
Jangan lupa koment ya. Bagi yang masih punya vote silahkan berikan buat momnya Bara dan Freya. Like kemudian kembang. Kopi, kursi pijat, pisau, nonton iklan sangat disarankan.😘
🍰🍰🍰
"Aku ingin membahas project hotel di Maidstone." Mulai Bara
"Jangan," cegah Delvin spontan. Jika Bara mengerjakan project di Maidstone, Delvin khawatir Bara akan bertemu Freya. Tapi, Barakan tidak peduli Freya di mana? Buktinya Bara tidak mencari Freya, setahu Delvin.
"Kenapa jangan?" tanya Bara heran, biasanya Delvin selalu mendukung setiap projectnya. Bara menatap Delvin, apakah ada seseuatu yang Bara tidak ketahui yang disembunyikan Delvin?
"Aku sangat sibuk, jadi belum bisa membantumu dalam project itu," elak Delvin.
"Tidak masalah, aku masih bisa mengatasinya." Bagi Bara dia hanya ingin berdiskusi dengan Delvin, terlepas Delvin ingin terjun langsung atau tidak.
"Kenapa kau ingin mengerjakan project hotel tersebut?" tanya Delvin.
"Aku hanya ingin sibuk, agar pikiranku tidak terus-terusan memikirkan Freya," jelas Bara. Dia memang butuh pengalih perhatian untuk menemukan Freya.
"Kenapa dengan Freya? Bukankah dia telah pergi dan kau sendiri yang tidak ingin mencarinya," pancing Delvin, dia heran Bara butuh pengalih perhatian dari Freya. Bukannya Bara telah bahagia dengan Selena yang tengah hamil anaknya?
"Siapa bilang aku tidak mencarinya, aku bahkan meretas sistem untuk mencari keberadaannya dan menyewa detektif di London maupun Scotlandia ... tahu kenapa karena aku menyesal dan ingin Freya kembali," beber Bara. Detektif yang dia bayar mahal belum menunjukan hasil. Bara geram dengan kinerja mereka yang lamban.
"Kau mencari Freya? Bukankah kau senang Freya pergi dari hidupmu? Sebaiknya kau lupakan saja Freya, Bara ... Dia telah bahagia ... jangan mengusik hidupnya lagi," saran Delvin.
"Tahu dari mana kau, jika dia telah bahagia?" Bara memandang curiga kepada Delvin.
"Ma--maksudku mungkin saja dia telah bahagia, jadi untuk apa kau mencarinya lagi," bujuk Delvin. Dia mengalihkan pandanga dari tatapan menyelidik Bara.
"Tidak, aku harus menemukan Freya, kau tahu aku sering mabuk karena menyesal," beber Bara lagi. Jujur dia menyesal memperlakukan Freya seperti itu. Dari Brian Benson memprovokatornya tentang Freya berselingkuh dan itu tidak terbukti. Selama menikah dengan Edward saja, Freya bisa menjaga dirinya dan tidak mengkhianati pernikahannya.
Tentu saja bersama Bara, Freya tetap menjaga kehormatannya. Meskipun Emil menjebaknya, tapi saat itu Emil memberikan obat tidur kepada Freya. Membuat Freya tidak bisa menyelamatkan dirinya.
Bara telah menyadari--seharusnya dia memahami kondisi Freya. Dia sendiri justru tidak bisa mengelak dari jebakan Selena. Bara selalu berlaku tidak adil kepada Freya hanya karena kebohongan yang dilakukan Freya.
__ADS_1
"Kau menyesal? Nanti jika kau bertemu Freya, kau menyuruhnya menggugurkan kandungannya." Delvin tidak percaya begitu saja.
"Apa kau gila, tentu saja aku tidak akan melakukannya," murka Bara.
"Kau sendiri yang meminta dia melakukannya ... aku ingatkan, kalau kau lupa," sindir Delvin.
"Itu dulu, sebelum aku mengetahui kebenarannya," hardik Bara.
"Kebenaran apa?"
Apa aku ketinggalan informasi?
"Anak yang dikandung Freya adalah anakku," beber Bara. Dia berdiri dari sofa, berjalan mondar-mandir.
"Apa? Dari mana kau tahu?" cecar Delvin, dia mendekat ke arah Bara.
"Dari Emil," jawab Bara. Bara tidak perlu menjelaskan detailnya.
"Dia menyesal dan bermimpi jika Freya bunuh diri, dia mencari Freya tapi karena Freya pergi, dia pikir aku yang menyembunyikan Freya, dia ingin aku mencari Freya," jelas Bara. Dia menatap gedung di luar kantor Delvin.
"Jadi kau mencari Freya hanya karena Emil menyuruhmu?" Delvin tidak habis pikir dengan keegoisan Bara. Tadi Delvin sempat tergoda untuk memberitahu Bara. Namun, melihat bahwa Bara tidak sepeduli itu dengan Freya. Dia mengurungkan niatnya. Lagian dia telah berjanji kepada Freya dan Amber.
"Tentu saja tidak." Bara tidak terima dengan tuduhan Delvin.
"Jika Emil tidak memberitahumu bahwa anak yang dikandung Freya adalah anakmu? Akankah kau mencari Freya?" tanya Delvin, dengan pandangan meremehkan Bara.
"Aku--" Bara sendiri tidak yakin, keegoisannya sangat tinggi.
"Sebaiknya kau lupakan Freya, kau bahkan tidak mencintainya dengan tulus, aku kasihan dengan Freya jika dia bersamamu ... bisa dipastikan dia akan sangat menderita karena sangat mencintaimu ... sedangkan kau?" Delvin tidak meneruskan kalimatnya. Dia yakin Bara mengerti maksudnya.
"Tentu saja aku sangat mencintainya." Bara masih tidak terima Delvin menuduhnya tidak mencintai Freya. Jika dia tidak mencintai Freya, tidak akan dia sesetress ini dan semenyesal ini.
"Kau tidak perlu menghakimiku ... jika tidak ingin membantuku," kesal Bara. Biasanya Delvin selalu mendukungnya. Saat Bara pertama kali mengusir Freya, Delvin tidak mengomentarinya sekasar ini.
__ADS_1
"Aku tidak akan membantumu untuk menyakiti Freya lagi," hardik Delvin. Freya telah menjadi keponakannya sekarang, jadi dia harus melindungi Freya.
"Aku tidak akan menyakitinya, aku akan membahagiakan Freya, jika perlu aku akan berlutut, agar dia memaafkanku," sesal Bara.
Handphone Delvin berbunyi dan itu dari Amber.
"Ya," jawab Delvin. Biasanya dia kan menjawab dengan romantis. Sekarang Bara ada di dekatnya.
"Delvin, aku ingin mengatakan sesuatu," ragu Amber di seberang sana.
"Ya, kata saja," balas Delvin dengan nada biasa.
"Aku hamil." Setelah mengatakannya Amber merasa lega.
"Hamil!" Delvin merasa bahagia. Dia tidak pernah menyangka jika akan menjadi ayah.
Bara yang mendengar itu menjadi penasaran. Siapa yang hamil? Apa Delvin memiliki kekasih? Bukankah kemarin Delvin jujur bahwa dia menyukai Amber, bibi Freya. Lalu siapa yang menelepon Delvin dan mengatakan tentang hamil?
🍒🍒🍒
Mampir juga dunk ke karya ku yang lain ga kalah seru.
...One Night Stand in Dubai...
Selena Young adalah seorang Queen of gambler dia adalah putri dari Erick Young seorang Legend of gambler. Tidak ada yang mengetahui jika Selena adalah queen of gambler. Seminggu sebelum pertandingan judi se-Asia. Selena beserta teman-temannya menuju Dubai untuk merayakan ulang tahun salah satu teman Selena. Seorang teman yang menyukai Selena memberi Selena obat perangsang membuat Selena menghabiskan malam bersama pria asing.
Segerombolan pria mencoba membunuh Selena saat pertandingan judi se-Asia di sebuah kapal pesiar. Selena jatuh ke laut dan diselamatkan nelayan. Selena mengalami amnesia dan mendapati dirinya hamil.
Sanggupkah Selena menjalani hidup menjadi single mom?
Akankah Selena bertemu kembali dengan pria yang menanamkan benihnya?
__ADS_1