JERAT HASRAT KAKAK IPAR

JERAT HASRAT KAKAK IPAR
Cemburu


__ADS_3

Sebelum baca pencet dulu tombol Favoritenya ya cintah. Mumpung hari Senin jangan lupa vote buat diberikan kepada momnya Bara dan Freya. Like kemudian kembang. Kopi, kursi pijat, pisau sangat disarankan.😘


🍰🍰🍰


"Kau tidak ingin bertanya bagaimana kabarku?" Kenapa Freya begitu dingin terhadapnya. Bara tidak terima.


"Maafkan aku, tapi ... aku lihat kau baik-baik saja, sir." Freya sedikit kesal dengan Bara. Bukankah lebih cepat Bara memberitahu maunya, akan lebih baik lagi. Dan bukankah Bara yang tidak ingin bertemu dengannya lagi?


"Apa kau ingin, menyuruhku untuk tidak tinggal di London?" Tebak Freya. "Jika itu maumu. Aku akan segera pindah, hanya saja bisakah kau memberi waktu kami?" Lanjut Freya. Dia berdiri hendak pergi. Namun tangannya ditarik oleh Bara. Membuat Freya terduduk kembali.


"Apa yang kau bicarakan, duduklah dulu. Apa kau sudah makan? Waktu makan siang telah datang." Bara ingin berlama-lama dengan Freya.


"Aku akan makan setelah dari sini, katakan apa maumu." Freya tidak ingin berlama-lama berada dalam ruangn Bara. Dia tidak ingin Bara melihat bahwa ia sangat merindukan Bara.


"Aku akan mengajakmu makan siang." Bara berdiri dan menarik tangan Freya, membuat Freya yang tidak siap menjadi memeluk Bara.


Freya mencoba melepaskan diri, namun Bara menahannya. Bara semakin merangkul pinggang Freya. Freya mendongakan kepala, menatap Bara dengan kaget. Bara menatap mata hijau Freya dan beralih ke bibir mungil Freya yang menggoda.


Hasrat Bara untuk mencium dan menyentuh Freya semakin menjadi. Bara mencoba menahan diri, wanita ini sangat berbahaya, dia mengingatkan dirinya.


"Ayo, kita makan siang." Bara melepaskan Freya. Berjalan keluar ruangan. Freya yang masih terguncang, mencoba menenangkan jantungnya. Dan mengikuti Bara dari belakang.


"Anda akan keluar, sir?" Tanya Charlotte saat Bara keluar meninggalkan ruangannya.


"Ya." Jawab Bara singkat. Dia berhenti mendadak, membuat Freya yang tidak konsentrasi menabrak punggung Bara.


"Apa anda akan kembali, sir? Rapat dengan tim marketing nanti jam tiga." Charlotte mengingatkan Bara.


"Saya tahu, jangan cemas." Bara kembali berjalan menuju lift, diikuti Freya.


Bara membukakan pintu mobilnya, dan memberi kode agar Freya masuk. Tidak ada pembicaraan selama perjalanan. Baik bara maupun Freya sibuk dengan pikiran masing-masing.


Mereka makan siang di sebuah Restoran yang menyajikan makanan khas Italia pada ruangan VIP.


"Apa kau mengenal Emil Hamilton?" Bara tiba-tiba berbicara setelah keheningan cukup lama.

__ADS_1


Freya yang sedang mengunyah makanannya menjadi tersedak.


"Ya?" Ujar Freya singkat dan dingin. Dia seharusnya telah menduga bahwa Emil lah yang memberikan nomor handphonenya.


"Apa kau tahu dia menyukaimu?" Bara melap bibir dengan serbet, kemudian meminum red wine.


"Ya, aku tahu, dan itu bukan urusanmu." Tekan Freya, agar Bara tidak ikut campur urusannya. Mereka telah bercerai dan Bara tudak lagi memiliki hak terhadapnya.


"Itu menjadi urusanku."


"Aku telah selesai." Freya beranjak dari kursi dan bersiap meninggalkan Bara. Dia tidak suka Bara mengaturnya. Bara dengan sigap menarik Freya. Membuat Freya berhenti.


"Kita belum selesai, aku ingin kau menjauhinya dan jangan menggodanya." Bara tidak tahan memikirkan Freya memburu pria seperti dulu Freya memburunya.


Freya membalikan tubuhnya dan menatap Bara dengan tajam. Tidak percaya dengan kelancangan Bara untuk mengatur hidupnya. Menggoda Emil? Apa itu yang dipikirkan Bara? Apa dalam pikiran Bara, telah tertanam bahwa dia adalah wanita penggoda?


"Menggoda? Aku tidak pernah menggoda pria." Tekan Freya.


"Apa kau lupa? Kau pernah menggodaku, menjebakku dan menipuku?" Bara tidak mau kalah, dia harus memastikan Freya menjauhi Emil karena Bara tidak rela? Atau sebaiknya biarkan saja dia bersama Emil? Agar Bara terlepas dari Freya?


"Baiklah jika kau bersikeras ingin bersama Emil, pergilah dengannya, rayu dia, seperti kau merayuku." kesal Bara, dia merasa Freya tidak mau mendengarkannya.


"Apa?" Lirih Freya.


"Baiklah, jangan campuri hidupku lagi." Freya sengaja menuruti keinginan Bara agar Bara tidak mengintimidasinya lagi. Perasaan tertariknya kepada Bara harus dihilangkan. Dan mungkin dengan adanya pria baru bisa mengalihkan pikirannya dari Bara.


Freya meninggalkan Bara. Bara kesal dengan pertengkarannya dengan Freya seharusnya dia membujuk Freya dan memulai rumah tangga mereka dari awal.


***


Akhirnya Freya berusaha menerima pendekatan Emil, selain karena tidak tega juga agar ia bisa melupakan Bara. Mereka telah mulai berkencan. Freya tahu bahwa Emil adalah pria tampan dan baik. Hanya saja perasaan Freya telah terikat dengan Bara. Emil tidak membahas lagi hubungan Freya dengan Bara. Dia percaya dengan perkataan Freya bahwa dia dan Bara telah bercerai.


Sekalipun Emil tidak tahu kenapa Bara berbohong padanya. Namun, akhirnya Emil menarik kesimpulan bahwa -- kemungkinan karena Bara tidak ingin dia mendekati Freya atau Bara tidak ingin kehilangan Freya dan ingin kembali padanya? Pasti akan sulit bagi Bara melupakan wanita secantik Freya.


Sebulan berlalu dan Freya telah menjalin hubungan dengan Emil. Sejauh ini Emil masih bersikap sopan kepada Freya. Freya telah memulai mempersiapkan toko rotinya. Emil membantu Freya dan mendukung Freya. Emil selalu memberikan semangat kepada Freya.

__ADS_1


Hari ini Emil mengajak Freya makan malam di Grand Horisson Hotel. Dia membukakan kursi untuk Freya duduk. Emil adalah orang yang sangat perhatian dan romantis. Freya merasakan perbedaan dengan yang dia rasakan, saat bersama Edward dan Bara. Anehnya Freya belum bisa menyukai Emil, tidak seperti perasaannya kepada Bara. Bisa dikatakan Freya bodoh, tidak tertarik dengan Emil. Dengan segala perhatian dan kasih sayang yang diberikan Emil.


Mereka makan malam dengan gembira, sesekali Emil menyuapkan makanan ke mulut Freya. Melap sisa makanan yang menempel di sisi bibir Freya. Freya benar-benar memulai masa depan baru. Berharap mungkin inilah -- menuju bahagianya.


***


Bara melangkahkan kakinya bersama dua orang rekan bisnis. Memasuki restoran di Grand Horisson Hotel. Mereka adalah pemilik perusahaan alat berat pabrik dan pemilik supermarket. Bara ingin membeli peralatan baru untuk pabrik wine di Maidstone dan memasarkan winenya ke seluruh Inggris.


Bara melihat Emil dan Freya, mereka sangat dekat dan romantis. Bara terbakar cemburu, apa lagi melihat Freya yang tersenyum bahagia. Bara ingin Freya hanya tersenyum seperti itu dengannya. Ya hanya dengannya.


Bara meminta rekan bisnisnya untuk duduk di meja yang telah Bara siapkan. Dia ingin menyapa Emil dan Freya dulu. Sedikit memberi tekanan kepada Freya dan Emil karena dengan berani mengabaikan larangannya.


"Kalian terlihat serasi." Sindir Bara yang telah berada di samping antara Emil dan Freya.


"Bara?" Emil gugup dia ingat Bara telah memperingatkannya untuk menjauhi Freya. Emil tidak menyangka bertemu Bara. Emil tahu ini adalah hotel milik Bara, namun Bara jarang berada di sini. Freya hanya memandang Bara sekilas kemudian melanjutkan makannya, tanpa memedulikan kehadiran Bara. Freya seperti menganggap Bara hanya iklan yang datang dan kemudian pergi untuk melanjutkan acara televisi.


"Bagaimana kabarmu Freya?" Bara kesal Freya hanya memandangnya sekilas.


"Seperti yang kau lihat, sir, aku baik." Ucap Freya cuek.


"Apa kau makan sendiri? Mau bergabung dengan kami?" Tawar Emil. Walaupun Freya memberitahu bahwa dia telah bercerai dengan Bara. Namun, sepertinya Bara masih tidak terima. Dan Emil merasa tidak enak.


"Aku rasa itu tidak baik, kita sedang berkencan." Freya sengaja memanas-manasi Bara. Bara menatap tajam Freya, ingin dia menarik Freya dan menjauhkannya dari Emil.


"Freya." Emil memelototi Freya karena terang-terangan memberitahu bahwa mereka berkencan. Emil bukan takut hanya saja ia segan dengan Bara, apa lagi Bara telah memperingatinya dengan terang-terangan.


"Tidak apa-apa, aku hanya ingin menyapa kalian, aku bersama mereka." Bara menunjuk rekan bisnisnya yang telah duduk dan memesan makanan.


Bara pamit dan duduk di mejanya. Sesekali dia melirik ke arah Freya dan Emil. Freya semakin memanasinya, dengan menyuapkan makanan kepada Emil dan berusaha terlihat bahagia.


Dasar wanita murahan gerutu Bara, dia tidak menyangka Freya akan memprovokasinya. Lihat saja, dia tidak akan membiarkan Freya bersama Emil atau pria manapun.


🍒🍒🍒


Jangan lupa beri dukungan ya

__ADS_1


__ADS_2