
Jangan lupa koment ya. Bagi yang masih punya vote silahkan berikan buat momnya Bara dan Freya. Like kemudian kembang. Kopi, kursi pijat, pisau, nonton iklan sangat disarankan.😘
🍰🍰🍰
Freya menatap Bara dengan pandangan membunuh.
Apa maksud Bara? Dia sengaja mengajak Freya ke London, untuk memperlihatkan ini?
"Selena!" panggil Bara. "Apa yang kau lakukan di rumahku?" hardik Bara. "Freya, aku tidak tahu kalau dia di sini?" Bara mencoba menjelaskannya kepada Freya.
"Jangan berpura-pura Bara, kau tahu aku sudah di sini sejak dia pergi, kau sendiri yang mengajakku tinggal di sini," hasut Selena. Freya memperhatikan perut Selena yang sangat membuncit. Freya menjadi kesal. Dia tidak ingin mengalah lagi dengan Selena.
"Dia suamiku, kau pergilah dari kehidupan kami," murka Freya sambil menjambak rambut Selena. Selena yang tidak siap dengan perlakuan kasar Freya mencoba membalas.
"Freya hentikan, kau bisa menyakiti dirimu sendiri." Bara mencoba melerai perkelahian mereka. Namun, kedua wanita itu sama sekali tidak mempedulikan bahwa mereka sedang hamil besar.
"Aku tidak ingin wanita ini merajalela, ini rumahku, Bara suamiku!" teriak Freya. Masih menjambak rambut Selena. Selena sedikit kesusahan karena perutnya sangat besar. Tentu saja karena bulan ini adalah waktu melahirkan bagi Selena.
"Kau hanya wanita sementara, aku yang pertama ... Kau merebut Bara dariku ... Kami telah bersama selama tiga tahun ... Dan kau datang mengusik hubungan kami," tuduh Selena.
"Itu tidak benar Freya percaya padaku." Bara mencoba membela diri. "Selena, kau tahu hubungan kita tidak seperti itu," ejek Bara.
__ADS_1
"Tapi setidaknya kau selalu mencariku, kita cocok bersama," puji Selena. Freya menjadi tersulut lagi emosinya. Dia menarik lembali rambut Selena.
"Hentikan, kalian berdua harus berhenti!" teriak Bara. Dia memeluk Freya agar Freya tenang. Selena yang tidak terima Bara memeluk Freya. Melampiaskan kekesalan pada Bara. Freya mencoba melepaskan diri dari Bara. Dan menampar pipi Selena. Selena yang marah mendorong tubuh Freya. Freya tidak sadar bahwa mereka berkelahi dekat tangga.
"Freya!" teriak Bara. Dengan cepat dia memegang tangan Freya dan memeluknya. Namun, keseimbangan mereka tidak stabil. Bara dan Freya jatuh berguling-guling di tangga. Bara sebisa mungkin menyelamatkan Freya dan melindungi perutnya.
Selena yang melihat hanya shock, dia tidak bermaksud melukai Bara.
Bara masih tetap sadar dan memeluk Freya.
"Freya kau tidak apa-apa?" tanya Bara.
"Bayinya!" sahut Freya. Bara memperhatikan kaki Freya yang mengalirkan darah.
"Bara, sepertinya aku akan melahirkan,' ungkap Selena. Bara bimbang tapi dia tetap menggendong Freya dan memasukannya ke dalam mobil.
"Masuklah!" perintah Bara. Dia menyuruh sopir untuk mempercepat laju kendaraan.
Sampai di rumah sakit, Freya langsung ditangani dokter, begitupun dengan Selena.
"Dia harus dioperasi," jelas Dokter kepada Bara.
__ADS_1
"Silahkan, Dok, selamatkan istri dan anakku," pinta Bara kepada Dokter.
"Akan kami lakukan sebaiknya," ucap Dokter. Freya telah ditangani.
Dokter lain membawa Selena dan memeriksanya. Selena juga meminta untuk dioperasi saja.
Bara menunggu dengan khawatir, hanya Freya dan bayinya yang ditakutkan Bara. Dia akan sangat merasa bersalah. Jika Freya dan bayinya tidak selamat.
Bara mondar-mandir, dokter dari ruangan Selena telah keluar.
"Selamat, Sir, bayi anda laki-laki dan cukup sehat, ibunyq juga tidak apa-apa," jelas Dokter yang mengoperasi Selena.
"Terima kasih, Dok," jawab Bara.
Dokter pamit dan meninggalkan Bara. Bara masih menunggu di kamar operasi Freya. Entah kenapa dia tidak terlalu antusias dengan anak Selena.
🍒🍒🍒
Pekanbaru
051122
__ADS_1
13.39