
Selena telah pindah bersama anaknya dari rumah Bara. Freya sedikit merasa sedih karena Selena tidak mau memberikan bayinya. Freya khawatir jika anak itu tidak akan diurus dengan baik. Sementara selama tinggal di rumah Bara bersama Freya. Setidaknya Freya bisa memberikan perhatian kepada bayi itu dan mengawasi pengasuh yang menjaganya.
"Apa Aaron, akan baik-baik saja bersama mereka?" khawatir Freya. Aaron adalah nama anak Selena.
"Tidak usah mengkhawatirkan dia, toh dia bersama orang tua kandungnya ... Meskipun aku tidak yakin dengan Selena, setidaknya Joshua menyayangi anak itu," ungkap Bara.
Joshua juga sesuai instruksi Bara mendatangi kantor Bara. Bersama Delvin, Bara mendiskusikan tentang kelanjutan perusahaan Joshua. Bara dan Delvin pun berinvestasi pada perusahaan tersebut.
Perusahaan Joshua bergerak dibidang Fast Moving Consumer Goods (FMCG) yang memiliki beberapa anak perusahaan. Setelah ayah Joshua meninggal dunia, Joshua yang terbiasa hidup manja. Saat menggantikan ayahnya, tidak memiliki kecakapan dalam berbisnis. Alhasil dia dicurangi oleh orang-orang yang dipercayainya.
Setelah Bara dan Delvin menyelidiki, ternyata banyak dana perusahaan yang di korupsikan oleh management perusahaan tersebut. Mereka menganggap Joshua orang yang mudah ditipu. Tapi tidak dengan Bara dan. Delvin.
Bara dan Delvin, menyarankan agar Joshua mulai memecat orang-orang tersebut.
"Aku harap Aaron juga mendapatkan kasih sayang dari Selena," harap Freya.
"Sebaiknya kita, tidak udah membahas masalah mereka, sayang." Bara mendekat ke arah Freya yang tengah memberikan ASI kepada Alesha. Mereka memberi nama, putrinya dengan nama Alesha Hathaway Horisson.
"Kau tahu, aku orang yang peduli," sanggah Freya.
"Aku tahu, tapi, aku lebih suka membahas masalah kita, Freya batalkan ya perjanjian satu tahun itu," bujuk Bara, dia duduk di lantai sedangkan Freya duduk di kursi sambil memberi Asi kepada putri mereka.
"Aku masih memikirkannya," sahut Freya seakan-akan tidak peduli.
"Yang jelas aku tidak akan menceraikanmu," tekad Bara. Dia masih berusaha agar Freya membatalkan niatnya untuk berpisah. "Apa kau tidak kasihan dengan Alesha, jika kita berpisah, dia akan kekurangan kasih sayang," bujuk Bara lagi.
Freya sebenarnya telah mengambil kepustusan untuk tidak bercerai. Apalagi Amber juga meminta Freya untuk membatalkan keinginannya berpisah dari Bara. Hanya saja Freya, ingin mengerjai Bara.
"Kau lupa bahwa--kau tidak berhasil membujuk Selena meberikan Aaron untuk kita?" sindir Freya.
"Oh, come on Freya, apa kau mau jika Alesha dirawat oleh Selena?" Bara membalikkan pertanyaan. Sampai kapanpun Joshua tidak akan mau memberikan putranya.
"Tentu saja tidak, kau tahu aku dan Selena berbeda," kesal Freya.
"Bagaimana jika kita program anak kedua dan selanjutnya?" bujuk Bara, dia jongkok dan mencium bibir Freya sekilas.
"Jangan harap," tolak Freya, dia berdiri dan menggendong Alesha, kemudian menaruhnya di box Bayi. Bara ikut berdiri juga dan memeluk Freya dari belakang.
__ADS_1
"Ayolah Freya, jangan menyiksaku terlalu lama, apa kau ingin melihatku mencari wanita lain?" ancam Bara. Freya langsung membelalakan matanya kepada Bara.
"Dasar kau!" kesal Freya. Dia mendorong tubuh Bara dan berjalan menuju ranjang.
"Atau kau ingin melihatku mati? Agar kau percaya bahwa aku hanya akan mencintaimu? Anggap saja sebagai pembuktian cintaku padamu," rayu Bara. Dia ikut duduk di depan Freya. Freya menutup mulut Bara.
"Jangan pernah mengatakan itu, aku tidak snaggup membayangkannya," ucap Freya. "Aku telah memaafkanmu, ayo kita kembali bersama dan menatap masa depan dengan anak-anak kita," lanjut Freya. Dia mencium bibir Bara kemudian hidungnya, matanya dan semua wajah Bara.
Bara bahagia, Freya telah memaafkannya. "Apa itu artinya setelah setahun, kau tidak akan meminta bercerai 'kan?" tanya Bara memastikan bahwa Freya tidak akan berubah pikiran.
"Ya," jawab Freya singkat.
"Apa perlu aku membuat surat perjanjian yang menyatakan bahwa kau tidak akan meninggalkanku?" canda Bara.
"Asalkan perjanjiannya, menguntungkan aku," rayu Freya.
"Lupakan saja, sebaiknya kita memulai program anak selanjutnya," Bara memeluk Freya dan mulai mencumbunya.
***
Dua tahun kemudian.
Perusahaan Joshua pun mengalami kemajuan dan telah memberikan keuntungan, meskipun masih rendah. Selena telah berubah, dia seprtinya telah mencoba menjadi ibu yang baik untuk Aaron.
"Freya!" panggil Bara begitu memasuki kamar Alesha. Freya tengah bermain dengan Alesha.
"Ya," jawab Freya. Bara langsung memeluk Freya. Sepertinya Bara mengalami hari yang buruk. "Ada apa?" tanya Freya.
"Berita yang aku sampaikan ini adalah berita buruk, aku harap kau bisa menerimanya?" ujar Bara. Dia takut jika Freya terkejut dan itu akan berdampak kepada kandungannya.
"Katakan saja, aku siap," sahut Freya dengan khawatir.
"Joshua dan Selena mengalami kecelakaan," beber Bara. Dia semakin mengeratkan pekukannya dipunggung Freya.
"Bagaiman keadaan mereka?" tanya Freya. Dia berharap mereka baik-baik saja.
"Selena meninggal di tempat, sedangkan Joshua, dia mengalami koma," jelas Bara.
__ADS_1
"Aaron? Apakah dia bersama mereka saat kecelakaan itu?" Freya takut Aaron juga mengalami kecelakaan.
"Tidak, Aaron tidak ikut mereka,"
"Syukurlah," lega Freya.
"Freya, satu minggu yang lalu, Joshua pernah memintaku, jika terjadi sesuatu padanya, dia minta kita mengurus Aaron ... Bagaimana menurutmu?" tanya Bara. Dia takut Freya tidak ingin lagi merawat Aaron karena akan memiliki anak kedua.
"Tentu saja aku dengan senang hati merawatnya," putus Freya. Bara bahagia Freya bisa menerimanya.
***
Setelah melakukan proses pemakaman Selena, Bara dan Freya membawa Aaron pulang ke rumah mereka. Bocah kecil berusia dua tahun tersebut belum mengerti dengan apa yang terjadi.
"Aaron, sekarang ini adalah rumahmu, dia adalah mamamu," tunjuk Bara kepada Freya. "dan Alesha adalah saudarimu," jelas Bara. Aaron kecil hanya bergantian melihat Freya kemudian Alesha.
Freya memeluk dan menggendong Aaron, membawanya ke dalam kamar yang telah disediakan oleh Freya dan Bara. Sementara Bara menggendong Alesha.
"Freya, apa kau yakin menggendong Aaron?" Bara khawatir karena kondisi Freya yang tengah hamil besar.
"Tenang saja, aku bisa," ucap Freya. Dia mulai melangkah menuju kamar baru Aaron.
Satu bulan Aaron tinggal bersama mereka, Joshua belum juga sadarkan diri. Bara dan Delvin memantau perusahaan Joshua selama Joshua koma. Beruntung Bara dan Delvin memiliki saham yang cukup besar sehingga mereka punya andil terhadap berlangsungnya perusahaan.
Aaroon sendiri sudah mulai menerima bahwa dia tidak bertemu dengan Selena. Meskipun dia sering bertanya tentang mamanya. Namun, saat Freya maupun pengasuhnya menjelaskan, akhirnya anak itu bisa menerimanya. Pengasuh Aaron memang dibawa Bara sekalian, agar Aaron terbiasa. Tidak mungkin memperkerjakan orang baru? Freya dan Bara memberikan kasih sayangnya kepada Aaron dan Alesha, tanpa membedakan mereka.
🍒🍒🍒
Akhirnya done juga kisah Freya dan Bara. Rencana dua bab, aku jadikan satu aja ya!
Semoga kalian suka ya!
Jangan lupa baca One Night Stand in Dubai ya!
Kalian wajib baca ( authornya maksa🤭)
Pekanbaru
__ADS_1
111122
22.11