
Putri lagi sibuk jaga stand bazar, ramai juga pembelinya, "Cewek Nasi ikan tanpa sayur ya," sapa seorang cowok sepertinya anak kelas tiga.
"Sabar ya," kata Putri.
Putri segera mengambi Nasi ikan yang diminta, "Lima belas ribu," kata Putri.
Cowok itu menyerahkan uang lima belas ribuan, dengan sengaja saat memberikan uang, dipegangnya tanga Putri, "Boleh minta nomor HP gak?"
"Boleh nanti ku kasih," kata Putri.
"Ok thanks," Cowok itu langsung tersenyum lebar.
"Cie, baru Sekali jaga bazar langsung dapat kenalan, dia sering tu belanja di bazar kita baru kali ini tanya ini itu," kata Tika.
"Setiap hari? you disini setiap hari Tik?" tanya Putri.
"Iya, itung semua, belanjaan, Put kamu yang yang jadinya patner belanja dengan Irfan ganti Lia ya?"tanya Tika.
"Iya, tau darimana?" tanya Putri.
"Dari Irfan lah," kata Tika.
Penjualan hari ini laris juga di istirahat pertama, Putri kembali ke kelas setelah bel sekolah berbunyi menunjukan usai sudah jam istirahat.
"Gimana laris neng?"tanya Rara.
"Larislah, bahkan ada yang mau kenalan denganku," kata Putri.
"Wah, makin tenar aja temanku ini," kata Rara.
"Gimana, kemarin siang kamu pulang sekolah masih satu bis dengan Frangky?" tanya Putri.
"Masih, dia tetap duduk di sampingku, namun diam-diaman," kata Rara.
"Aneh, kapan duelnya Jojo dan Bima?," tanya Putri.
"Sangat aneh, katanya Sabtu ini," kata Rara.
"Bima kesel karena video call itu," kata Putri.
"Iya, tapi karena video call itu akhirnya gua sadar, Bima benar-benar gak bisa lepas dari Tia dan perintah ortunya," kata Rara.
"Bu guru sudah masuk, gua malas banget belajar matematika,' kata Putri.
"Gampang kok, nanti kita belajar bareng," kata Rara.
Setelah Bu Anas mengabsent siswa langsung berkata, "Ayo PRnya dikumpul."
"Ra, gua lupa kerja PR," kata Putri.
"Apa lagi hukumannya?" tanya Rara.
__ADS_1
"Saya lupa Bu," Putri menyerahkan diri.
"Sebentar kamu ke ruangan saya," kata Bu Anas.
"Baik Bu," kata Putri.
"Kamu kenapa si pakai acara lupa," kata Rara.
"Yah gitu lah, mau cerita panjang," kata Putri.
Pulang sekolah Putri ke ruangan Bu Anas," Put, kenapa kamu lupa kerja PR," tanya Bu Anas.
"Benar-benar terlupa Bu," Kata Putri.
"Kalau gitu, PRmu ditambah, kerjakan bagian B nya, kalau Awal PRnya bagian A, tambahan bagian B, gunakan cara dan di kertas folio bergaris," kata Bu Anas.
"Kapan kumpul Bu?" Tara Putri.
"Pas jam ibu, besok ya ibu di kelasmu?"tanya Bu Anas.
"Iya Bu besok, jadi besok kumpulnya Bu?" tanya Putri.
"Iya, besok," jawab Bu Anas.
"Baik Bu, ijin pamit pulang dulu," kata Putri.
"Ok," jawab Bu Anas.
Putri menoleh, "darimana kamu?" tanya Putri.
"Dari ruang guru dan dengar kamu di dengan Bu Anas," kata Irfan.
"Gak tau kenapa akhir-akhir ni gua lupa soal PR," kata Putri.
"Pakai pengingat di HP," kata Irfan.
Mereka jalan berdua ke parkiran.
"Ok," jawab Putri.
Sesampainya di rumah, Putri segera membersihkan rumah, melihat apakah sudah siap masakan untuk makan malam, dia masak dari siang itu, lalu lanjut cuci pakaian satu rumah, jam ena sore baru selesai semua, itu yang buat Putri lelah biasanya dan lupa apa yang harus dia buat, jam enam sore dia mulai start kerjakan PR matematikanya, dia usaha kerja hingga jam delapan malam.
Putri mengchat di WA grub kelas, " Besok ada PR apa saja?"
"Bahasai Indonesia saja," jawab Rara.
Putri langsung segera buka PR bahasa Indonesia, waduh novel analisis latar waktu dan lain-lain.
Putri beranikan diri japri gurunya, "Selamat malam pak, maaf ganggu, mau tanya, boleh gak novelnya ambil dari aplikasi online?"
"Boleh," jawab Pak Petrus.
__ADS_1
"Terima kasih Pak," balas Putri.
Putri segera mencari novel yang masih diingat untuk anak SMA, novel Jejak karangan Anastasia Ninotsha, dia analisis waktu dan tempatnya.
Usai sudah semua PRnya Putri tepat pukul 10 malam, ternyata ada WA dari Irfan," sudah selesai PRmu semua untuk besok?"
"Sudah, baru aja selesai," kata Putri.
"Good, selamat tidur," kata Irfan.
Putri risih membaca WA itu, rasanya aneh aja ada ucapan selamat tidur dari Irfan, maka tak di balas Putri.
Malam sekali jam sebelas, Bima menelpon Rara, setelah telpon yang ketiga Rara angkat juga,"Hallo Bim, ada apa? sudah malam," kata Rara.
"Hanya telpon saja gak mau angkat, apa salahnya telpon, apa salahnya chattingan, langsung lost contac," kata Bima
"Bim, seperti yang kamu sering bicara, semua bukan hanya seperti biasa, ada pakai perasaan, sekarang kamu dan aku tetap chattingan, telponan, gimana caranya perasaan itu bisa berubah menjadi perasaan hanya berteman?" tanya Rara.
"Ra, ok gua salah, tapi jangan cepat jauh langsung dong,please, apa pernah selama pacaran saya minta macam-macam? tapi memang saat putus saya minta kamu jangan langsung terlalu jauh," kata Bima.
"Gua gak bisa Bim, gua beda sama Lo, kalau gua masih dekat, gua gak bisa move on, gua masih berharap, apalagi kamu pacar pertamaku," jelas Rara.
"Ra, kita bicara nanti lagi ya, please kalau gua telpon Lo angkat, telpon aja," kata Bima.
"Kamu selingkuh dong, selingkuh dari Tia," kata Rara.
"Ra, semua butuh proses," kata Bima.
"Lalu kamu kenapa duel dengan Jojo?" tanya Rara.
"Gua kesel soal video call, kok gua rasa,. Jojo tu tau aja atau tau banyak soal gua dimana, sama siapa," kata Bima.
"Siapa yang ajak duel duluan? apa taruhannya?" tanya Rara.
"Gua yang ajak duel duluan, taruhannya, dia gak boleh ikut campur urusan kita dua," kata Bima.
"Lah, aku sama kamu masih ada urusan apa Bim? aku sama kamu sudah selesai," kata Rara.
"Bagi kamu, bagi aku belum," kata Bima.
"Gua lapor mamamu ya, gua gak mau lagi jalani hidup dengan bayang-bayang masa lalu, kamu yang minta putus," kata Rara.
"Ra, coba paham dong soal ortu gua," kata Bima.
"Kamu juga paham gak perasaan aku? kamu putusin, kamu langsung bawa tu cewek di dalam mobilmu, aku langsung turun dari mobilmu, aku di tolak ortumu, Tia langsung disekolahkan di sekolah kita," kata Rara.
"Aku paham," kata Bima.
"Kalau paham, jangan maksa aku untuk paham kamu dong, kita sama-sama sedih, sama-sama sakit hati, jangan maksa aku untuk jalanni hari untuk tetap komunikasi sama kamu seperti biasa, seperti tak pernah terjadi apa-apa diantara kita berdua, kalau kamu punya hati baik, kamu bisa paham yang aku mau," kata Rara.
Rara langsung mematikan Telponnya, Rekonsiliasi Rara dan Bima akhirnya terjadi malam itu, setelah proses putus mereka.
__ADS_1