
Hi Happy Monday, seperti biasa author akan ingatkan. Setiap Senin wakatunya VOTE, jangan lupa berikan buat momnya Bara dan Freya. Like kemudian kembang. Kopi, kursi pijat, pisau, nonton iklan sangat disarankan.😘
🍰🍰🍰
"Aku ingin kita bercerai," ucap Freya. Dia telah memutuskan untuk bercerai dari Bara. Sebaiknya dia mulai fokus merawat bayinya. Tanpa harus dibayang-bayangi Bara. Tidak ada jaminan jika Bara akan menepati janjinya.
"Apa?" Bara tidak percaya dengan yang diucapkan Freya. Dia menatap tajam ke mata Freya. Mencari kebohongan di sana. Bara kecewa, Freya ternyata serius dan tidak berbohong.
"Aku ingin kita bercerai," ulang Freya. Agar Bara yakin dengan yang didengarnya dan Freya serius.
"Sampai kapan pun, aku tidak akan mau melepaskanmu," balas Bara dengan egois.
"Kalau begitu, aku akan menggugat cerai," ucap Freya keras kepala.
"Coba saja, jika kau berani," ancam Bara. Freya memandang Bara. Bukannya membujuk Bara justru mengancamnya.
Dasar pria egois! Dia pikir Freya tidak berani?
"Aku akan menghubungi mr. Drake, aku akan mengurusnya," kekeh Freya. Dia tidak ingin lagi hidup bersama Bara. Hatinya belum siap jika terluka lagi.
"Jangan lakukan itu ... Freya please, mari kita ulang lagi dengan yang baru, lupakan yang telah terjadi," bujuk Bara, dia kembali memeluk Freya. Freya mencoba melepaskan diri.
"Apa yang kau lakukan padanya?" teriak seorang pria. Dia langsung menyingkirkan tubuh Bara dari Freya dan memukulinya.
__ADS_1
"Delvin!" teriak Bara saat melihat siapa yang memukulinya. Delvin tidak memperdulikan teriakan Bara. Dia kembali memukul Bara. Kali ini Bara tidak terima, dia balas memukul Delvin. Mereka saling baku hantam di ruang tamu.
"Freya ke sini, menyingkir dari sana, kau bisa terluka," ajak Amber. Freya langsung menghampiri Amber.
"Kalian, berhentilah!" teriak Freya. Namun kedua pria itu tidak mengindahkan perkataan Freya.
"Biarkan saja, jika itu membuat mereka tenang," sahut Amber.
"Tapi, Bi ... Aku kahwatir mereka terluka," cemas Freya. Meskipun Freya masih kesal dengan Bara. Tapi, dia tetap saja tidak tega.
"Sudah, tidak ada tapi-tapian, kita tunggu saja, emosi mereka mereda ... Sebaiknya kita menyiapkan makan malam untukmu dan Bara," saran Amber. Dia menggandeng tangan Freya dan mengajaknya ke dapur.
"Bibi dan Paman tidak makan?" tanya Freya. Dia hanya pasrah, mungkin Amber benar. Akan sangat berbahaya jika mereka berada di sana. Bisa-bisa mereka juga ikut kena pukulan.
"Aku tidak tahu, dia tiba-tiba saja datang ... Apakah Paman yang memberitahunya?" Freya menjadi curiga.
"Bibi pastikan, bukan dari Delvin ... jika dia yang memberitahu, pasti sudah lama Bara menemukan kita," imbuh Amber. Dia tahu Delvin tidak akan melakukan itu.
"Semoga saja perabotan pemilik tumah tidak hancur, jika tidak kita harus menggantinya," cicit Freya.
"Kau benar, biarkan saja mereka yang mengganti ... bukan perkara sulit bagi mereka," ledek Amber.
"Aku telah memasak, Bibi ... Jadi kita hanya perlu menghidangkannya saja, tapi, sepertinya Bara tidak usah makan di sini," sahut Freya.
__ADS_1
"Apa kau, masih belum memaafkannya?" tanya Amber.
"Aku memaafkannya, Bibi ... tapi, untuk kembali aku tidak mau, aku trlah bilang padanya bahwa aku ingin bercerai," jujur Freya.
Amber menutup mulutnya karena ucapan Freya, membuat dia tidak percaya.
"Apa kau yakin? Apa kau tidaknkasihan dengan anakmu yang akan kekurangan kasih sayang orang tua?"
"Bukankah, saat aku memutuskan pergi dari hidup Bara, aku telah memikirkan konsekuensinya. Bahwa hanya aku yang dimiliki anakku," jelas Freya. " Dan lagian, Bibi. Sebaiknya aku mrngajukan cerai jadi Bara tidak bisa mengatur hidupku lagi," lanjut Freya.
"Terus terang, Bibi tidak tahu memberikan komentar apa ... kau yang akan menjalaninya dan Bibi menghormati keputusanmu ... Jika ingin jujur, Bibi, tidak suka ada perceraian di keluarga kita,"
🍒🍒🍒
Dah segitu dulu ya. Hi kalian jangan lupa VOTE ya.. Ayo kasih dukungan dunk dengan banyak kasih VOTE, BUNGA. KOPI dan Nonton IKLAN.
Pekanbaru
311022
11.24
Mereka memu
__ADS_1