
Perjalanan anak SMA kelas tiga, waktunya hanya diisi dengan belajar dan latihan soal-soal, mainnya hanya lima belas menit, segala eskul sudah tidak disertakan, anggota OSIS sudah usai masanya, sudah mulai mikir selesai SMA akan kemana dan buat apa, namun persahabatan semakin erat sebab akan berpisah, yang pacaran mulai galau-galau karena mikir siap gak LDR an.
Liburan kenaikan kelas telah usai, semua aktivitas sekolah kembali berjalan.
Bima VC Rara,
"Ra, kamu sibuk banget les," kata Bima.
"Iya, supaya bisa dapat beasiswa," kata Rara.
"Kita dua gak ada waktu jalan bareng gitu?" tanya Bima.
"Kita ubah aturan Bim, jalannya di sekolah saat jam istirahat, soalnya aku gak bisa janji jalan di luar jam sekolah," kata Rara.
"Sebegitunya, oklah, aku mau bilang apa," kata Bima.
"Sorry, Lo juga kan harus banyak belajar," kata Rara.
"Awas ya, jika Lo banyak nongkrong dengan Jojo atau, Dewi, dan Putri," kata Bima.
"Lah, kenapa si mulai cemburuan gini," kata Rara.
"Aku ngerasa aja, sepertinya kita akan jauh, atau aku gak tau jika nanti kuliah kita akan lanjut gak," kata Bima.
"Bim, jika jodoh pasti akan jadi, jika gak ya harus ikhlas," kata Rara.
"Ya, ya, ya," kata Bima.
Bima akui sejak pernah putus, Rara semakin berbeda dan jauh dari dia, bukan seperti dulu sebelum putus.
Besoknya jam istirahat, Bima dan Irfan ajak Putri dan Rara makan di kantin.
"Fan, Lo dah tau mau lanjut kemana?" tanya Putri.
"Sudah, aku akan kuliah ilmu kebumian, jadi nanti lanjutan kerjanya di BMKG," kata Irfan.
"Kerjanya nanti pindah-pindah kota," kata Rara.
"Iya, tapi sepertinya itu yang menarik, aku gak suka bagian kesehatan, kantoran, pendidikan, atau ikatan dinas," kata Irfan.
"Kuliahnya dimana?" tanya Bima.
"Aku nyoba di Universitas negeri dulu, nanti lihat tembus dimana," kata Irfan.
"Semangat, pasti kita semua bisa," kata Rara.
"Cie, yang lagi pada dekat-dekat, tumben kelihatan pacaran di sekolah," kata Jojo datang dengan Bagas.
"Iyalah, kan ntar lagi LDR, atau bahkan putus," kata Irfan sambil tertawa.
"Wah, ini pada mau putus tapi pada tenang-tenang aneh banget," kata Bagas.
"Harus buat kenangan terindah," kata Rara.
"Wah, memang, selamat deh untuk kalian," kata Jojo berlalu pergi.
Bel masuk kelas kembali berbunyi, semua masuk kelas.
Kelasnya Rara mengadakan rapat sejenak untuk buat foto kelas, dengan wali kelasnya juga, nyari waktu senggang hanya bisa di hari Minggu sore hari.
Cika mulai giat belajar, "Ngapain Lo banyak belajar, memang Lo sudah tau akan lanjut kemana?" tanya Lia.
__ADS_1
"Ada yang mau kuliahin gua, dan gua gak akan sia-siakan kesempatan ini," kata Cika.
"Siapa? gak ada harap imbalan kan?" tanya Lia.
"Tidak, jika aku selesai kuliah aku akan kerja sesuai profesiku, sudah tanda tangan perjanjian," kata Cika.
"Siapa yang jadi donatur?" tanya Lia lagi.
"Mamanya Dewi," kata Cika.
"Yang bener? dia gak marah dengan semua yang Lo buat?" tanya Lia.
"Gak, Dewi juga gak marah," kata Cika.
"Baguslah Cik, gunakan kesempatan ini baik-baik, lalu Lo akan lanjut kemana?" tanya Lia.
"Aku ambil guru aja, guru Sosiologi, kata saudaraku jurusan itu susah dicari," kata Cika.
"Kampusnya dimana?" tanya Cita yang dari tadi hanya jadi pendengar.
"Pilihan kampus harus sama dengan Dewi supaya bisa satu rumah, di Universitas Pendidikan Indonesia," kata Cika.
"Memang Dewi milih jurusan apa?" tanya Lia.
"Guru Paud," jawab Cika.
"Semoga lancar ya Cik," kata Lia.
Malamnya.
"Dewi, kok WA ku gak pernah di balas," Chat Bagas.
"Gitu ya? semua lagi pada dekat-dekatan karena mau buat kenangan indah sebelum berpisah, kok kita dua jauh-jauhan," kata Bagas.
"Mereka kan memang pacaran, kita dua pacaran? aku cuma gak mau terlalu sedih saat kita akan pisah, sejujurnya aku saja sedih dengan alasan yang kamu bilang untuk kita putus dulu," kata Dewi.
"Aku memang salah, tapi ijinkan berapa bulan ni kita kembali dekat juga gitu," kata Bagas.
"Siapa yang larang kamu datang dan dekat sama aku, kamu aja yang gak berani melangkah, kamu gak malu dekat sama aku?" tanya Dewi.
"Dewi," untuk pertama kali Bagas bentak dengan nada kesal.
Dewi hanya diam, dan air mata mengalir, dimatikan telponnya.
Keesokan paginya di sekolah, ketika Dewi tiba, Bagas sudah nungguin di parkiran dengan senyum lebar, "Pagi Wi," sapanya.
"Pagi Gas, ngapain disini pagi-pagi?" tanya Dewi.
"Nungguin kamu," kata Bagas.
"So sweet...," kata Dewi.
"Hari ini pelajaran apa dikelasmu?" tanya Bagas.
"Kimia, Bahasa Inggris dan PPKN," jawab Dewi.
"kalau aku, Fisika, Bahasa Indonesia dan SBK," kata Bagas.
"Kita dua kayak orang baru kenal aja si," kata Dewi sambil dorong bahunya Bagas.
"Mungkin karena sudah terlalu lama waktu yang kita dua lewatkan, jadi canggung untuk dekat lagi ," kata Bagas.
__ADS_1
"Mungkin, nanti jam istirahat ke kelasku, makan di kelasku, ku bawa bekal banyak ni," ajak Dewi sambil senyum.
"Ok," Bagas menyetujuinya.
Mereka masuk ke kelas masing-masing, "Wajahnya ceria banget," goda Putri ketika Bagas masuk kelas.
"Iya dong, pagi ini sekolah rasanya indah sekali," kata Bagas.
Putri dan Rara saling tatap dan tertawa.
Bel istirahat pertama berbunyi, Bagas segara berlari keluar kelas menuju kelasnya Dewi.
"Coba kamu chat Dewi, mau gak makan bareng dengan kita," kata Rara.
"Apa harus kita dua ajak dia?" tanya Putri.
"Maksudmu?" tanya Rara.
"Kamu gak lihat wajah Bagas ceria sekali pagi ini, dan aku juga dapat kiriman foto update dari Irfan, Bagas sudah nongkrong di kelasnya mereka makan dengan Dewi," kata Putri.
"Mana fotonya saya lihat," kata Rara.
"Ini," Putri menunjukan foto ke Rara.
"Pantas, Dewi gak kesini, Bagas juga semangat langsung ke sebelah," kata Rara.
"Kita makan aja berdua yuk," Putri langsung mengeluarkan kotak makannya.
"Kamu tau gak aku suka mikir, apa aku sanggup kuliah dan memasuki dunia baru yang lebih ke arah praktek kerja," kata Rara.
"Kita pasti bisa, awal kamu juga kan mikir sanggup gak lewati SMA saat kita masih SMP, namun nyatanya bisa juga di kelas tiga SMA," kata Putri.
"Kamu kerjakan soal-soal yang ku kasih gak?" tanya Rara.
"Kerjakanlah," kata Putri.
Rara selalu membagikan soal-soal dari lesnya untuk Putri.
"Sore ini aku les lagi, jadi siap-siap terima soal baru," kata Rara.
Sorenya, mobil Jojo sudah di depan pagar rumahnya Rara.
"Jo cepet banget jemput saya hari ini," kata Rara ketika naik ke mobil.
"Pengen aja cepet ketemu kamu, oh ya, ntar malam pulang les kamu nemenin aku dulu ya," kata Jojo.
"Kemana?" tanya Rara.
"Nanti lihat," jawab Jojo.
Rara hanya diam.
"Kenapa, kamu gak keberatan kan?" tanya Jojo.
"Gak lah," jawab Rara.
"Ok, gak sah ijin Bima ya, kayak Lo dah jadi istrinya aja," kata Jojo.
"Iya," jawab Rara.
Jojo tersenyum senang.
__ADS_1