
Riris sangat antusias sekali, dia benar-benar masuk ruangan lab yang sebenarnya, memakai jas putih, mamanya Dedi baik banget, dia bahkan menemani dan yang membantu merekam semuanya sehingga praktikumnya berjalan lancar.
"Bagus, kalian pintar-pintar dan cepat tanggap, kita akhirnya selesai juga, nanti videonya Tante bantu rapikan, kita makan yuk di MC D," kata mamanya Dedi.
"Terima kasih Tante," ucap Riris.
"Sama-sama sayang," kata mamanya Dedi.
"Sisa bulan depan kita sudah ujian sekolah, dan pindah SMA," kata Dedi.
"Riris rencana masuk dimana?" tanya mamanya Dedi.
"SMA Anak Panah Tante," jawab Riris.
"Wah sama dengan Dedi, semoga bisa lulus jalur rapot dan beasiswa ya," kata mamanya Dedi.
"Iya Tante, itu yang diharapkan," kata Riris.
"Kalau kakakmu sekolah dimana?" tanya mamanya Dedi.
"Di SMA bakti Tante, yang biayai bosnya papa," kata Riris.
"Iya, sekolah mahal tu, bagus juga si sekolah itu, tapi pergaulannya anak-anak kalangan atas semua," kata mamanya Dedi.
"Tante sudah survey semua sekolah ya," kata Riris.
"Tante ada kenalan di dinas pendidikan, Tante sudah banyak tanya tentang semua sekolah," kata mamanya Dedi.
"Ma, kita jadinya makan dimana?" tanya Dedi ketika melihat mobil melewati MC,D.
"Kita jemput adik dan papa dulu ya, gak apa-apa kan Ris?." tanya mamanya Dedi.
"Iya , tidak apa-apa Tante,"kata Riris.
Mereka sampai juga di rumahnya Dedi, Papanya sudah siap dengan adiknya di teras rumah, gantian yang bawa mobil papanya Dedi.
"Hallo selamat sore, ini yang namanya Riris?" tanya Papanya Dedi.
"Iya Om," jawab Riris.
"Bagaimana Dedi di sekolah?" tanya Papanya.
"Baik om," jawab Riris.
"Dedi cuma dua bersaudara, ini adiknya , ayo kenalan Dwi," kata mamanya.
"Hallo kak, nama saya Dwi," sapa adiknya Dedi.
"Hallo juga, nama kakak Riris, kamu kelas berapa?" tanya Riris.
"Kelas lima," jawabnya.
Mereka sampai di MC.D, "Ayo makan Ris, gak sah malu," kata mamanya Dedi.
"Terima kasih Tante," jawab Riris.
Saat lagi makan, Riris terkaget melihat sosok yang muncul tiba-tiba lagi memesan satu paket MC D untuk dibungkus, Irfan juga melihatnya. Setelah putus, inilah perjumpaan pertama mereka, ya dalam hati Riris gak malu-malu amatlah, gua lagi bareng cowok yang baik-baik, dengan keluarganya lengkap.
__ADS_1
Setelah membeli Irfan langsung pulang, Irfan sendiri lebih sering tinggal di budenya, karena budenya lebih perhatian, ayah dan ibunya sibuk kerja, dan Irfan tak begitu cocok dengan ayahnya, ada saja yang membuatnya akan berantem dengan ayahnya.
Budenya tidak memiliki anak, sehingga Irfan sudah dianggap seperti anak sendiri.
Mami menjemput Rara di rumah, "Selamat sore Ra," Panggil Mami.
"Sore Mi, aku sudah siap," Rara berlari, tas Selempang ya pun sudah tergantung manis di pundaknya.
Mami tersenyum melihatnya,"Anak Mami cantiknya," kata Mami.
"Terima kasih Mi," jawab Rara.
"Rinli kunci pintu," panggil Rara.
Rinli segera keluar rumah dan mengunci pintu.
"Terima kasih dek," kata Rara.
Rinli hanya mengangkat kening.
"Nanti, Mami bawakan oleh-oleh, jangan cemberut ya," kata Mami.
Rinli tertawa mendengar bujukan mami.
Rara dan Mami pergi ke butik langganan Mami, Mami lagi milih-milih baju untuk persiapan pertemuan bulan depan dengan rekan kerjanya Papi, Raralah juga jadi team penilai bersama desainernya.
Ruangan yang harum di butik, sempat menimbulkan hasrat dan angan dalam diri Rara, bahwa dia juga harus bisa sukses agar bisa keluar masuk butik seperti Mami, yah impian tiap wanita.
"Ra, telpon Jojo, tanya dia lagi dimana," kata Mami.
Rara menelpon Jojo," Hallo Jo, lagi dimana? Mami tanya ni," kata Rara.
"Ok," kata Rara.
"Bilang Ra, nanti ketemuan di Warung makan Idola, untuk makan malam," kata Mami.
"Jo, nanti dinner di warung makan Idola, you datang ya, kata Mami," Rara menyampaikan pesan Mami.
"Ok, pesankan aja seperti biasa, nanti gua datang," kata Jojo.
"Ok, hati-hati," jawab Rara.
Dari butik, mami nyari sepatu, Rara juga dibelikan sepatu, "Ra, pilih sepatu yang terbaik, karena sepatu yang bagus akan membawamu ke tempat-tempat yang bagus," kata Mami.
"Terima kasih Mi," kata Rara.
Tidak jauh dari tempat mereka belanja, Bima lagi menemani mamanya, "Bim, itu bukannya Rara?" tanya mamanya Bima.
"Iya Ma, itu Rara," kata Bima.
"Dia kok sama Ibu Irawan?" kata Mamanya Bima.
"Itu, istri bos papanya Rara ma," kata Bima.
"Oh, mereka dekat?" tanya mamanya lagi.
"Sangat dekat, Mami sangat sayang Rara, bahkan seakan-akan mau di jadikan anak, sekolahnya saja di bayar mami," cerita Bima.
__ADS_1
"Pantas, Rara berani melepaskan kamu Bim, bukan orang sembarang Bu Irawan," kata Mamanya Bima.
"Hallo Bu Ir, apa kabar?" sapa mamanya Bima.
"Hallo juga," Mami sempat angkat kening dan senyum melihat Bima dan Rara.
"Belanja Bu, berdua saja?" tanya mamanya Bima.
"Iya berdua, kalau malming enaknya ajak anak gadis jalan-jalan, kalau anak cowok ngumpul dengan teman-temannya tapi beda ya dengan Bima, nurut banget sama mamanya," kata Mami.
"Bima memang jarang ngumpul bareng teman cowoknya," kata Mamanya Bima.
"Hallo Ra, apa kabar?" sapa mamanya Bima.
"Baik Tante," jawab Rara.
Mami tertawa," Kok canggung gini sih, Bima Tante dengar kamu sudah dijodohkan? wah selamat ya," kata Mami.
Wajah mamanya Bima berubah, sambil mata melihat Rara, Bima langsung cemberut.
"Berita cepat tersebar, iya demi pekerjaan ayahnya," kata Mamanya Bima.
"Semoga berjalan lancar, dan bahagia, kami duluan ya," Mami langsung merangkul Rara untuk jalan.
"Duluan Tante, Bim duluan ya," pamit Rara sambil senyum.
"Ok, sampai jumpa," balas mamanya Bima.
Mami dan Rara segera ke warung makan Idola, Rara juga langsung telpon Jojo, "Jo, kami sudah menuju warung makan," kata Rara.
"Ok, aku juga menuju," jawab Jojo.
"Wajah mamanya Bima tadi berubah saat mami bicara soal perjodohannya, dia malu juga artinya," kata Mami.
"Biar aja, cuma dia ramah sekali denganku tadi Mi, biasanya judes," kata Rara.
"Karena kamu lagi sama Mami, dia kaget kamu dekat sama Mami, dia memang suka remehkan orang, padahal dokter, harusnya ramah, iya kan," kata Mami.
Sampailah mereka di warung makan Idola, Mami langsung memesan ikan bakar tiga porsi, Jojo datang," Hallo semuanya, mari kita rayakan kemenangan ku," kata Jojo sambil main mata ke Rara.
"Kemenangan duel," kata Mami.
"Mami tau?" tanya Rara.
"Taulah, taruhannya agar Bima gak dekatin kamu lagi," kata Mami.
"Aku aja gak diceritakan Jojo apa taruhannya," kata Rara.
"Kamu tau darimana?" tanya Jojo.
"Dari Bima, dia telpon aku malam-malam sepuluh kali, akhirnya ku murah angkat, dua hari sebelum duel, bicara panjang lebar, minta supaya tetap bisa komunikasi, aku gak mau, lalu dia info taruhannya duel apa," cerita Rara.
"Masih muda, tapi di kekang ortu, nanti pas nikah baru nakal," kata Mami.
"Selamat malam, wah kayaknya kita lagi berjodoh malam ini, ketemuan terus," sapa mamanya Bima.
Jojo dan Rara kaget, Mami langsung senyum ramah dan menyapa," Malam juga, iya abis disini yang enak ikan bakarnya, ayo gabung, Jo tarik meja gabungkan," kata Mami.
__ADS_1
Jojo dan Bima menggabungkan Meja, Jojo pindah di depan Rara, Bima di samping Jojo berhadapan dengan Mami, lalu mamanya.
Jadilah malam itu pertemuan yang tak terduga setelah duel.