian, dan dia dengan pacarnya," Putri jujur kepada Budenya.


"Dan pasti ibunya gak tau, ibunya sangat suka sama kamu," Kata Bude.


"Ibunya suka saya, atau perusahaan mereka lagi butuh kita?" Tanya Putri.


"Bude gak tau sayang, nanti kita cari tau," Kata Bude.


"Terima kasih Bude, kalau bukan Bude, Putri gak bisa berhasil begini," Kata Putri.

__ADS_1


"Sama-sama, dengan adanya kamu, Bude bisa punya anak cewek," Kata Bude.


__ADS_2