JERAT HASRAT KAKAK IPAR

JERAT HASRAT KAKAK IPAR
Ancaman Bara


__ADS_3

Jangan lupa koment ya. Bagi yang masih punya vote silahkan berikan buat momnya Bara dan Freya. Like kemudian kembang. Kopi, kursi pijat, pisau, nonton iklan sangat disarankan.😘


🍰🍰🍰


"Aku mendengar pembicaraanmu dengan Amber!" Kata-kata Bara membuat langkah Freya berhenti. Tadinya Freya ingin membersihkan tanamannya. "Seperti yang aku katakan kepadamu sebelumnya, sampai kapanpun, aku tidak akan bercerai denganmu," tekad Bara.


"Kalau begitu bersiaplah ke pengadilan, aku akan mengurusnya dan mengajukan permohonan perceraian ke pengadilan," tantang Freya. Dia tidak membalikan badan untuk menatap Bara. Bara masih di belakang Freya.


"Jika kau tetap mengajukannya ke pengadilan, bersiap juga kau akan kehilangan anakmu," ancam Bara.


"Apa maksudmu?" resah Freya


Mungkinkah dia akan kehilangan anaknya?


"Jika kau mengajukan perceraian, maka aku akan menuntut hak asuh anak dan aku pastikan kau tidak akan bisa melihatnya," ancam Bara. Dia tidak ingin menakuti Freya, tapi, hanya itu satu-satunya jalan agar Freya mau kembali kepadanya.


"Tidak--tidak akan aku biarkan kau mengambil anakku ... dia milikku ... Hanya milikku!" hardik Freya. Saat Bara tidak tahu bahwa ini anaknya. Dia dengan seenaknya ingin membunuh anak ini, sekarang apa? Bara menginginkan anak ini? Yang benar saja.

__ADS_1


"Kau tahu aku bisa melakukannya, Freya ... aku akan membayar semua orang yang bisa membantu ... tidak masalah jika akan menghabiskan semua hartaku," tantang Bara.


"Kau tidak bisa melakukan itu padaku," isak Freya, dia menahan air mata. Freya tidak akan bersikap lemah di depan Bara. Freya tahu Bara bisa membayar orang untuk membuatnya berpisah dengan anak ini. "Kau tidak benar-benar menyayangi anak ini, biarkan kami bebas," cicit Freya.


"Aku menyayanginya dan terutama aku mencintaimu, ibunya ... jadi jangan pernah berpikir untuk bercerai atau pergi dari hidupku, Freya," ancam Bara. Dia mendekati Freya dan membalikan tubuh Freya agar menghadap kepadanya. "Dengarkan aku Freya, kau dan anak itu hanya milikku," tunjuk Bara ke perut Freya.


Freya sadar tidak akan menang melawan Bara. Pergipun ke mana lagi dia harus pergi. Tetap saja takdir mempertemukannya kembali.


"Ah!" teriak Freya memegang perutnya.


"Freya! Apa yang terjadi?" tanya Bara khawatir. Dia menggendong Freya dan membawanya ke mobil. Bara melarikan Freya ke rumah sakit.


"Nyonya, apa kau setress?" tanya dokter kepada Freya. Bara mengerti, sepertinya ancaman dia kepada Freya tidak bisa dilakukan. Itu akan sangat membahayakan bayinya.


"Ya, dokter," aku Freya.


"Sir, sebaiknya anda membantu agar dia tidak setress, saya akan memberikan resep obat," saran dokter. Dia memberikan resep kepada Bara. Bara meminta kursi roda, agar Freya tidak kelelahan.

__ADS_1


"Tunggulah di sini, aku akan menebusnya," usul Bara. Dia menuju apotik dan mendapatkan obat untuk Freya.


Sepanjang perjalanan pulang, baik Bara maupun Freya hanya diam. Bara tidak tahan akhirnya bertanya. "Apa kau ingin kembali ke mansion bersamaku?" bujuk Bara.


"Tidak, aku akan pulang ke rumahku," tekan Freya. Bara membelokan kemudi menuju rumah sewa Freya. Dia menggendong Freya dan membaringkannya di ranjang.


"Maaf, aku tidak akan membuatmu setress lagi ... aku akan menghormati keputusanmu," pasrah Bara. Dia mencium bibir Freya sekilas dan bersiap meninggalkan kamar.


"Kau mau ke mana?" cemas Freya. Ada perasaan tidak rela dalam hatinya Bara menyerah begitu saja. "Apa kau akan meninggalkanku sendirian?" tanya Freya. Berharap Bara tidak pergi.


πŸ’πŸ’πŸ’


Yah, giman sih Freya? Jangan galau harus bercerai🀭


Eh tapi emang wanita seperti ini ya, saat pria menyerah, mereka pula yang galau, seolah-olah si pria tidak mau memperjuangkan mereka.


Pekanbaru

__ADS_1


031122


12.09


__ADS_2