JERAT HASRAT KAKAK IPAR

JERAT HASRAT KAKAK IPAR
Clubs


__ADS_3

Hi mumpung hari Senin jangan lupa VOTE buat momnya Bara dan Freya. Like kemudian kembang. Kopi, kursi pijat, pisau, nonton iklan sangat disarankan.😘


🍰🍰🍰


"Jangan pulang dulu, Freya telah membuatkan teh untuk kita," tawar Amber.


"Baiklah." Adam duduk di sofa. Freya meletakan teh beserta beberapa roti yang tadi pagi telah dibuatnya bersama Amber.


"Apa kau telah lama membuka kios?" tanya Amber.


"Ya, sejak saya tamat sekolah ... ngomong-ngomong roti ini sangat enak ... apakah kalian yang membuatnya sendiri?" Adam belum pernah merasakan roti seperti yang dia makan di rumah Freya.


"Ya, kami membuatnya sendiri," jawab Amber.


"Sebaiknya kalian membuat toko roti di sini," saran Adam. "Aku yakin ini akan sangat laris, kebetulan toko di seberang kiosku sedang kosong dan itu akan sangat cocok untuk menjadi toko roti.


Freya menimbang saran dari Adam. Hanya saja dia sedikit khawatir dengan keramaian. Dia takut bertemu dengan Bara maupun pekerja pabrik dan perkebunan.


"Akan kami pertimbangkan," putus Freya.


Mereka mengobrol tentang tentang masa lalu Freya saat masih menjadi istri Edward. Freya juga menanyakan tentang saudara Adam yang lain.


Adam tidak lepas dari mencuri pandang kepada Freya. Adam memang telah menyukai Freya sejak dia masih sekolah dan saat Freya masih menjadi istri Edward.


Freya adalah gadis ramah dan cantik. Freya sering membantu keluarga Smith, bahkan saat ibu Adam mrs. Olivia Smith melahirkan anak bungsungya. Freya yang membantu menjaga adik-adik Adam yang lain.


Dimata Adam Freya tidak pernah menganggap mereka orang lain. Padahal orang tua adam hanya salah satu pekerja perkebunan Horisson.

__ADS_1


Adam pamit untuk kembali ke tokonya.


"Saya harus kembali, jika kalian membutuhkan sesuatu, jangan sungkan untuk menghubungi saya," ujar Adam.


"Terima kasih, akan kami ingat," balas Amber.


Adam keluar dari rumah dan melajukan mobil menuju tokonya.


"Sebaiknya kita bersiap-siap untuk memasak makan malam," ajak Amber.


Mereka memasak di dapur, Freya tahu bahwa Amber sedang mengalihkan pikiran dari Delvin.


"Bibi, boleh aku pinjam handphonenya?" tanya Freya. Dia memang belum membeli nomor baru. Dia memang ingin istirahat dari semuanya.


"Silahkan." Amber menunjuk handphone yang terletak di meja.


***


Mereka bertemu tanpa rencana. Bara ingin melupakan kesedihannya karena ditinggal Freya. Mungkin menenggelamkan diri dengan minuman dapat menghapus kesedihannya. Detektif yang mencari Freya belum memberikan kabar yang bagus. Freya seperti hilang ditelan bumi.


Sementara Selena membuat Bara semakin kesal dengan permintaannya yang aneh-aneh. Meskipun Bara tidak memenuhi permintaan tersebut, tetap saja Bara merasa terganggu.


"Kau di sini? Ke mana saja kau?" tanya Bara duduk di samping Delvin di meja Bar. Sejak pertengkaran mereka, dia memang belum bertemu Delvin lagi.


"Bukan urusanmu," sewot Delvin. Dia mengabaikan Bara. Delvin memang menyalahkan nasib yang menimpanya karena Bara. Jika saja Bara mau menerima dan memaafkan Freya. Pasti nasib cintanya tidak akan seperti ini.


Delvinpun tidak habis pikir dengan dirinya. Padahal jika dipikir-pikir, dia bisa mendapatkan wanita muda dan lebih cantik dari Amber. Tapi--entah kenapa, pesona Amber membuatnya terjerat.

__ADS_1


"Ini, Sir." Bartender memberikan minuman kepada Bara. Dia tahu bahwa adalah pemilik clubs. Mereka telah hafal dengan jenis minuman yang sesalu diminum Bara, jika ke sini.


"Terima kasih," ucap Bara, dia meneguk minumannya. "Kau kenapa? Harusnya aku yang merasa marah," kesal Bara karena diperlakukan tidak ramah oleh Delvin.


"Semua gara-gara kau, aku tidak bisa memiliki wanita yang aku cintai," racau Delvin, semakin membuat Bara bingung.


Apakah Delvin mempunyai wanita yang dicintainya? Siapa? Selama ini Delvin tidak pernah punya kekasih. Hanya wanita bayaran untuk menemaninya, saat dibutuhkan.


"Siapa wanita yang kau cintai?" tanya Bara penasaran. "Isi lagi." Perintah Bara kepada Bartender. Bartender mengisi gelas Bara lagi.


"Amber," racau Delvin, dia meneguk minuman sampai tandas.


Amber? Apakah maksud Delvin, Bibi Freya? Sejak kapan Delvin menyukai Amber? Bukankah mereka tidak terlalu dekat? Apa Bara yang ketinggalan sesuatu? Jika Delvin menyukai Amber, bisa Bara pastikan kenapa Delvin marah padanya. Itu karena Amber dan Freya menghilang.


"Amber, Bibi Freya?" Bara memastikan bahwa dia tidak salah dengar.


"Apa kau mengenal Amber yang lain?" Delvin melirik ke arah Bara, kemudian mengisi gelasnya lagi. Bartender memberika sebotol kepada mereka.


Semua tahu Bara pemilik clubs dan Delvin memiliki saham di semua perusahaan Bara. Bentuk dia mendukung Bara. Saat Bara ingin mendirikan perusahaan games maupun dibidang teknologi, Delvin pasti mendukungnya dengan menjadi investor.


"Tentu saja tidak," balas Bara.


"Kalau begitu kau pasti sadar," ungkap Delvin.


🍒🍒🍒


Pekanbaru

__ADS_1


171022


15.36


__ADS_2