
"Kau mau ke mana?" cemas Freya. Ada perasaan tidak rela dalam hatinya Bara menyerah begitu saja. "Apa kau akan meninggalkanku sendirian?" tanya Freya. Berharap Bara tidak pergi.
"Apa kau ingin aku menemanimu?" tanya Bara hati-hati.
"Setidaknya, tunggu sampai Bibi dan Paman kembali," tawar Freya.
"Baiklah, aku akan menunggu di luar dan menghubungi, Delvin." Bara mengambil handphone dari saku celananya.
"Jangan hubungi sekarang!" perintah Freya. Dia tidak rela jika Bara pergi.
"Kenapa?" tanya Bara heran.
"Aku--aku tidak ingin mereka khawatir, Bibi juga sedang hamil," elak Freya. Sebenarnya dia tidak ingin Bara pergi. Terus terang Freya merasa nyaman saat bersama Bara.
"Pasti akan sulit bagi Delvin menjaga dua wanita hamil," terang Bara. Dia kembali ke ranjang dan duduk di tepinya.
"Aku akan memberimu kesempatan," putus Freya.
__ADS_1
"Apa? Terima kasih," jawab Bara bahagia. Freya mau memberinya kesempatan. Bara mendekat ke arah Freya, bersiap memeluk dan mencium Freya. Namun, Freya menahan tubuh Bara.
"Aku memberimu kesempatan untuk merawatku dan bayi ini," sela Freya. "Waktumu setahun, sejak hari ini, aku harap kau memang bisa menjaga kami, setelah itu aku ingin kita berpisah secara baik-baik dan kau jangan bersikap egois lagi ... Kau harus melepaskan kami, jangan pernah mengusik hidup kami lagi," ungkap Freya. Bara terdiam mendengar kata-kata Freya.
"Jika dalam setahun, aku bisa merubah perasaanmu dan tetap bersamaku, apa kau akan membatalkan untuk kita bercerai?" tanya Bara. Dia akan mengambil kesempatan ini untuk memenangkan hati Freya lagi.
"Entahlah, aku tidak yakin? Dan juga selama setahun itu ... tidak ada sentuhan fisik," tegas Freya.
"Apa maksudnya sentuhan fisik? Bagaimana jika kau terjatuh dan aku tidak boleh menggendongmu?" kelakar Bara. Dalam kondisi serius seperti ini bisa-bisanya dia bercanda.
"Bukan, no ***," beber Freya.
Bohong sekali dia mengatakan bahwa dia bisa menahan diri.
"Bukankah ada Selena?" sindir Freya.
"Sejak kita menikah, tidak ada wanita lain ... Selena hanya sekali karena jebakan," protes Bara. Freya menatap Bara, mencoba mencari tahu apakah Bara berbohong.
__ADS_1
"Kau tahan?" tanya Freya penasaran.
"Dengar Freya, aku juga pria yang setia, percayalah, semua yang terjadi padaku dengan Selena karena dia menjebakku," jelas Bara. Freya mengerti karena dia juga dijebak oleh Emil. "Aku tidak pernah mencintai Selena, aku akui dia patner yang baik--kau tahu maksudku ... Tapi, wanita yang aku cintai hanya kau." Bara meyakinkan Freya lagi.
"Baiklah, waktumu setahun, bisakah kau menyelesaikan masalahmu dengan Selena?" pinta Freya.
"Untuk Selena, itu hanya wujud tanggung jawabku," lirih Bara. Freya hanya diam. Dia tidak ingin membahas ini lagi.
"Aku akan beristirahat," ujar Freya. Dia merebahkan tubuh di atas kasur. Tadinya Bara ingin menjelaskan tentang rumah yang di tempai Freya dan mengajak Freya tinggal kembali di mansion. Menurut Bara Freya lebih cocok tinggal di mansion.
Bara masih tinggal bersama Freya di rumah sewa itu. Bara telah meminta kepala pelayan untuk mengirimkan beberapa pakainnya ke rumah Freya. Pelayan yang mengantarkan heran karena Freya juga ada di rumah tersebut. Jika Freya di Maidstone, kenapa mereka tidak tinggal di mansion? Pelayan juga sempat memperhatikan perut Freya.
🍒🍒🍒
Pekanbaru
031122
__ADS_1
13.37