JERAT HASRAT KAKAK IPAR

JERAT HASRAT KAKAK IPAR
Selena di Apartment Bara


__ADS_3

Sebelum baca pencet dulu tombol Favoritenya ya cintah. Mumpung hari Senin jangan lupa vote buat diberikan kepada momnya Bara dan Freya. Like kemudian kembang. Kopi, kursi pijat, pisau sangat disarankan.๐Ÿ˜˜


๐Ÿฐ๐Ÿฐ๐Ÿฐ


Bara masih mencerna kejadian semalam. Dia merasa bahagia dan bebannya terlepas begitu saja. Bara senang Freya menjaga kehormatannya dan Bara menjadi yang pertama. Bara merasakan pergerakan tubuh Freya. Bara menatap wajah Freya yang masih tertidur nyenyak. Bara menyentuh pipi lembut Freya. Menelusuri setiap inchi wajahnya.


Freya terbangun karena sentuhan Bara. Mereka saling menatap tanpa bersuara. Larut dalam pikiran masing-masing. Freya tidak menyangka hari ini akhirnya datang. Hari yang dia tunggu saat seseorang menganggap dirinya berharga dan menarik. Setidaknya pernikahan kali ini dia disentuh. Freya mencoba Bangkit Dari ranjang. Namun, Bara menahannya dan menarik tangan Freya membuat Freya jatuh kembali ke ranjang. Bara mengukung tubuh Freya dan kembali mengulangi kejadian yang mereka lakukan semalam. Seperti orang yang tidak puas akan hal yang baru.


***


Setelah puas Freya mengajak Bara untuk sarapan pagi. Mereka keluar dari kamar, ternyata Amber telah menyiapkan sarapan untuk mereka. Amber memanaskan sop ikan kod dan kentang tumbuk yang telah dia buat semalam. Freya memberikan piring yang telah berisi makanan kepada Bara.


"Apa Tidur kalian nyenyak semalam, sir?" tanya Amber, dia memberikan gelas minuman kepada Bara.


"Tidak ... kami malahan hampir tidak tidur semalam, miss." jawab Bara yang langsung dipelototi Freya. Freya tidak menyangka jika Bara akan sefulgar itu.


"Dasar kalian, aku harap kalian segera punya anak." Amber paham dengan maksud Bara. Amber ingin Freya memiliki anak agar dia memiliki jaminan. Setidaknya dia tidak akan ditinggalkan.


"Anak?" Tidak pernah terpikirkan oleh bara dia akan memiliki anak, bagaimana jika itu terjadi? Dia tidak membenci anak-anak, hanya saja tanggung jawab sebagai ayah belum ada dalam kamus hidupnya. Bara takut melakukan kesalahan yang sama seperti ayahnya.


Freya melihat keraguan dari Bara saat Amber membicarakan anak. Apakah Bara tidak menginginkan anak? Atau Bara tidak ingin memiliki anak dari rahim Freya?


"Lalu apa rencanamu sekarang terhadap Freya, Bara?" Todong Amber. Dia takut Freya kembali terluka dan kesepian.


"Aku akan membawanya ke rumahku. Kami akan tinggal bersama layaknya suami istri." Ucap Bara.


"Tapi kita harus membicarakan itu dengan serius, kau tidak bisa mengambil keputusan tanpa berdiskusi denganku." Kesal Freya, dia telah merencakan hidupnya dan sekarang Bara datang kembali dan seenaknya membuat rencana Freya berubah.


"Ya, aku bisa melakukannya. Kau istriku." Jawab Bara tidak peduli.


"Kau selalu saja seenaknya." Kesal Freya. Dia terbiasa mandiri dan mengambil keputusan sendiri.

__ADS_1


"Sebaiknya kalian bicarakan saja nanti, sekarang lanjutkan makannya." Amber menengahi mereka. Bara yang ingin menyampaikan sesuatu menjadi membatalkan niatnya untuk bicara.


***


Bara telah memberitahu sekretarisnya bahwa dia akan datang terlambat. Bara ke apartmentnya. Alangkah kaget Bara saat melihat Selena telah berada di dalam apartment.


"Dari mana saja kau semalam?" Todong Selena. Dia menunggu Bara di apartmentnya Bara berjanji akan ke Apartment Selena, namun tiga jam menunggu Bara tidak juga datang. Akhirnya Selena memutuskan untuk ke apartment Bara.


Selena memang mengetahui password apartment Bara. Makanya dia dengan leluasa masuk ke sana. Selena Baru mengetahui semalam saat dia berbicara dengan rekan bisnis Bara di pesta. Bahwa Bara pemilik The Horisson Tower. Selena bermaksud untuk menjadi nyonya Horisson. Dia harus membuat Bara menikah dengannya.


Selama ini Selena hanya tahu Bara pemilik Royal Horisson clubs and Casino. Sehingga dia tidak terlalu tertarik dan hanya menikmati hubungan mereka yang saling menguntungkan. Namun, sekarang tujuan Selena berubah. Dia harus mendapatkan Bara. Apalagi perusahaan kekasihnya sedang mengalami kondisi keuangan yang buruk. Selena harus membantunya.


Bara hanya mengabaikan pertanyaan Selena. Bara memasuki kamarnya tanpa mempedulikan kehadiran Selena. Selena mengikuti Bara ke kamar.


"Aku ingin berganti pakaian, keluarlah." Perintah Bara dingin.


"Kenapa? Biasanya kau cuek saja jika ada aku saat berganti pakaian." Ujar Selena, karena biasanya Bara selalu berganti pakaian di depannya. Sekarang mengapa sikap Bara berubah.


"Jadi kau habis bercinta dengan wanita lain?" Tanya Selena. Dia mulai khawatir, jika Bara tidak tertarik padanya lagi.


"Bukan urusanmu." Bara tidak suka jika ada wanita yang mulai mengekangnya. Dia merasa aneh jika Selena banyak tanya. Biasanya Selena hanya cuek dan tidak peduli mau Bara dengan wanita mana saja.


"Tentu menjadi urusanku, kau berjanji akan ke apartmentku semalam, tapi kau tidak datang ... aku menunggumu semalaman dan apa yang kudapati? Ternyata kau berselingkuh dengan wanita lain." Teriak Selena kesabarannya habis.


"Tutup mulutmu, wanita lain yang kau maksud itu adalah istriku ... ingat istriku ... mulai sekarang kau tidak boleh berhubungan lagi denganku." Tunjuk Bara tepat ke wajah Selena.


"Apa? Sejak kapan kau menikah?" Selena tidak percaya, jika Bara menikah maka semua rencananya akan berantakan. Tapi tidak Selena harus bisa menjadikan Bara suaminya. Kekasihnya sangat membutuhkan suntikan dana.


"Kau tidak perlu tahu ... dan apa ini Selena? Sejak kapan kau menjadi posesif? Bukankah selama ini hubungan kita hanya sebatas saling menguntungkan? Selama ini kau tidak pernah peduli dengan siapa aku tidur? Dan aku juga tidak peduli hubunganmu dengan pria lain. Pergilah, aku akan mentransfer uang sebagai tanda perpisahan kita." Bara menyuruh Selena keluar dari kamarnya.


"Apa wanita itu memintamu meninggalkanku?" Tanya Selena. Dia tidak menyangkan Bara akan mengusirnya.

__ADS_1


"Tidak ... aku hanya ingin setia."


"Apa permainan ranjangnya begitu hebat? Sampai kau tidak menginginkanku lagi?" Selena penasaran, siapa istri Bara? Seperti apa dia? Sehingga membuat Bara tidak meliriknya lagi.


"Aku ingatkan sekali lagi, itu bukan urusanmu." Selena berpikir dia harus membuat Bara tetap menikahinya. Ya Selena ingat.


"Baiklah ... jika kau ingin kita berpisah ... aku ingin merayakan perpisahan kita." Selena keluar kamar, dia mengambil wine dari lemari wine Bara.


"Ini." Selena menyerahkan segelas untuk Bara. Bara teringat kejadian saat dia tidur bersama Freya. Apa Selena juga ingin menjebaknya?


"Aku ingin ke kantor, jadi maaf aku tidak bisa minum sekarang." Tolak Bara.


"Oh, please Bara, hanya seteguk itu tidak akan membuatmu mabuk." Sindir Selena lagi. Bara menimbang, mungkin sebaiknya dia minum satu gelas, agar Selena mau pergi.


"Baiklah." Putus Bara, namun, dia tidak mengambil gelas yang diberikan oleh Selena melainkan mengambil gelas satunya lagi. Selena sedikit kesal, sepertinya Bara mencurigai sesuatu?


"Apa kau tidak ingin tetap bersamaku? Anggap saja aku cadangan, saat kau bosan dengan istrimu." Bujuk Selena lagi. Dia mulai meraba tubuh Bara. Bara seperti tersetrum dengan sentuhan Selena. Selena mendekatkan tubuhnya ke Bara.


๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’


Buat kakak yang penasaran, aku update lagi.


Buat yang pernah baca sebelumnya emang udah jauh ya udah hampir 60 bab. Tapi sekarang menjadi 40an bab karena setiapnya bab lebih dari 1000 kata. Jadi bab berkurang๐Ÿคญ


Sebenarnya aku mau popularitasnya seperti yang pertama 33K. Baru aku lanjut ya.


Setujukan? Di tunggu komentnya. Kalau komen ada 30 orang yang ga setuju, baiklan aku akan update cepat2.


Pasti ga sabarankan apa tujuan Emil dan Selena.


Author baru sadar Selena di One Night Stand in Dubai pemeran utama wanita loh๐Ÿคญ

__ADS_1


__ADS_2