
Jangan lupa koment ya. Bagi yang masih punya vote silahkan berikan buat momnya Bara dan Freya. Like kemudian kembang. Kopi, kursi pijat, pisau, nonton iklan sangat disarankan.😘
🍰🍰🍰
"Tenanglah, sebaiknya kau menghemat tenaga untuk mencari Freya, bukan membuanganya dan berkelahi denganku," saran Emil.
Bara membenarkan perkataan Emil. Sebaiknya dia mulai mencari Freya dan meminta maaf. Kalau perlu Bara akan bersujud di kaki Freya.
"Kenapa kau mengatakan semua ini?" Bara masih penasaran dengan motif Emil berkata jujur padanya.
"Karena aku sadar, sampai kapan pun Freya tidak akan bisa mencintaiku. Apa lagi dua minggu terakhir ini, aku bermimpi Freya bunuh diri dan itu sangat menyiksaku. Begitu pekerjaanku selesai, aku langsung mencari Freya. Kau adalah orang terkahir yang harus aku cari untuk menemukan Freya. Tadinya aku pikir kau yang menyembunyikannya," urai Emil.
"Pergilah, aku akan mulai mencari Freya. Aku harap kau jangan mengganggu hubungan kami lagi. Menjauhlah dari kehidupanku dan Freya," usir Bara.
"Aku minta maaf atas semua masalah yang aku timbulkan, jadikan ini pelajaran buatmu. Agar kau menghargai dan menerima wanita yang kau cintai apa adanya." Kata-kata Emil dibenarkan Bara.
Bara menyesal, dia telah menjadi seperti ayahnya. Yang menuduh ibunya berselingkuh dan mengusir mereka dari mansion. Bara bergetar jika membayangkan nasib dia dan ibunya. Apakah nanti Freya akan melakukan hal yang sama seperti ibunya? Menjadi pelacur, untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.
Bara sedikit lega karena--setidaknya uang yang pernah diberikannya kepada Freya cukup untuk hidup mereka dan Amber menemani Freya yang Bara yakini pasti akan menjaga Freya sekuat tenaganya.
Emil melangkahkan kakinya ke luar dari ruangan Bara, tanpa menunggu jawaban dari Bara. Bara masih bergeming, dia sibuk dengan pikirannya sendiri.
Bara menyadarkan diri, dia harus mulai mencari tahu keberadaan Freya.
"Freya maafkan aku. Apakah kita bisa kembali bersama lagi? Aku akan memperbaiki segalanya dan akan memperlakukanmu lebih baik lagi. Kau akan jadi Ratu di kerajaan cintaku dan hidupku," batin Bara.
Pertama dia harus ke toko roti Freya mencari tahu. Atau bisa saja Freya dan Amber masih di sana. Bara ke luar dari ruangannya dengan panik.
"Maaf, Sir, anda mau ke mana?" tanya Charlote yang melihat Bara ke luar dari ruangannya.
__ADS_1
"Aku ada urusan yang tidak bisa ditunda," sahut Bara yang terus melangkah. Charlote mengejar Bara, untuk mengingatkan Bara bahwa siang nanti akan ada rapat dengan tim keuangan.
"Sir, siang nanti anda ada rapat dengan tim keuangan," jelas Charlote.
"Buat jadwal ulang," perintah Bara.
"Tapi, Sir--"
"Tidak ada tapi-tapian. Kerjakan saja yang aku perintahkan." Bara menghentikan langkahnya dan menatap Charlote, membuat Charlote ketakutan.
"Baiklah. Sir," putus Charlote. Bara kembali melangkahkan kakinya.
Bara mekajukan mobil menuju toko roti Freya. Berharap Freya dan Amber masih di sana. Bara merasa lega karena toko roti Freya masih buka dan ramai pengunjung. Itu artinya Freya dan Amber masih di London.
"Selamat siang, Sir, ada yang bisa saya bantu?" sapa kasir yang melayani dengan ramah.
"Maaf, Sir, tidak ada karyawan yang bernama itu di sini," jawab kasir tersebut sopan.
"Dia bukan karyawan, tapi pemilik tempat ini," ujar Bara lagi.
"Maaf, Sir, memang toko ini bernama Freya's cake and bakery. Hanya saja prmiliknya bukan orang yang sama lagi," jelas gadis kasir itu.
"Apa? Siapa pemiliknya sekarang? Apakah Amber ada di sini?" tanya Bara lagi.
"Miss Amber juga tidak ada lagi di sini, Sir. Dia telah pindah sekitar satu bulan yang lalu," ungkap si gadis kasir.
"Apa kau tahu ke mana mereka pindah?" Bara berharap mendapat sedikit petunjuk.
"Tidak, Sir," jawab gadis tersebut.
__ADS_1
"Siapa penanggung jawab tempat ini sekarang?"
"Maaf, Sir, antrian sangat panjang." Bara melihat ke belakangnya dan benar saja antrian telah panjang. Mau tidak mau Bara harus pergi dari sana.
Dia ingin melihat ke atas untuk mendapatkan petunjuk, tapi tidak bisa.
Bara kembali ke kantornya, dia mencoba meretas CCTV rumah sakit dan sekitar toko Freya. Namun, hasilnya nihil.
Satu minggu berlalu, Bara masih mencoba meretas, dia bahkan tidak pulang dan menginap di kantor. Charlote heran dengan kelakuan Bara. Bara bahkan tidak mengurus perusahaannya. Dia seperti larut dengan urusannya sendiri.
Bara mencari tahu untuk tiket dan menemukan tiket atas nama Freya dan Amber saat meretas data tiket pesawat. Tiket pesawat atas nama Freya dan Amber negara tujuan adalah Scotlandia.
Mereka ke Scotlandia? Bagai mana bisa aku mencarinya ke sana?
Bara menghubungi Delvin untuk meminta bantuaannya. Namun, Delvin tidak merespon panggilan Bara.
"Charlote, pesankan tiket untukku ke Scotlandia besok," perintah Bara.
"Baik, Sir." Charlote tidak berani banyak bertanya karena takut jika Bara murka.
Charlote memesankan tiket untuk Bara ke sana.
🍒🍒🍒
Pekanbaru
111022
08.11
__ADS_1