JERAT HASRAT KAKAK IPAR

JERAT HASRAT KAKAK IPAR
Pengakuan Emil


__ADS_3

Jangan lupa komen ya. Buat yang masih punya Vote silahkan beri untuk Bara dan Freya ya. Kasih kembang, kopi, kursi pijat, pisau dan iklan sangat disarankan😘


🍰🍰🍰


"Kau harus mencari Freya, Bara, anak yang dikandung Freya adalah anakmu!" teriak Emil, dia berusaha melepaskan diri dari peganggan securitty. Dia tidak ingin menyesal jika benar Freya pergi dan ternyata melakukan hal yang nekad seperti yang ada di mimpinya. Maka seumur hidup Emil akan berada dalam penyesalan.


Emil sangat mencintai Freya, dia memang ingin memiliki Freya. Apa lagi Emil merasa Bara tidak tulus mencintai Freya. Buktinya saat diberi sedikit masalah Bara tidak menginginkan bayi yang di kandung Freya.


Hal itulah semakin menguatkan Emil bahwa hanya dia pria yang pantas untuk Freya. Cinta Emil kepada Freya melebihi cinta Bara kepada Freya. Emil tidak peduli anak yang di kandung Freya bukan anaknya. Ya Emil sangat yakin itu adalah anak Bara karena Emil tidak pernah menyentuh Freya.


"Hentikan ... lepaskan dia," perintah Bara, securitty segera melepaskan Emil. Emil mengusap tangannya yang sakit akibat cengraman securrity.


"Kalian pergilah," usir Bara kepada securitty. Mereka meninggalkan ruangan Bara.


"Jelaskan, apa maksudmu?" tanya Bara kembali kepada Emil.


"Anak yang dikandung Freya adalah anakmu, aku bisa pastikan itu," urai Emil.


"Kenapa kau begitu yakin? Bukan kah kau telah meniduri Freya?" Jika mengingat foto yang pernah diperlihatkan Emil kepadanya. Bara akan jijik dan ingin menghajar Emil.


"Aku tidak pernah menyentuh Freya, itu hanya jebakan agar Freya mau bersamaku," jujur Emil.


Emil kembali mengingat kejadian saat dia menjebak Freya.

__ADS_1


"Aku tidak akan memaafkanmu." Cicit Freya lemah dan akhirnya dia pingsan.


Emil yang melihat Freya pingsan segera membuka pintu kamar. Seorang wanita masuk.


"Lepas pakaiannya, semuanya," perintah Emil. Dia tidak akan tahan jika harus melepas sendiri pakaian Freya karena bisa dipastikan kelelakiannya akan terbangkitkan. Apa lagi melihat tubuh wanita yang dicintainya.


Emil ke kamar mandi untuk melepas pakaiannya sendiri. Begitu ke luar, wanita bayaran tersebut telah melepaskan pakaian Freya dan menutupinya dengan selimut.


Emil membuka jubah mandinya dengan masih memakai boxer. Dia kemudian masuk ke dalam selimut yang sama. Meminta wanita bayaran tersebut untuk mengambil fotonya.


Setelah mengambil beberapa foto. Emil yang sempat menyentuh kulit Freya yang tanpa busana.


"Aku butuh kau untuk bercinta, apa kau bersedia?" tanya Emil kepada wanita tersebut.


"Asalkan bayarannya sesuai," kedip wanita tersebut. Meskipun dia heran dengan kelakuan Emil. Padahal ada wanita yang disukainya di samping, kenapa tidak melampiaskan dengan wanita itu?


"Tentu saja," jawab Emil. Si wanita segera melepas pakaiannya. Mereka melakukan kegiatan panas di samping Freya yang tertidur pulas. Emil menatap wajah Freya saat bermainan dengan wanita tersebut.


Emil tidak ingin menyentuh Freya, saat dia tidak sadarkan diri. Emil akan menunggu Freya jika dia telah bisa menerima Emil.


Setelah melampiaskan hasratnya kepada wanita bayaran tersebut. Emil meminta wanita itu pergi setelah menstransfer sejumlah uang.


Emil kembali memakai boxernya dan tertidur di samping Freya. Saat terbangun Emil melihat Freya tidak ada lagi di kamar. Emil berharap dengan itu, mau tidak mau Freya akan bersamanya dan Bara meninggalkan Freya. Emil hanya perlu memprovokasi Bara. Membuat nya percaya bahwa Freya berselingkuh dengannya.

__ADS_1


Kepergian Freya adalah di luar rencana Emil. Tadinya dia sangat yakin jika Bara akan menceraikan Freya. Apa lagi Selena yang datang menambah masalah rumah tangga Freya dan Bara. Emil tidak tahu jika Bara juga berselingkuh alias masih berhubungan dengan Selena. Namun, andil Selena menjadi anugrah tersendiri buat Emil. Bahkan semakin menguatkan tekad Emil untuk merebut Freya dan membuat Freya bahagia bersamanya. Emil yakin setelah Bara menceraikan Freya dia bisa segera membujuk Freya untuk menikah dengannya.


"Apa? Hanya jebakan? Kau brengsek." Bara melayangkan tinjunya tepat di wajah Emil. Emil meringis kesakitan akibat pukulan tersebut.


Bara kembali melayangkan kepalan tinjunya ke pipi Emil yang lain. Emil masih belum membalas, dia membiarkan Bara masih memukulnya. Lama-lama akhirnya Emil menangkis pukulan Bara, meskipun, wajahnya telah babak belur.


"Tenanglah Bara, kau telah cukup menyakitiku," sindir Emil.


"Kau pantas mendapatkannya, kau tahu Freya milikku, berani sekali kau memisahkan kami dengan cara licik," murka Bara.


"Kau sendiri juga salah Bara, seharusnya jika kau mencintai Freya kau harus memahami kondisinya, dia telah memberitahumu bahwa dia dijebak ... tapi kau tidak mendengarkannya," sindir Emil lagi.


Bara kembali memukul Emil. Namun, ditangkis Emil dan dia segera menghindari pukulan Bara selanjutnya.


"Dasar kau brengsek," maki Bara.


"Tenanglah. Sebaiknya kau menghemat tenaga untuk mencari Freya, bukan membuanganya dan berkelahi denganku," saran Emil.


πŸ’πŸ’πŸ’


Mulai terbongkar ya satu persatu, biar Bara menyesal tidak mempertahankan Freya.


Pekanbaru

__ADS_1


091022


17.45


__ADS_2