
Ujian Tengah Semester akhirnya selesai, hiruk pikuk para siswa SMA Bakti memperbincangkan hasil ujian, yang mendapat nilai bagus bergembira ria, yang mendapat nilai jelek hanya diam-diam saja.
"Gua senang banget, nilai kimia gua bagus," kata Putri.
"Good job," Kata Rara.
"Dewi, Lo kenapa dari tadi diam-diam?" tanya Putri.
"Lagi lelah saja," kata Dewi.
"Lelah buat apa?" tanya Rara.
"Gak apa-apa, ada banyak hal," kata Dewi.
"Gua juga sebenarnya lagi rasa lelah, pengen cepat pulang ke rumah," kata Rara.
"Besok, ada PJOK loh, lari lagi," kata Putri.
"Andai kita bisa ijin," kata Rara.
"Kamu ntar sore ada les?" tanya Dewi.
"Ada, mau ijin rugi," kata Rara.
"Kayaknya kita butuh asupan yang segar-segar ni, pedes atau dingin, atau panas," kata Putri.
"Jangan dingin, nanti batuk, pilek, lebih enak panas," kata Rara.
"Kayaknya kita perlu minum vitamin deh," kata Putri.
Siang itu pelajaran Biologi di kelasnya Rara dan pelajaran Sejarah Indonesia di kelasnya Dewi, semua seakan mendengarkan dongeng dari guru. Begitu bel pulang sekolah, Rara langsung berjalan cepat ke halte bis.
"Tumben, kenapa cepat-cepat?" tanya Frangky yang tergesa-gesa mengikuti Rara.
"Lagi lelah," jawab Rara.
Frangky biarkan Rara diam dengan dunianya sendiri, mengistirahatkan dirinya.
"Aku duluan ya," kata Rara.
"Ok, hati-hati," kata Frangky.
Rara turun menuju rumahnya, begitu sampai di rumah, Rara langsung mandi berganti pakaian, dan tidur, dia WA mamanya,"Ma, aku rasa lelah, dan ingin tidur, belum sempat siapkan makan malam, ntar sore ada les," chat Rara.
"Ok, no problems," balas mamanya.
Mamanya Rara, kalau siang kadang bekerja di catering milik kakaknya, atau kadang sibuk di dharma wanita kantornya papa.
"Put, sore ini kita belanja ya," chat Irfan.
"Ok," jawab Putri.
Pulang sekolah, Putri langsung bersih-berish diri dan tidur siang, sampai sore Irfan datang jemput,"Selamat sore Tante," sapa Irfan.
"Putrinya tidur nak Irfan, sabar ya Tante bangunkan," kata Tante.
"Iya Tante," kata Irfan.
"Putri, bangun sayang, sudah di jemput katanya mau ke pasar," kata Tante.
Putri sempat menggeliat,"Iya Tante, Putri kok rasa lelah siang ini."
"Nanti singgah beli vitamin, atau kamu kena sakit varian baru yang mudah lelah," kata Tante.
__ADS_1
"Gak ah, jauhkan Tante," kata Putri.
Putri segera ke kamar mandi, dia mandi dan berganti pakaian.
"Nak Irfan rumahnya jauh?" tanya Tante saat menemani Irfan di teras rumah.
"Gak terlalu jauh sekali Tante," kata Irfan."Kamu sekelas dengan Putri?" tanya Tante.
"Tidak, tapi kami satu tingkat, sama-sama kelas sebelas," kata Irfan.
"Jaman Tante bilangnya kelas dua," kata Tante.
"Sabar ya, tadi siang Putri bilang dia rasa lelah, nanti minta tolong singgah apotik beli vitamin ya," kata Tante.
"Iya Tante, bisa," jawab Irfan.
"Maaf Fan, aku ketiduran," Putri keluar.
"Gak apa-apa,"kata Irfan.
"Ini Uang beli vitamin," kata Tante.
"Iya Tante, Putri pergi dulu ya," pamit Putri.
"Hati-hati," kata Tante.
Di dalam mobil, Putri lebih banyak diam," Lo lelah buat apa aja?" tanya Irfan.
"Gak tau, rasa badan lelah, mungkin forsir kemarin ulangan," kata Putri.
"Demam gak?"Irfan menaruh tangan ke keningnya Putri.
"Gak, biasa aja saya," kata Putri.
"Agak hangat," kata Irfan.
"Ini," Irfan memberikan selembar kertas.
"Ok, gampang, mudah aja ni, bisa beli cepat," kata Putri.
Putri tidak selincah biasanya belanja, namun masih bisa tawar menawar, hingga akhirnya terpernuhi semua yang mau dibeli.
"Sudah selesai ayo pulang," kata Putri.
"Sini, biar ku yang angkat, kamu jangan angkat berat," kata Irfan.
Putri kaget mendengar kata-kata Irfan, berbeda saat belanja dua minggu lalu.
"Kita singgah beli vitamin kan," Kata Irfan.
"Iya, minta tolong ya," kata Putri.
Sampai di apotik, Putri yang turun belanja, Irfan hanya menunggu di dalam mobil.
"Fan, dah belanja?" tanya Sartika di chat grub WA OSIS.
"Sudah," jawab Irfan.
"Ok, thanks," jawab Sartika.
Putri kembali ke mobil,"Ayo Fan jalan," kata Putri.
"Ulangan kamu kemarin pada bagus atau jelek nilainya?" tanya Irfan.
__ADS_1
"Bagus, semua di atas KKM, berteman dengan Rara membuat ku semakin giat belajar," kata Putri.
"Kamu, ingin makan apa?" tanya Irfan.
"Gak deh, pulang aja, aku ingin tidur," kata Putri, yang langsung menguap.
"Jaga kesehatan, jangan forsir belajar lupa jaga diri," kata Irfan.
"Iya, nilaimu sendiri bagaimana, bagus?" tanya Putri.
"Bagus lah, makanya aku berada di kelasnya Bima, di kelasmu paling yang aktif Rara kan," kata Irfan.
"Iya si, Rara, kami semua biasa-biasa, bahkan anak baru kemarin nilainya ada yang di bawahku," kata Putri.
"Aku gak pernah nyontek atau kerja sama loh," kata Irfan.
"Oh ya,sekali pun gak pernah?" tanya Putri.
"Gak," jawab Irfan.
"Katanya dulu kamu pacaran sama adiknya Rara?" tanya Putri.
"Iya, tapi dah putus, soalnya aku rasa susah di ajak ngobrol, gak sesama SMA," kata Irfan.
"Oh ya," kata Putri.
"Tapi cara gua salah juga waktu tu, hilang tanpa kabar, privacy status," cerita Irfan.
"Hmm," tanggapan Putri.
Putri lagi memandangi jalanan luar, hujan rintik-rintik mulai turun membasahi bumi.
"Put," panggil Irfan.
"Ya," jawab Putri.
"Mikir apa?" tanya Irfan.
"Gak ada, hanya lihat hujan aja," kata Putri.
"Kalau kamu susah kerjakan PR, bisakok tanya aku, ku lihat kamu suka lelet kerjakan PR, nanti kerja di sekolah saat jam istirahat, tanya Rara, tanya Dewi, kapan waktu istirahatmu?" tanya Irfan.
"Ku kerja di sekolah, supaya ku gak lupa, lalu ya mumpung ada teman yang bisa bantu, jadi agak ringan, apalagi soal hitung-hitungan," kata Putri.
"Nikmatilah masa SMA, saat jam istirahat, duduk-duduk di luar, lihat teman, lihat cowok, ngobrol," kata Irfan.
"ya, nantilah," jawab Putri.
Gak terasa mereka sudah sampai di rumah Putri, "Trims ya Put, sudah temani belanja," kata Irfan.
"Iya, dah," Putri berbalik lari masuk rumah supaya gak kena hujan.
Irfan hanya melihat dari dalam mobil hingga Putri masuk ke dalam rumah.
"Ra, jangan tidur, tumben di les kamu tidur," kata Jojo.
"Gua lagi lelah banget," kata Rara.
"Buat apa aja si lelah?" kata Jojo.
"Gak tau Napa, mungkin bis praktikum kimia kemarin," kata Rara.
"AIA, gitu aja lelah, pulang kita makan bakso panas deh," kata Jojo.
__ADS_1
Pulangnya mereka singgah makan bakso panas, dan pedis.
Keesokan harinya, di jam pertama di kelasnya Rara dan Putri pelajaran PJOK, mereka harus lari keliling lapangan lima kali, dan pada putaran ke tiga, ada yang jatuh.