
Sebelum baca pencet dulu tombol Favoritenya ya cintah. Mumpung hari Senin jangan lupa vote buat diberikan kepada momnya Bara dan Freya. Like kemudian kembang. Kopi, kursi pijat, pisau sangat disarankan.😘
🍰🍰🍰
Si pria menatap kepergian Amber, handphonenya terus berbunyi, dia kemudian mengangkatnya.
"Ya Halo." Jawabnya kepada orang yang menghubunginya.
"Apa kau sibuk?" Tanya seseorang di seberang sana.
"Tidak terlalu." Jawab pria itu.
"Dimana kau sekarang?" Tanya si penelepon lagi.
"Aku di supermarket A di Notting Hill." Balas si pria. Dia berdiri diantara lorong sabun mandi.
"Baiklah, kau tunggu di sana ... aku akan menghampirimu." Penelepon menutup sambungan teleponnya.
Si pria berjalan menuju cafe yang ada di sana. Menunggu teman yang menghubunginya tadi. Cafe tersebut tidak terlalu besar, namun, cukup ramai pengunjung. Mungkin karena satu-satunya cafe yang ada di dalam supermarket ini.
Si pria memesan minuman cofee latte, sambil menunggu temannya datang.
***
Bara terburu-buru keluar dari ruangannya. Dia ingin bertemu dengan Delvin. Bara ingin memberitahu Delvin bahwa dia kembali bersama Freya. Sekalipun Bara bahagia dia masih sedikit ragu. Mungkin Delvin bisa memberikan solusi untuknya.
Bara melajukan mobil dengan kecepatan sedang. Arus lalu lintas sedikit padat karena bertepatan dengan waktu makan siang. Jadi semua orang yang tengah melaksanakan acara keluarga pasti menuju Restoran. Bara merasa kenapa Delvin berada di supermarket Notting Hill? Itu sangat jauh dari rumahnya.
Bara memarkir mobil di supermarket. Dia memasuki area supermarket, mencari cafe yang diberitahu Delvin. Bersyukur Cafe tersebut hanya satu di area itu, sehingga tidak butuh waktu lama bagi Bara melihat Delvin tengah menyeruput cofeenya.
"Tumben di sini?" Tanya Bara, langsung duduk di depan Delvin.
__ADS_1
"Mau minum apa?" Tawar Delvin tanpa menghiraukan pertanyaan Bara.
"Vanila latte." Jawab Bara.
"Makannya?" Tanya Delvin lagi.
"Samakan saja." Jawab Bara lagi. Delvin memanggil pelayan agar mencatat pesanan Bara. Delvin juga memesan makanan untuk makan siang mereka.
"Jadi apa yang ingin kau bicarakan?" Tanya Delvin.
"Aku akan kembali bersama Freya." Ucap Bara. Delvin memyemburkan minuman tidak percaya dengan yang baru saja di dengarnya. Bukankah Bara tidak suka dengan kebohongan?
"Bagus, jika itu yang terbaik buat kalian, aku senang mendengarnya." Balas Delvin.
"Sir Bara." Ucap Amber yang menghampiri Bara.
"Saya kira saya salah lihat, ternyata benar, anda." Ujar Amber lagi. Dia tidak memperhatikan Delvin yang berada di depan Bara.
"Kau!" Ujar Delvin kepada Amber. Amber sadar jika ada seseorang bersama Bara.Amber membalikan badannya untuk melihat siapa pria yang bersama Bara.
"Miss Amber, maafkan. Pertemuan kalian dulu tidak menyenangkan ... mari saya kenalkan kalian ... Delvin Black, sahabat sekaligus rekan bisnis saya ... Delvin, miss. Amber Hathaway, bibi Freya." Delvin menjabat tangan Amber.
"Apa anda sudah makan, miss?" tanya Bara setelah memperkenalkan mereka secara resmi.
"Saya ke sini juga karena ingin makan." beritahu Amber.
"Kalau begitu, maukah kau bergajung bersama kami?" tanya Delvin, membukakan kursi agar Amber bisa duduk. Delvin kembali meminta pelayañan mencatat menu tambahan untuk Amber.
"Terima kasih." Amber duduk dan memesan makanan.
"Di mana Freya?" tanya Bara, mereka memang masih belum tinggal bersama. Baik Bara maupun Freya belum mendiskusikannya kembali.
__ADS_1
"Dia kerja." sahut Amber. Bara sedikit bingung?
"Maksudnya Freya masih bekerja di tempat Emil?" Bara memastikannya.
"Tidak, Freya sudah cukup lama berhenti dari tempat Emil, hampir sebulan lebih. Freya memang memiliki beberapa pekerjaan part time." Bara berfikir untuk membahas ini juga bersama Freya.
"Jam berapa dia pulang?" tanya Bara lagi.
"Jam empat sore." jawab Amber.
Mereka menikmati makanan dan mengobrol ringan. Terjawab sudah di mana mereka bertemu.
***
Bara dan Freya kembali bersama, Freya telah tinggal di rumah Bara, bukan apartmentnya. Bara memiliki rumah di London yang sangat besar. Sementara Amber lebih memilih untuk tetap tinggal di rumah yang telah mereka sewa sekalian menjaga toko roti mereka. Ayah Freya, tinggal bersama mereka. Bara memberikan perawat yang dapat menjaga Frank.
Dua minggu Freya tinggal bersama Bara. Persiapan toko rotinya juga sebentar lagi rampung. Rencana sebulan lagi Freya telah bisa membuka toko roti untuk pelanggan. Emil menghubungi Freya, dia ingin bertemu dengan Freya.
"Emil ingin bertemu denganku." Beritahu Freya kepada Bara saat mereka sarapan pagi.
"Kenapa dia ingin bertemu denganmu?" Tanya Bara, dia memakan sandwich yang telah dipotongnya.
"Entahlah, aku juga tidak tahu ... apa kau mau aku menambahkan omelet ke piringmu?" Freya bersiap untuk mengambil omelet.
"Tidak usah ... aku jarang makan banyak saat sarapan." Jawab Bara lagi.
"Apa kau mengizinkanku?" Tanya Freya sekali lagi.
"Ya pergilah, yakinkan dia bahwa kita kembali bersama. Dan ingat jangan memberinya harapan Freya." Titah Bara.
"Aku tahu ... Tenang saja." jawab Freya.
__ADS_1
🍒🍒🍒
Jangan lupa beri dukungannya ya.