
Ari telah menunggu Rara di depan rumah, Ari sengaja menjemput Rara hari itu, karena mau mengajaknya mencari baju lab yang bagus, untuk mereka praktikum.
"Maaf lama ya Ri," Kata Rara.
"Gak apa-apa," Kata Ari.
Kesabaran Ari yang membuat Rara sangat nyaman dengannya, Ari hampir sama dengan Bima, sangat baik banget bagi Rara.
"Ri, tadi malam aku buat kue, aku ada bungkuskan buat mamamu, dan ini untukmu," Kata Rara.
"Suapin dong, gua belum sarapan," Kata Ari.
"Gak sarapan, nanti malah mag," Kata Rara.
"Ambilkan obatku di laci tu Ra," Kata Ari.
Rara mengambilnya, membuka obat kunyah untuk lambung dan memberikan kepada Ari, sepuluh menitan Rara menyuapkan kue ke mulut Ari.
"Tiga jam dari sekarang, kamu harus makan loh RI,' Kata Rara.
"Iya, suster," Jawab Ari sambil tersenyum.
Sesampainya di kampus, Rara dan Ari segera menuju ruangan TU dan mengurus KRSnya. Ari berkumpul dengan teman-temannya.
"Tumben datang berdua hari ini," Kata Dini.
"Yah, ada urusan," Kata Ari.
"Pantas harum sekali," Goda Alex.
Ari hanya senyum, Joshua masih tak mau bicara dengan Ari, dia merasa terkhianati, padahal dia yang tak mau berusaha.
"Ra, tadi kamu datang dengan Ari?" Tanya Rika saat selesai menyerahkan KRSnya di TU.
"Iya," Jawab Rara.
"Kamu sudah serius dengannya?" Tanya Rika.
"Ka, serius itu konteksnya seperti apa si?" Tanya Rara.
"Ya, serius pacaran," Jawab Rika.
"Serius menurut saya, jika sudah akan nikah, tapi saya jalan dengan dia ya serius, tak menganggap enteng hubungan ini," Jawab Rara.
"Ra, gua jawab apa ke Dini?" Tanya Rika.
"Bilang saja, iya pacaran," Jawab Rara.
Putri, Miki, dan Mika sedang duduk-duduk tunggu panggilan dari TU.
"Put, kalau aku ikut magang di kantormu, bisa gak?" Tanya Mika.
"Nanti ku tanya ya," Jawab Putri.
"lalu aku kemana dong?" Tanya Miki.
"Nanti dari universitas kasih saran beberapa tempat kok," Kata Putri.
Akhirnya mereka bertiga di panggil dan diberikan kartu kuliah untuk semester tiga, Putri segera bergegas pergi ke kantor.
__ADS_1
Akhir-akhir ini Putri, lagi tak nyaman di kantor, sejak kedatangan orang baru namanya Raka, katanya orang perwakilan dari keluarga omnya Putri yang ada di Kalimantan.
"Jangan pernah anggap karena dirimu yang mempunyai hubungan darah, lalu bisa seenaknya di kantor ini," Raka langsung menegur Putri, saat datang telat. Padahal Putri telat karena kuliah, dan sudah ijin sebelumnya.
Putri merasa dia harus segera ke kantor, dan menyelesaikan semua pekerjaan dengan baik.
Setibanya di kantor, Raka langsung melihat ke arah jam dinding, Raka dan Putri satu ruangan, tepatnya Putri adalah sekretarisnya.
"Selamat siang," Sapa Putri.
"Nanti serahkan jadwal kuliahmu, agar saya tau," Kata Raka.
"Baik Pak," Jawab Putri.
"Tolong masukan data yang di meja, dalam file yang sudah ku kirim di WA mu," Kata Raka.
"Baik Pak," Jawab Putri.
Putri kaget yang harus diinput adalah data keuangan pemasukan dan pengeluaran setahun lalu, Bukannya harusnya kerjaan ini adalah kerjanya bendahara bukan aku. Putri berkata di dalam hatinya.
Putri kerja semuanya dalam diam, dan berusaha teliti, hingga tak lihat ponselnya dari tadi ada panggilan.
Sudah setengah perjalanan, Putri teringan permintaan Mika, dia coba bertanya, "Pak Raka, ada temanku mau magang, kira-kira bisa gak?" Tanya Putri.
"Nanti aku coba tanya bagian personalia, perempuan atau laki-laki?" Tanya Raka.
"Perempuan," Jawab Putri.
Putri kembali bekerja hingga waktu menunjukan pukul tujuh malam.
"Sudah jam tujuh, besok lanjutkan lagi," Kata Raka.
"Baik Pak," Jawab Putri.
"Pulang malam Put?" Tanya Bude.
"Kerjaannya banya Bude," Jawab Putri.
"Malam Put," Sapa Arya.
"Selamat malam semuanya," Balas Putri.
Pakde tersenyum melihatnya, Putri yang terkaget melihat Pakde telah di rumah.
"Ijin, saya mandi dulu," Kata Putri.
"Iya, sana," Kata Mamanya Arya.
"Pulangnya kok lama?" Tanya Ayahnya Arya.
"Ada kerjaan untuk dia, tadi aku tanya pimpinannya," Kata Pakde.
"Sekarang ada pimpinannya?" Tanya Arya.
"Ada, orang baru urusan keluarga dari Kalimantan, namanya Raka," Kata Pakde.
Arya diam mendengar hal itu, ntah perasaanya tak nyaman mendengar hal itu.
Putri akhirnya selesai mandi, dan bergabung dengan semua sambil makan malam.
__ADS_1
"Tadi di telepon Arya gak lihat ya Put?" Tanya mamanya Arya.
"Maaf, tidak Tante, tadi baru lihat pas di rumah,' Jawab Putri.
Baru saja bicara, ponselnya Putri bergetar ternyata panggilan dari Raka, Putri yang duduk di samping Arya, tentu membuat Arya melihat nama yang tertera di ponsel, Putri segera menjawab panggilan itu.
Hallo, Jawab Putri sambil berdiri dan menjauh dari kumpul keluarga itu.
Untuk temanmu ada lowongan, di bagian gudang untuk pendataan, jam datangnya akan sama seperti kamu? Tanya Raka.
Iya Pak sama seperti saya, Jawab Putri.
Ok, besok suruh dia datang menghadap bagian personalia, Kata Raka di seberang sana.
Baik Pak, terima kasih. Jawab Putri mengakhiri panggilan telepon tersebut.
Putri kembali duduk dan menghabiskan makanannya, tanpa dia sadari Arya memindahkan letak ponselnya menjauh dari tempat duduknya.
Mami memperluas produk kerjanya, membuka cafe biasa diluar gedung utama di dalam.
Dewi dan Cika bekerja di bagian depan, Cika bagian menyajikan minum dan Dewi bagian kasir. Pakaian mereka sopan, tamu yang datang di depan adalah tamu yang hanya mau duduk dan minum minuman ringan, bukan minuman keras.
"Cika, hari ini kok sepi ya," Kata Dewi.
"Kita buat kuis atau acara apa gitu," Kata Cika.
"Maksudnya?" Tanya Dewi.
"Kita buka buat tempat acara ulang tahun, acara lamaran, kita dua promo, hitung-hitungan gitu.
"Aku buat posternya dulu aja ya," Kata Dewi.
"Oh ya, posternya kasih aja ke om-om yang datang, agar om-om itu bantu sebarkan," Kata Cika.
"Oh iya benar, kita manfaatkan mereka," Kata Dewi.
Dewi dan Cika merancang, segala harga per paket untuk acara ulang tahun, atau acara apapun.
Mami tersenyum melihat mereka berdua, Mami berharap, mereka berdua bisa mandiri jika suatu saat mami menutup usaha hiburan malam ini.
Rara dan Ari sepulang dari kampus pergi mencari baju lab, selesai itu mereka pergi makan siang, Rara langsung diantar ke klinik.
"Nanti pulang, aku jemput," Kata Ari.
"Ri, tadi Rika tanya ke saya, kita dua serius, ku tanya serius apa, dia blg apa Yang harus dia bilang ke Dini, ku bilang, jawab aja kita pacaran," Cerita Rara.
"Iya, toh memang kita pacaran, lelah hadapi Dini, gak bisa terima kenyataan, makanya aku juga sudah menjauh dari mereka, untuk praktek aku bisa latihan di tempat pamanku," Kata Ari.
"Sebelum jemput aku, kamu makan dulu di rumah, supaya gak usah jajan, belajar hemat," Pesan Rara.
"Siap," Jawab Ari.
Rara senyum dan membaringkan kepalanya di kursi mobilnya Ari, dia bersyukur Ari sangat baik dan dewasa, Aripun merasa tenang bersama Rara. Kenyamanan yang mereka bangun sejak bertemu di akhir semester dua, yang membuat mereka berusaha mempertahankan hubungan ini.
Keesokan harinya Mika senang sekali mengetahui bahwa dia bisa bekerja di kantornya Putri.
Mana jadwal kuliahmu? Tanya Raka di WhatsApp.
Putri segera mengirimkannya.
__ADS_1
Raka hanya membalas dengan gambar jempol.
Putri menarik napas dalam-dalam.