
Jangan lupa koment ya. Bagi yang masih punya vote silahkan berikan buat momnya Bara dan Freya. Like kemudian kembang. Kopi, kursi pijat, pisau, nonton iklan sangat disarankan.😘
🍰🍰🍰
Freya telah diizinkan untuk pulang. Namun, bayinya masih di rumah sakit. Selenapun ikut bersama mereka. Amber telah merayu Freya untuk tinggal bersamanya dan Delvin. Freya menolak, dia ingin memghadapi Selena. Bara telah lelah merayu Freya untuk tinggal di Apartementnya yang lain, sementara dia membangunkan rumah untuk Freya, sesuai keinginan Freya.
"Aku akan menempati kamar ini, kau jangan coba memerintahku untuk ke kamar lain," hardik Selena.
"Silahkan, kau hanya memiliki kamar kami, tapi tidak dengan Bara," ejek Freya.
Sementara Bara sedang menyuruh Kepala pelayan untuk menurunkan barang-barang. Seorang pelayan wanita membawa anak Selena. Freya ingin melihat anak Selena. Namun, Selena melarangnya. Freya juga heran karena Selena tidak memperhatikan bayinya.
Setelah anak itu lahir, Selena telah mendapatkan hasil test DNA yang menyatakan bahwa anak tersebut adalah anak Bara.
"Freya, kau mau ke mana?" tanya Bara saat melihat Freya tidak menuju kamar yang biasa mereka tempati.
"Aku akan menempati kamar ini," sahut Freya. Bara mengerti pasti Selena ingin memiliki kamar mereka.
"Baiklah, aku akan memerintahkan pelayan untuk memindahkan barang-barang kita ke sana." Bara menyetujui permintaan Freya. Selena kesal dengannya. "Kalian pindhakan barang-barang kami ke kamar itu," perintah Bara.
__ADS_1
"Baik, Sir," jawab Pelayan. Dia segera mengerjakan perintah Bara.
Bara mengikuti Freya. "Freya, aku minta maaf," sesal Bara.
"Tenanglah, aku tidak apa-apa," sahut Freya.
"Aku berjanji, setelah rumah baru selesai, kita kan pindah," usul Bara.
"Tidak perlu, aku akan tetap di sini, aku akan mengusir wanita itu dari hidup kita," tekad Freya.
***
Tiga bulan usia bayi Freya dan Bara, bayi mereka telah diizinkan untuk keluar dari rumah sakit. Selama sang bayi di rumah sakit, Freya selalu memompa ASInya agar bisa memenuhi kebutuhan sang bayi. Merekapun sering ke rumah sakit untuk melihat bayinya.
"Aku akan berangkat," pamit Bara setelah mereka sarapan pagi.
"Kau akan berangkat?" tanya Selena yang baru turun dari kamar. Bara mengabaikan pertanyaan Selena. Dia mendekati Freya dan bayi mereka.
"Daddy, pergi dulu ya, sayang, jangan nakal sama Mommy," rayu Bara.
__ADS_1
"Aku juga ada keperluan, bisa kau mengantarkanku?" pinta Selena. Akhir-akhir ini selama satu bulan lebih. Selena jarang di rumah. Dia lebih sering menginap di apartment. Bayinya hanya di rawat oleh pengasuh. Kadang Freya bermain dengan anak itu, tanpa sepengetahuan Selena. Freya merasa kasihan karena bayi itu sering diabaikan.
"Sebaiknya kau pergi dengan sopir, aku buru-buru," balas Bara.
"Kau memang tidak peduli denganku, coba jika Freya, pasti kau akan memenuhi semua keinginanya," sindir Selena. Freya hanya tersenyum mendengar sindiran Selena.
"Jadi kau seharusnya sadar dan pergilah dari hidup kami," usul Bara.
"Kami akan menjaga anakmu," tambah Freya. Baginya anak tersebut tidak bersalah. Bukankah dulu Freya berniat mengambil salah satu anak panti asuhan. Bara heran dengan kata-kata yang dilontatkan oleh Freya.
"Jangan harap," hardik Selena.
"Bukankah kau juga sering mengabaikannya?" sindir Freya.
"Freya benar, berikan anak itu kepada kami, aku akan memberikanmu uang," tawar Bara. Selena berpikir, dia memang membutuhkan uang untuk mensubsidi kekasihnya. Tapi, jika dia membenarkan keinginan Bara, tentu Bara akan curiga. Selena kesal dan meninggalkan mereka.
🍒🍒🍒
Pekanbaru
__ADS_1
061122
11.40