Jejak

Jejak
Terkejut


__ADS_3

Saat Rara dan Josua makan, tiba-tiba ponsel Rara berbunyi, telepon dari mami, selama Jojo kuliah di Jawa Mami dan dirinya hanya saling komunikasi lewat WA, saling mengomentari status WhatsApp atau Facebook.


Hallo Mi, bagaimana kabar? tanya Rara begitu menjawab teleponnya Mami.


Kabar baik, kamu bantu mami buat kue Natal di rumah ya, bisa kan? tanya mami.


Bisa Mi, mulai kapan? tanya Rara.


Tanggal 18 jawab Mami.


Ok Mi jawab Rara.


Kamu lagi dimana, terdengar suara ramai kata Mami.


Lagi di luar Mi, temani teman cari baju Natal jawab Rara.


Temanmu cowok atau cewek? tanya Mami dengan nada menggoda.


Cowok namanya Josua kata Rara.


Josua langsung melihat Rara.


Hmmm okdeh, kapan-kapan kenalkan ke Mami ya, kata Mami.


Ok Mi.


Akhirnya telepon itu berakhir.


"Siapa yang telepon?" tanya Josua.


"Mami, istri bosnya papaku, dari dulu dia sudah dekat banget sama aku," cerita Rara.


"Setelah Natal baru kamu mau jalan dengan teman-temanmu kan?" tanya Josua.


"Iya," jawab Rara sambil menghabiskan makanannya.


"Kalau gitu, Natalan aku ajak ya, jalan denganku, tentu selesai kamu dengan keluargamu dulu," kata Josua.


"Boleh," jawab Rara.


Josua tersenyum, seakan segala usahanya lancar mendekati Rara.


Ari mengchat Rara, Sejak kapan dekat dengan Josua?


Rara hanya membaca tanpa membalas, dia malas membalasnya.


Selesai makan, mereka pulang ke rumah.


"Tante, terima kasih ijinkan Rara temani saya cari baju Natal," kata Josua.


"Iya, hati-hati di jalan ya,"kata Mama.


Josua pun pergi, Rara duduk-duduk dengan mamanya di teras rumah.


"Ma, tadi mami telepon, bilang Rara bantu buat kue tanggal 18," kata Rara.


"Oh ya, mama gak tau, mami langsung hubungi kamu, kalau kamu sanggupi ya udah," kata mama.


"Ya, siapa tau dapat uang Natal ya kan Ma," kata Rara.


"Iya, sudah berapa lama kamu kenal Josua?" tanya Mama.


"Empat bulan," kata Rara.


"Tumben kamu langsung dekat," kata Mama.

__ADS_1


"Di kampus temanku hanya Rika, lalu Ari, tapi Ari beda agama, aku menjauh ma, daripada sakit hati nantinya, karena ku lihat dia seperti suka aku, mamanya si Katolik, ayahnya Muslim," cerita Rara.


"Lalu hubungannya dengan Josua?" tanya Mama.


"Ada yang namanya Dini, suka banget sama Ari, Ari temannya Josua dan Alex, jadi Dini buat kelompok belajar praktik di lab asal ada lima orang, ntah Dini mungkin tau Ari dekatin saya, dia malah dekati saya juga," cerita Rara.


"Dan akhirnya Josua yang dekati kamu?" tanya Mama.


"Kalau aku lihat Josua hanya sekedar berteman, tak kulihat ada rasa suka, dan aku nyaman saat ngobrol dan berteman dengannya, dah akupun semakin kuat untuk jauh dari Ari," kata. Rara.


"Ra, pesan Mama, jangan sakiti hati siapapun," kata Mama.


"Iya Ma," jawab Rara.


"Bagaimana kuliahmu?" tanya Mama.


"Baik Ma, aku lulus semua mata kuliah, dan sejujurnya aku terbantu dengan les di klinik kenalannya Nindi," kata Rara.


"Ya, baik-baiklah, supaya kuliahmu lancar," kata Mama.


"Ma, apa pernah mama menyesal menikah dengan Papa?" tanya Rara.


"Dulu waktu awal-awal pernikahan, namun semakin lama sudah tidak," kata Mama.


"Darimana Mama tau, Papa itu jodohnya Mama?" tanya Rara.


"Ada rasa di hati yang pas, dan keyakinan yang kuat, berani, dan segala jalan dilancarkan," kata Mama.


Rara diam, malam ini Mama sadar anaknya telah tumbuh dewasa.


"Putri, bagaimana kerja di kantor?" tanya Bude.


"Baik Bude," kata Putri.


"Iya Bude," kata Putri.


"Besok, ada acara makan malam dengan keluarga temannya Pakde, ada anak bujangnya, coba saja kenalan ya, kerjanya akuntan di suatu perusahaan," kata Bude.


"Baik Bude," jawab Putri.


Putri terkejut namun berusaha menahan diri dengan diam.


Dewi lagi ngambek karena Bagas tak jadi pulang saat Natal, dia harus pengamanan, Dewi sudah makan selama tiga hari, Cika dan Mami sangat khawatir.


"Wi, makanlah sedikit, kalau kamu sakit, Bagaspun tak akan kesini," kata Cika.


Dewi mengambil piring dari tangan Cika disulapnya makanan perlahan ke dalam mulutnya.


Besok pagi, Dini sudah ramai di WhatsApp grub We can do.


Hello guys, ketemuan yuk, gua sudah masak banyak ni, nasi kuning, rujak, salad buah.


Rika langsung menjapri Rara, Ra kamu pergi? kalau kamu gak pergi, akupun gak.


Rara teringat kata Mamanya, baik-baik dengan orang supaya kuliahnya lancar.


Gua ikut Ka jawab Rara ke Rika.


Ok, jam berapa? tanya Rara di grub.


Jam sebelas siang datang supaya ada waktu banyak ngobrol jawab Dini.


Ok jawab Dini.


Jam sebelas Rara baru keluar dari rumah menuju rumahnya Dini, dia sudah pernah kesana satu kali saat pinjam buku, makanya Rara hafal alamat rumah Dini.

__ADS_1


Sesampainya di rumah Dini, Rara agak kikuk tapi ditepisnya segala perasaan tak nyaman itu.


"Ra, gua senang banget kamu datang," kata Dini.


Rara hanya senyum, duduk di teras.


"Gua gak tau yang lain akan datang atau gak," kata Dini.


"Rika pasti akan datang, kalau gua datang, dia bilang akan datang," kata Rara.


"Baguslah, gua tau sebenarnya Ari pasti gak mau datang, tapi biarlah, walau gak suka aku, tapi gua harap, gak menjauh drastis dari gua kan Ra," kata Dini.


"Jangan pesimis dulu, siapa tau Ari datang," kata Rara.


"Ra, gua tau Ari suka sama lu, cuma karna agama sepertinya yang buat kamu menjauh dan mendekati Josua," kata Dini.


"Secepat itu kamu buat kesimpulan Din, baru empat bulan kita saling mengenal," kata Rara.


"Aku sudah kenal, Ari, Josua dan Alex sejak di bangku SMP, aku sudah kenal mereka," kata Dini.


"Hai Rik, sampai juga Lo," Rara langsung mengalihkan pembicaraan, untung Rika datang diwaktu yang tepat.


"Siang Din, wah kayaknya ini hanya acar kita bertiga," kata Rika.


"Iya, kalau gitu kita makan yuk," ajak Dini.


Dini langsung masuk ke dalam rumahnya dan membawa makanan yang dibantu juga oleh ARTnya.


Saat lagi mengatur makanan, datanglah Ari, Josua dan Alex.


"Nah mereka tiga datang," kata Rika.


Dini yang kaget dan kegirangan, langsung melompat dan berlari ke arah pagar dan membukanya, mobil yang dikendarai mereka bertiga masuk ke dalam rumah.


"Pas ya kita datang makanan lagi di atur," kata Alex.


Josua dan Ari hanya diam.


Dini yang tau situasi ini menarik napas dalam-dalam lalu berkata, "Cuci tangan dulu, dan Ayuk kita makan."


"Enak banget Din," Puji Alex.


"Nambah kalau enak," kata Dini.


"Orang tuamu di mana Din?" tanya Rika.


"Lagi kerja," jawab Dini.


"Pulang jam berapa kemarin Ra sama Josua?" tanya Ari.


Josua kaget pertanyaan itu, dan melihat ke arah Ari.


"Jam tujuh malam," jawab Rara.


"Sayang sekali, padahal gua juga butuh baju Natal, Ra temani gua cari baju Natal juga dong," kata Alex.


Rara hanya diam, ntah mengapa dia tak bisa langsung menjawab iya.


Bunyi klakson dari depan pagar rumah Dini, mereka menoleh, Rara lega bisa melewati suasana tak nyaman ini.


"Tanteku yang dokter datang, ada apa ya," kata Dini langsung ke pagar dan membukanya.


Dari dalam mobil keluar seorang wanita berparas cantik, walau usia tua terlihat samar di wajahnya, dan seorang pemuda gagah.


Rara langsung terbatuk-batuk melihat siapa yang datang.

__ADS_1


__ADS_2