JERAT HASRAT KAKAK IPAR

JERAT HASRAT KAKAK IPAR
Kepergian Bara


__ADS_3

Bab-bab penentuan kenapa terjadi kejadian Bab 1&2


🍰🍰🍰


Pagi-pagi sekali sekitar pukul enam, Bara telah bersiap-siap. Pelayan membantu untuk memasukan barang-barang Bara ke dalam mobil.


Freya terbangun karena dia memang tidur dengan gelisah akibat kejadian memalukan semalam. Freya melihat dari jendela saat Bara menginstruksikan pelayan untuk memasukan barang-barangnya ke mobil. Ada perasaan kesepian dan kehilangan yang dirasakan Freya.


Freya akui sejak Bara berada di sini, dia merasa mendapatkan perlindungan dan perhatian, yang tidak pernah dia dapatkan dari Edward. Kadang ada dalam diri Freya yang menyesalkan kebohongan yang dia perbuat, seandainya dia lebih mengenal Bara, mungkin dia tidak akan bertindak gila seperti ini, membohongi Bara.


Semua telah terjadi, Freya tidak bisa mundur. Terkadang sempat terlintas dalam benak Freya untuk mengaku dan memberitahu Bara yang sebenarnya. Tapi hal tersebut bukanlah mudah, ditambah dia belum mengenal Bara lebih dalam. Siapa tahu karena merasa terhina membuat Bara menjebloskannya ke penjara.


Kejadian semalam membuat Freya terhina. Dia semakin merasa rendah diri, Amber mengatakan bahwa dia wanita cantik dan menarik. Begitu juga dengan teman-teman Sekolah Edward. Tapi perkataan Edward dan Bara lebih dominan, membuat kepercayaan diri Freya musnah.


Bara merasa ada yang menatapnya, Bara melihat ke atas. Freya berdiri di jendela memandangnya. Cukup lama Bara menatap Freya, kemudian Bara hanya tersenyum dan menganggukan kepala. Bara masuk ke dalam kursi mengemudi dan melajukan mobil perlahan.


Freya menatap kepergian Bara dengan perasaan kehilangan yang aneh. Freya meyakinkan diri bahwa kepergiaan Bara lebih baik. Dia telah terbiasa ditinggalkan. Jika Edward meninggalkannya setelah ayahnya meninggal, Bara justru, belum cukup dua puluh empat jam mereka menikah dan Bara telah begitu sangat ingin pergi darinya.


***


Freya menjalankan hari-hari seperti biasa, dua bulan telah berlalu. Tidak ada kabar dari Bara.


"Selamat Freya ... kau kembali berhasil membuat suamimu pergi." Kesal Amber saat mereka di kamar Freya.


"Bukan salahku, dia yang meninggalkanku." Freya tidak terima dengan tuduhan Amber.


"Kau bahkan belum sempat tidur dengannya, dan ini sudah dua bulan sejak dia meninggalkan mansion ... dia bahkan tidak menghubungimu." Kesal Amber. Freya membenarkan perkataan Amber.


"Jadi kita harus menjalankan rencana kedua. Memberitahu Bara bahwa kau hamil." Jelas Amber lagi.


"Tapi, bibi ...." Freya tidak mau melakukan kebohongan lagi.


"Tidak ada tapi-tapian, kita harus membuat Bara kembali ke sini dan kau harus berhasil tidur dengannya. Setelah itu akan di buat kau keguguran. Sehingga dia akan menemanimu. Dan berusahalah agar kalian selalu bercinta." Putus Amber.

__ADS_1


"Dia tidak tertarik padaku, bi."


"Omong kosong apa itu, tidak mungkin ... kau cantik dan menarik."


"Hanya bibi yang mengatakannya, Edward maupun Bara mengabaikanku di malam pertama kami." Teriak Freya.


"Kalau begitu, kau hanya perlu hamil. Sedangkan bayi, akan kita cari sesuai rencana kedua." Lanjut Amber lagi.


Amber menghubungi Dayton untuk meminta nomor handphone Bara. Amber mengirim pesan kepada Bara bahwa Freya hamil.


"Benar-benar keterlaluan, tidak bisa ditoleransi." Kesal Amber begitu menerima balasan dari Bara.


"Apa dia membalasnya, bi?"


"Ya dia membalasnya." Amber menyerahkan handphone kepada Freya.


'Selamat, aku tidak bisa berkunjung ke sana karena terlalu sibuk di sini. Akan aku usahakan di sana saat anak itu lahir'. Freyapun kesal.


"Kau harus mulai bersikap seperti wanita hamil mulai saat ini." Putus Amber


***


Hari-hari berjalan begitu cepat, Freya telah berpenampilan seperti wanita hamil lima bulan. Seharusnya Bara bertanya tentang keadaannya maupun bertanya tentang bayi yang di kandung Freya. Namun, tidak sekalipun Bara menghubunginya. Amber telah mendapatkan hasil USG dengan jenis kelamin anak laki-laki. Jadi saat Bara bertanya, Freya dan Amber telah menyiapkannya.


Saat ini Freya berada di makam Edward yang berdampingan dengan makam ayah mertuanya, sir Albert Horisson. Makam mereka selalu terawat, Freya memang meminta salah satu tukang kebun untuk merawatnya.


"Maaf, aku berbohong, aku harap kau mengerti." Ucap Freya, dia meminta maaf karena berbohong bahwa dia tengah mengandung anak Bara. Entah kenapa akhir-akhir ini Freya bermimpi Edward datang dengan wajah membencinya. Seperti marah dengan kebohongan dan penipuan yang Freya lakukan kepada Bara.


"Aku tidak bermaksud mencuri hartamu, aku hanya takut membuat keluargaku dan orang-orang yang bergantung hidup denganku menderita. Bukankah ini juga salahmu, jika kau memperlakukanku layaknya istri, ini tidak akan terjadi" Lirih Freya lagi.


Freya beranjak dari makam Edward, berjalan menuju mansion. Tidak sengaja menabrak seorang pria.


"Maaf." Ucap pria tersebut dengan segera memegang Freya agar tidak terjatuh.

__ADS_1


"Tidak apa-apa." Balas Freya.


"Maaf, apa kita pernah bertemu? Dan kenapa anda bisa di sini, sir?" Tanya Freya. Ini adalah pemakaman khusus keluarga Horisson. Apakah pria ini salah satu teman Edward? Karena tidak mungkin teman Bara karena Bara bisa dipastikan tidak memiliki teman yang mengetahui area Horisson di sini.


"Perkenalkan, madam, saya Brian Benson, teman Edward." Brian kaget saat memperhatikan perut Freya yang membuncit.


"Apakah anda hamil, madam?" Tanya Brian tidak sopan.


"Seperti yang anda lihat, sir." Ucap Freya dengan tenang.


"Apakah itu anak Edward?" Pertanyaan menuduh dan tidak sopan Brian membuat Freya tersinggung. Freya ingat sepertinya dia pernah bertemu dengan Brian di pesta pernikahannya.


"Apa maksud anda, sir? Dan pertanyaan macam apa itu? Saya tidak suka dengan pertanyaan tidak sopan anda, sir." Freya merasa terhina dengan perkataan Brian, Brian sangat lancang mencurigainya, sekalipun Freya hamil bohongan. Dia tetap merasa terhina, ada orang yang sok tahu dengan rumah tangganya. Oups, Freya lupa. Banyak yang tidak tahu tentang pernikahannya dengan Bara. Freya juga tidak harus menjelaskan bahwa hamil bohongannya ini adalah anak Bara, bukan anak Edward.


Seolah-olah pria ini mengetahui bahwa Edward maupun Bara menelantarkannya dan dia menjadi wanita kesepian, kemudian berselingkuh.


"Maafkan ketidak sopanan saya dan menyinggung perasaan anda, madam, saya hanya sedikit heran. Edward tidak pernah bercerita kepada saya jika anda tengah hamil." Brian mencoba menjelaskan.


"Saya tidak paham kenapa masalah rumah tangga saya harus anda ketahui, sir." Apakah pria ini sahabat Edward? Sehingga membuat Edward menceritakan bahwa betapa tidak menariknya Freya dimata Edward?


Jika memang Edward menceritakan tentang rumah tangganya bersama Freya kepada teman-temannya. Terkutuklah Edward, Freya tidak akan memaafkannya. Semoga dia membusuk di neraka. Karena semua yang terjadi pada Freya adalah sepenuhnya salah Edward.


"Sekali lagi, maafkan saya dan saya ucapkan selamat kepada anda, madam. Saya permisi dulu, saya akan kembali ke London." Brian meninggalkan Freya dan area pemakaman Horisson.


Freya khawatir dengan kedatangan Brian akan membongkar kebohongannya. Freya merasa cemas dan tertekan. Dia segera kembali ke mansion.


🍒🍒🍒


Aku masih mempromosikan karya teman ya


...SISI GELAP SEORANG HAKIM...


__ADS_1


__ADS_2