
Sebelum baca pencet dulu tombol Favoritenya ya cintah. Bagi yang masih punya vote silahkan berikan buat momnya Bara dan Freya. Like kemudian kembang. Kopi, kursi pijat, pisau sangat disarankan.😘
🍰🍰🍰
Freya diterima bekerja di Hamilton Foods and Beverage. Freya sangat senang, gaji yang ditawarkan juga cukup untuk hidup mereka. Setidaknya, kecewa yang dirasakan Freya kepada Bara karena Bara mengingkari janji menjadi sedikit terobati. Freya sendiri tidak menyangka jika Bara mengingkari janjinya dan melupakannya. Freya merasa benar-benar terhina.
"Bibi." Teriak Freya, Amber yang sedang memberi makan Frank menoleh ke arah Freya.
"Kenapa berteriak?" Tanya Amber.
"Aku diterima bekerja, bi." Freya mencium pipi Amber dan Frank. Dia bahagia, setidaknya mereka memiliki penghasilan untuk biaya hidup.
"Syukurlah." Ucap Amber lega.
"Ternyata, berada di luar dari mansion Horisson, tidak semenyeramkan yang kita pikirkan." Ujar Freya.
"Kau benar, kita bisa bertahan dan seharusnya kita tidak perlu menipu sir Bara." Balas Amber.
"Kita bisa bertahan." Ulang Frank, tingkahnya memang seperti anak-anak karena dia telah pikun. Freya hanya tersenyum melihat tingkah ayahnya.
"Bibi, tadi aku telah menanda-tangani perjanjian kerja ... aku ingin memulai semuanya ... Jadi ...." Freya tidak melanjutkan kalimatnya.
__ADS_1
"Jadi apa?" Tanya Amber tidak penasaran.
"Jadi ... aku telah mengganti nomor handphone." Ucap Freya.
"Kenapa harus diganti?" Tanya Amber heran.
"Agar kita tidak benar-benar terhubung lagi dengan keluarga Horisson dan tidak merasa berutang budi kepada Bara." Jelas Freya, dia ingin melupakan masa lalu.
"Bibi, hanya bisa mendukungmu, sayang. Sebaiknya kau melupakan kesepian, dan perasaan terhina yang mereka berikan kepadamu. Mari kita mulai dengan awal yang baru."
"Terima kasih, bi, karena selalu mendukungku." Freya memeluk Amber.
"Well, karena kau mulai besok bekerja, maka biar aku yang membantu di Losmen."
Tadinya Freya menyangka bahwa dia tidak akan diterima karena sepuluh hari menunggu, belum ada informasi dari Hamilton Food and Baverage. Bersyukur hari ini mereka menghubungi Freya dan memintanya datang ke kantor untuk tanda-tangan kontrak.
***
Bara meminta Sekretarisnya menstransfer sejumlah uang yang Bara janjikan ke rekening Freya.
"Maaf sir, sepertinya nomor rekeningnya salah?" Beritahu Charlotte kepada Bara.
__ADS_1
"Apa maksudmu, salah?" Heran Bara. Nomor itu yang dia dapat dari bagian keuangan pabrik wine. Bara juga tahu, ternyata Freya memang diberikan gaji juga. Namun, tidak banyak. Gaji yang dikumpulkan Freya tersebut malahan sering menjadi dana cadangan tak terduga untuk keperluan pabrik dan mansion.
"Coba, kirim lagi." Perintah Bara.
"Saya telah memastikan nomornya sir, dan bagian keuangan juga telah memeriksanya." Jelas Charlotte lagi.
Bara menagmbil kertas yang berada di tangan Charlotte. Mencoba menstranfer langsung dari rekeningnya. Ternyata memang tidak berhasil.
"Coba kau pastikan ke banknya." Bara mulai panik, apa yang terjadi dengan Freya dan keluarganya? Apakah terjadi sesuatu kepada mereka. Perlukah Bara mengutus detektif mencari mereka. Tidak, ini lebih baik ego Bara mendominan.
"Sir, saya telah konfirmasi ke banknya. Nomor rekening telah ditutup sebulan yang lalu?" Beritahu Charlotte setelah memeriksanya.
"Sebulan yang lalu? Apa bank memberitahukan kenapa ditutup?"
"Saya telah mencoba menanyakan alasan penutupannya, sir, namun mereka tidak mau memberitahukan dengan alasan privacy."
Bara memukul meja tiba-tiba, membuat Charlotte kaget. Charlotte merasa apakah dia telah berbuat salah? Bara kesal karena dia merasa berhutang dengan Freya. Sekarang bagaimana dia akan membayarnya. Persetan dengan hal itu, kesal Bara.
Sekarang apa yang harus dilakukannya? Satu sisi hatinya mencemaskan keadaan Freya, sisi lainnya mengingatkan bahwa, bukankah itu yang dia inginkan? Lalu mengapa selarang dia ragu?
🍒🍒🍒
__ADS_1
Jangan Lupa mampir ke karya ku yang lain ya dan menonton iklan untuk memberikan dukungan.