
Jangan lupa koment ya. Bagi yang masih punya vote silahkan berikan buat momnya Bara dan Freya. Like kemudian kembang. Kopi, kursi pijat, pisau, nonton iklan sangat disarankan.😘
🍰🍰🍰
"Apa yang terjadi?" tanya Freya yang heran melihat Bara muntah.
Apa Bara sakit?
"Entahlah, ini biasa terjadi, apa lagi setiap pagi," adu Bara kepada Freya. Berharap Freya merasa kasihan.
"Jadi kau ingin makan apa?" tanya Freya kasihan. Meskipun dia masih kesal.
"Apa chicken herb itu kau yang masak juga?" tanya Bara.
"Tidak, itu Bibi dan Paman yang membelinya," jujur Freya.
Paman? Freya memanggil Delvin Paman?
"Kalau begitu, aku akan mencoba makan yang lain saja." Bara kembali ke meja makan dan memilih makanan selain chicken herb. Dan ternyata yang lain bisa di makan Bara.
Selesai makan Freya membersihkan meja.
"Aku akan mencuci piring,' tawar Bara.
__ADS_1
"Tidak usah," tolah Freya. "Sebaiknya kau pulang saja," usirnya lagi.
"Aku akan membawamu bersamaku," ajak Bara. Dia mendekat ke arah Freya yang tengah mencuci piring.
"Aku tidak akan ke mana-mana, ini rumahku dan apa kau lupa bahwa kau ingin aku pergi dari mansion bahkan Maidstone ... kau juga minta agar kita tidak bertemu lagi," sindir Freya, mengingatkan Bara akan kekejamannya dulu.
"Itu kejadian dulu dan kita telah bersama kembali setelah itu." Bara masih mencoba membujuk Freya.
"Aku tidak ingin masuk ke kubang yang sama untuk kedua kalinya," kekeh Freya. Dia masih sibuk mencuci peralatan makan mereka.
"Freya, aku pastikan sekarang aku tidak akan membuat kesalahan yang sama, kembalilah kepadaku," bujuk Bara.
"Tidak aku tetap akan mengajukan cerai," jelas Freya. Dia berjalan keluar dari dapur karena memang telah selesai mencuci peralatan makan. Bara mengikutinya, Freya menuju kamarnya.
"Tapi aku tidak ingin kembali bersamamu lagi, sekarang pulanglah." Freya menghentakan tangan Bara. Dia masuk ke kamar, bersiap untuk menutup dan menguncinya. Tapi Bara lebih gesit dan ikut masuk ke dalam kamar Freya. Dia menguncinya dan menyimpan kunci itu.
"Apa maumu, keluar!" teriak Freya. Bara mengabaikannya. Dia mendekat ke arah Freya.
"Kita harus bicara, tapi dalam kondisi yang tenang, sekarang kau sedang emosi," saran Bara.
"Besok kita bicara lagi, sekarang pulanglah, aku ingin istirahat," usir Freya. Dia menaiki ranjangnya.
"Aku tidak akan ke mana-mana, aku akan di sini ... aku takut kau pergi," tutur Bara.
__ADS_1
"Terserah kau saja, tidur di sofa luar," usir Freya. Dia mulai merebahkan badan di kasur. Terus terang berdebat dengan Bara membuatnya lelah.
"Aku kangen denganmu dan anak kita, aku akan menjaga kalian." Bara menaiki ranjang dan memeluk Freya dari belakang dengan tidak tahu malu.
"Apa yang kau lakukan? Jangan menyentuhku!" teriak Freya dengan kesal.
"Aku tidak akan menyentuhmu, aku hanya inhin istirahat dengan memelukmu saja, aku janji tidak akan melakukan lebih dari ini," pinta Bara. Freya yang lelah berdebat akhirnya membiarkan Bara tidur di samping dengan memeluknya. Tidak bisa dipungkiri pelukan Bara membuat Freya nyaman. Ada saat-saat di mana dia ingin memegang perutnya. Mengelus agar dia merasa hangat. Bara seperti memahami keinginan Freya, dia mengelus perut buncitnya. Bara merasakan bayinya bergerak.
"Apa itu? Apa kau baik-baik saja?" tanya Bara terkejut dengan reaksi perut Freya.
"Itu bayiku, dia sedang bergerak," jawab Freya. Dia tidak ingin memberi tahu Bara bahwa bayi itu senang Bara menyentuhnya.
Bara dan Freya tertidur dengan nyenyak sejak berpisah mereka tidak pernah tidur dengan nyenyak lagi.
🍒🍒🍒
Semoga setelah ini Freya batal minta cerai ya!
Pekanbaru
021122
10.34
__ADS_1