Jejak Cinta RAHWANA

Jejak Cinta RAHWANA
BAB 61. Menggagalkan Kencan Buta.


__ADS_3

Selesai mandi dan sarapan, Kuara kemudian berganti pakaian. Siang ini, ia diminta oleh ibunya untuk menemainya bertemu dengan klien penting.


Si kecil Micha ikut serta bersama dengan tante dan neneknya. Karna Mas Bhanu sudah harus kembali ke Semarang untuk bertugas.


Sejak umur satu tahun, Micha memang tinggal bersama dengan neneknya. Tiga tahun yang lalu, ibunya meninggal karna komplikasi pasca melahirkan Micha. Dan ia harus di rawat oleh Lisa. Untungnya ada Kuara yang membantu merawat Micha. Itulah kenapa Micha memanggil Kuara dengan sebutan bunda.


“Itu. Restoran yang di depan itu.” Tunjuk Lisa kepada Kuara yang mengemudikan mobil.


Kuara segera membelokkan mobil ke arah restoran yang di beritahu ibunya.


“Bu, Ara sama Micha tunggu di sini saja ya.” Pinta Kuara kemudian. Ia merasa tidak perlu ikut bertemu dengan klien ibunya itu. Ia berniat menunggu ibunya di mobil saja.


“Jangan begitu. Ayo, ikut masuk.” Paksa Lisa.


Merasa tidak ingin berdebat dengan ibunya, Kuarapun mengalah dan ikut masuk ke dalam restoran.


Di dalam restoran, nampak seroang pria yang langsung berdiri menyambut Lisa dan Kuara saat mereka masuk.


“Bu Lisa. Apa kabar. Ujar pria itu yang kemudian berjabat tangan dengan Lisa.


“Baik, baik, Farel. Kamu apa kabar?” Tanya Lisa ramah.


“Baik, Bu. Ini?” Farel bertanya tentang Kuara.


“Ini Kuara. Putriku.”


Kuara menganggukkan kepala tanda hormat. Ia ragu saat Farel mengulurkan tangannya meminta berjabat tangan. Namun ia tetap menyambutnya juga.


Lisa, Kuara dan Farel kemudian duduk. Kuara duduk di sebelah ibunya dengan memangku Micha. Sementara Farel duduk tepat di hadapannya.


Untuk beberapa saat, keadaan terasa canggung. Kuara melirik ibunya yang tak kunjung membahas perihal pekerjaan.


“Cobalah untuk berkenalan dengannya.” Bisik Lisa kepada putrinya.


Dan sekarang Kuara baru faham maksud sang Ibu mengajaknya serta. Ibunya ingin memperkenalkan Farel dengannya.


“Micha, ayo temani Uty ke kamar mandi.” Ajak Lisa yang langsung menarik tangan kecil Micha.


Kuara tidak sempat menyela. Ia jadi tidak enak dan suasana menjadi semakin canggung.


“Apa Bu Lisa tidak memberitahu tentangku?” Tanya Farel membuka percakapan untuk mencairkan suasana.

__ADS_1


“Tidak. Maaf.”


Farel tersenyum. “Tidak apa-apa. Aku akan menceritakan tentang diriku sendiri.”


Kuara hanya menganggukkan kepala saja sambil tersenyum canggung.


“Namaku Farel Adiyaksa. Umurku 34 tahun. Dan aku bekerja sebagai jaksa. Aku masih single. Maaf atas kelancanganku meminta Bu Lisa untuk mengenalkanku denganmu.”


“Tidak apa-apa. Aku yakin ibuku sudah menceritakan tentangku.”


“Ya, Bu Lisa sudah memberitahuku tentangmu. Aku harap, kita bisa akur ya, Kuara.”


Entahlah. Perasaan Kuara sedang mengambang saat ini. Ini pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir ia di kenalkan dengan seorang pria.


“Farel, aku minta maaf sebelumnya. Semoga kau tidak kecewa nantinya.  Tapi, tidak mudah untuk berada di sisiku.” Ujar Kuara dengan rasa tidak enak hati.


“Aku tau. Aku sudah mendengar semua tantangmu. Termasuk tentang rumor-rumor itu.”


“Kalau begitu, apa kau tidak takut?”


“Entahlah. Aku akan tau setelah mencobanya, kan?”


“Ara?” Suara itu mengejutkan Kuara dan Farel. Mereka berdua kompak menoleh kepada Awan yang tengah berdiri di dekat meja mereka.


Awan baru saja selesai makan siang dengan kliennya di restoran L saat ia melihat Kuara yang sedang berbincang dengan seorang pria. Perlahan ia mendekat dan mendengarkan seluruh pembicaraan mereka.


Ada rasa tidak terima saat mengetahui ternyata pria yang sedang duduk bersama Kuara itu punya niat tersendiri. Maka dari itu Awan segera muncul di antara mereka.


“Awan?” Kuara tidak menyangka kalau mereka akan bertemu lagi secepat ini.


Tanpa permisi, Awan langsung mengambil duduk di sebelah Kuara. Tidak peduli kalau gadis itu menatapnya penuh tanda tanya.


“Kalian sedang apa?” Tanya Awan sambil melemparkan senyuman kepada Farel.


“Siapa kau?” Tanya Farel dengan mengernyit heran. Aneh dengan kedatangan pria asing yang tiba-tiba ikut bergabung bersama dengan mereka.


“Aku? Kekasih Kuara.”


JLEG!


Kuara langsung menoleh kembali kepada Awan dengan bola mata yang hampir saja keluar dari kelopaknya.

__ADS_1


“Pacar?” Tanya Farel menyelidik. Ia melihat Awan dan Kuara bergantian.


“Em.” Awan mengangguk dengan masih mengembangkan senyumannya. Kemudian ia menoleh kepada Kuara yang masih melotot. Perlahan, ia menyelipkan helaian rambut Kuara ke belakang telinga. Seolah ingin membuat Farel cemburu dengan menunjukkan sikap manis kepada gadis itu.


Farel hanya bisa menatap tidak terima dengan perlakuan Awan itu. Terlebih tindakannya tidak mendapatkan penolakan dari Kuara. Membuat Farel yakin kalau Awan benar-benar kekasih Kuara.


Sementara kesadaran Kuara masih melayang akibat sikap manis Awan. Saat tersadar, ia segera memalingkan wajahnya dari Awan dan menatap Farel yang nampak kecewa padanya.


“Ah, ehm.. Farel, aku...”


“Ah, iya. Aku lupa kalau ada janji. Kalau begitu, aku permisi dulu, Kuara.” Pamit Farel tiba-tiba yang langsung berdiri dan pergi begitu saja. Meninggalkan Kuara yang merasa sangat tidak enak hati. Sementara Awan masih dengan senyum lebarnya.


“Apa yang kau lakukan, Awan?” Protes Kuara dengan segera. Ia menatap Awan menuntut pertangung jawaban pria itu karna sudah mengacaukan kencan butanya.


“Aku menyelamatkanmu.”


“Awan, aku serius. Apa yang baru saja kau lakukan? Kau membuatku berada di posisi yang sulit.”


“Dulu aku sudah pernah bilang. Kalau kau itu milikku. Apa kau tau betapa sakitnya aku menunggumu selama ini? Kali ini, aku tidak akan pernah lagi melepaskanmu, Ara. Kau milikku, dan akan selalu begitu.”


Kuara tidak bisa berkata-kata. Di satu sisi, ia kesal dengan sikap semena-mena Awan. Tapi di sisi lain, hatinya kembali merasakan debaran menggelikan. Padahal, ia fikir hatinya sudah mati.


“Kau...”


“Ssst. Sudah. Jangan protes. Aku sudah mengatakannya dengan sangat jelas. Tidak ada lagi alasan kau tidak mendengarkanku.”


“Kau. Kenapa selalu berbuat sesuka hati? Apa kau tidak memikirkan posisiku? Apa kau tidak memikirkan hatiku?”


“Karna aku memikirkan hatimu, Ara. Aku melakukan semua ini.”


Sama seperti dulu, kali inipun, Kuara tidak bisa membantah pria itu.


Sementara di luar restoran, Farel bertemu dengan Lisa dan Micha.


“Lho, kenapa sudah keluar?bagaimana dengan Ara?” Tanya Lisa.


“Ara sedang bersama dengan kekasihnya, Bu. Kenapa Bu Lisa tidak bilang kalau Ara sudah punya kekasih?”


Lisa yang mendengar hal itu hanya mengerutkan keningnya. Kekasih? Tapi putrinya tidak punya kekasih. Apa maksud ucapan Farel?


“Sepertinya, perjodohan ini sudah gagal, Bu. Saya harap, kita tetap bekerja sama seperti sedia kala. Kalau begitu, saya pamit dulu.”

__ADS_1


Lisa masih tidak bisa berkata apapun. Ia hanya melihat punggung Farel yang menghilang ke dalam mobil sementara fikriannya terus berusaha mencerna ucapan Farel.


Merasa tidak sabar, akhirnya Lisa masuk kembali ke dalam restoran. Ia melihat Kuara yang sedang duduk dengan seorang pria yang dilihat dari punggungnya saja, pria itu nampak gagah.


__ADS_2