Jejak

Jejak
Melupakan


__ADS_3

Jojo seperti biasa hari itu jemput Rara untuk pergi les, Rara sudah siap di depan teras rumah.


"Pergi dulu RIS," teriak Jojo.


"Ok kak, hati-hati," Kata Riris.


Rara masuk ke dalam mobil, baru aja mobil distater Rara langsung bertanya,"Jo, kamu yang cerita ke Bima soal kita inap di hotel?"


"Bukan, yang bongkar Irfan, katanya dia punya bukti foto-foto," Kata Jojo.


"Irfan tau darimana ya, kok kamu tau Irfan yang bongkar?" tanya Rara.


"Irfan cerita ke Bima pas depan saya," kata Jojo.


"Wah, tu anak lagi kesambet apa ya," kata Rara.


"Biarin aja, Lo putus sama Bima gimana ceritanya?" Jojo pura-pura gak tau, dia ingin dengar dari mulutnya Rara.


"Orang tuanya Bima, jodohin dengan anak baru bernama Tia, yang sekarang ada satu sekolah di kita tu, adik kelasnya kita, dan Bima bukan tipe anak yang melawan ortu diam-diam bacstreet atau apalah, jadi ya langsung putus, sebab dia harus antar jemput tu cewek," jelas Rara.


"Gua pinjamin Lo mobil gimana?" tanya Jojo.


"Gak sah, masih ada bis," kata Rara.


"Lo gak sakit hati, gak nangis?" tanya Bima.


"Nangis dikit, pas selesai diputusin, sedih iya, apalagi pas pulang sekolah tadi, tapi untuk ku ingat pesan mami, Jangan terlalu larut," kata Rara.


"Wah, kayaknya gua harus cerita mami ni," kata Jojo.


"Cerita aja, gak apa-apa," kata Rara.


Akhirnya mereka sampai juga di tempat les.


Pelajaran hari ini lumayan berat di tempat les, butuh keseriusan, sehingga Rara sempat terlupa akan Bima.


Riris lagi buka Facebooknya, dia upload buku-buku tmdengan caption, "Semangat persiapan masuk SMA."


Tak disangka yang komen pertama Dedi, "Belajar bareng yuk."


Riris langsung balas,"boleh."


Dedi juga langsung balas," inbox nope WA."


Riris langsung menginbox no hp WAnya.


Dedi langsung Chat,"Hai Ris."


"Hai juga," balas Riris.


"Kamu rencana masuk SMA mana?"tanya Dedi.


"Ada dua pilihan, SMA Negeri 1 atau SMA Anak Panah," kata Riris.


"Wah, sekolah keren tu, nilai musti tinggi terus, kamu sanggup?" tanya Dedi.


"Harus, sanggup," kata Riris.


"Kamu ada ikut bimbel? les privat?" tanya Dedi.


"Tidak, gua belajar sendiri," kata Riris.


"Bolehlah nanti kita belajar bareng tiap hari Rabu, kamu mau gak? ada guru lesku juga," kata Dedi.

__ADS_1


"Kalau ada guru les gak nak lah, aku gak mau bayar uang les," kata Riris.


"Ya sudah, nanti jika ada PR kita coba bahas bersama atau cocokin ya, atau pekerjaan di LKS," kata Dedi.


"Ok," jawab Riris.


"Kamu berapa bersaudara?" tanya Dedi.


"Tiga, aku anak kedua, kalau kamu?" tanya Riris.


"Aku anak pertama," kata Dedi.


Chattingan berhenti disitu, karena Riris merasa masih belum nyaman untuk tanya ini itu.


Bima yang lagi les privat, namun gak fokus, hatinya dipenuhi rasa kesel namun gak bisa kesampaian, guru privatnya dari awal pelajaran tegur Bima," Kamu kok kayak melamun si Bim."


"Kita cukup dulu sampai disini ya pak, aku lagi gak mood belajar," kata Bima.


"Ok, pertemuan berikut sudah harus fokus ya," kata pak gurunya.


"Iya Pak, maaf," kata Bima.


Sepulangnya guru lesnya, Bima tiduran sambil lihat HP, dilihat status-status WA teman-temannya, Rara gak ada kasih naik status apapun, namun Jojo ada foto Selfi sengaja candid Rara yang lagi nulis, caption-nya, "yang tetap semangat belajarrr demi masa depan."


Bima menutup matanya, namun tak bisa tidur.


Frangki mulai melacak Facebooknya Rara, dan melihat foto-foto Rara. Tia datang mendekatinya, "Kak, kakak lagi sibuk?" tanya Tia.


"Gak," jawab Frangki.


"Kakak sekelas sama Rara kan, dia gimana di kelas hari ini?" tanya Tia.


"Baik, teman-temannya yang heboh, dia mantannya Bima kan, mereka putus karena you dan Bima di jodohkan," kata Frangki.


"Bima anak yang baik, nurut orang tua, tapi kita gak tau ya, gimana hatinya, kalau ku lihat Rara yang tegar, namun Bima sebenarnya berejolak banget hatinya, kebawa dan kelihatan dari sikap," kata Frangki.


"Menurut kakak gimana?" tanya Tia.


"Yah, kamu banyak diam aja dulu, berharap aja cinta datang karena sering bersama, walau memang perasaan gak bisa di paksa," kata Frangki.


"Aku si seneng sama kak Bima, dari awal melihatnya langsung sreg di hati, namun yah kalau di mobil pas kejadian hari ini, aku rasa seperti aku yang salah gitu," kata Tia.


"Gak sah rasa bersalah, yang jodohin kan orang tua, bukan kamu yang datang dan merebut," Kata Frangki.


"Ok kak, semoga semua akan baik-baik saja," kata Tia.


Usai les, Jojo ajak Rara makan malam, "Kok aku rasa kenyang ya," kata Rara.


"Sebelum les ada makan?" tanya Jojo.


"Gak," jawab Rara.


"Pulang sekolah, sudah makan?" tanya Jojo.


"Gak juga," kata Rara.


"Bahaya, artinya kamu lagi males makan karena perasaanmu," kata Jojo.


"Mungkin," Rara sambil menyandarkan kepala ke jendela mobil.


"Harus makan, nanti kena mag, makan bubur ayam yuk, kamu makan bubur, aku nasi, kamu jangan langsung makan nasi sebab perutmu masih kosong," kata Jojo.


"Ok, bolehlah bubur," jawab Rara.

__ADS_1


Sambil nunggu pesenan diantar, Jojo Video Call dengan Mami, "Hallo Mi, kami makan diluar ya."


"Iya,mana Rara?"tanya Mami.


"Ini mi, wajah baru putus dari pacar," kata Jojo sambil arahkan kamera ke Rara.


"Putus?"tanya Mami.


"Iya Mi, Rara sudah putus dengan Bima, bis dia dijodohkan orang tuanya," kata Rara.


"Oh, langsung putus karena alasan itu?" tanya Mami lagi.


"Ya ialah mi, ceweknya langsung disekolahkan di satu sekolah dengan kita," sambung Jojo.


"Sadis, awas tu Bima, belum tau dia sakitin hati anak ceweknya mami," kata Mami.


"Thank you Mi," kata Rara.


"Ok, kamu makan ya, jangan karena putus lalu malas makan," kata Mami.


"Iya Mi," jawab Rara.


"Love you Ra," kata Mami.


"Love you Mi," balas Rara.


Bubur ayam datang mereka makan dengan lezat, tanpa diketahui Rara, Jojo update lagi status, caption, "dinner... makan ya Ra, lupain yang harus dilupakan," kata Jojo.


"Ra," panggil Jojo.


"Ya," Jawab Rara.


"Lupakan yang harus dilupakan," kata Jojo.


Rara mendongakan wajahnya, mata dia menatap mata Jojo, dilihat tatapan serius dari seorang Jojo yang dia kenal dari kecil.


"Iya, Jo, gua usaha," kata Rara.


"Harus," kata Jojo.


"Iya," kata Rara.


Bima lihat status WA Jojo, dilemparnya HPnya.


Putri pun lihat status Jojo, dia hanya senyum, tiba-tiba ponselnya berdering, no hp baru masuk, "Hallo selamat malam," sapa Putri.


"Hallo, ini gua Irfan."


"Dapat no hp gua dari siapa?" tanya Putri.


"Dari Dewi, besok bisa bantuin gua gak?" tanya Irfan.


Sebagai janji Putri waktu kasus parkiran, "Bisa, bantu apa?" tanya Putri.


"Bantu jaga jualan bazarnya anak OSIS, ternyata Lo juga OSIS kan," kata Irfan.


"Ok bisa," jawab Putri.


"Setiap jam istirahat ya," kata Irfan.


"Iya," jawab Putri.


"Save ini no hpku," kata Irfan.

__ADS_1


"Iya," jawab Putri.


__ADS_2