JERAT HASRAT KAKAK IPAR

JERAT HASRAT KAKAK IPAR
Pertemuan


__ADS_3

Sebelum baca pencet dulu tombol Favoritenya ya cintah. Bagi yang masih punya vote silahkan berikan buat momnya Bara dan Freya. Like kemudian kembang. Kopi, kursi pijat, pisau sangat disarankan.๐Ÿ˜˜


๐Ÿฐ๐Ÿฐ๐Ÿฐ


Keesokan paginya Freya telah diantar oleh Bara ke toko rotinya. Amber telah mulai melakukan persiapan bersama karyawan mereka.


"Aku akan datang jam sepuluh setelah rapat denganย  beberapa klien." Bara mengecup kening Freya, kemudian kembali menuju ke mobilnya.


Bara memang jarang memakai sopir, dia lebih suka membawa sendiri mobilnya. Bahkan Bara tidak memiliki asisten, hanya sekretaris yang membantunya. Bara terbiasa melakukannya sendiri.


Pagi ini Bara bertemu Emil dan Delvin, mereka membicarakan project selanjutnya yang akan mereka kerjakan. Bara berencana membangun hotel di Maidstone, di tanah warisannya. Perkebunan anggur dan pabrik anggurnya akan menjadi nilai tambah untuk wisatawan.


Bara telah merencanakannya dengan Delvin sebelumnya. Dan Bara akan mengajak Emil sebagai pemasok bahan baku bangunan karena Emil mulai merambah bisnis sebagai pemasok bahan bangunan.


Saat Bara memarkir mobil dan memasuki gedung The Horisson Tower, ternyata Delvin juga sedang menunggu lift.


"Oh, kau sudah duluan ternyata." Kaget Bara saat bertemu Delvin di lift.


"Karena aku tidak ada kegiatan lain, jadi sebaiknya aku ke sini saja." Jelas Delvin.


Lift terbuka dan mereka memasuki lift khusus CEO. Charlote, sekretasis Bara telah datang dan sedang mengerjakan sesuatu di laptopnya.


"Selamat pagi, sir, mr. Black." Charlote berdiri dan memberi salam.


"Pagi Charlote." Balas Delvin.


"Charlote, tolong bawakan dua kopi ke ruanganku ya." Perintah Bara, sebelum membuka pintu ruangannya.

__ADS_1


"Baik, sir." Charlote beranjak dari mejanya dan meminta OB membuatkan kopi untuk Bara dan Delvin.


Charlote mengantarkan kopi ke ruangan Bara. Keluar lagi dari ruangan tersebut.


"Apa Bara, ada?" Tanya Emil yang ternyata telah berada tepat di pintu ruangan Bara. Membuat Charlote kaget.


"Ada, sir." Jawab Charlote, setelah menenangkan jantungnya yang kaget dengan kedatangan Emil yang tiba-tiba.


"Bolehkah saya masuk?" Tanya Emil lagi, karena Charlote menghalangi jalannya.


"Oh, maaf, silahkan, sir." Charlote bergeser agar Emil bisa masuk.


Begitu Emil masuk, Bara keluar dan meminta Charlote untuk membuatkan kopi satu lagi untuk Emil.


Bara, Delvin dan Emil terlibat pembicaraan serius. Bara melirik jam di pergelangan tangannya.


"Oh, hari ini ya?" Tanya Delvin. Emil hanya diam saja. Tidak tahu apa yang dipikirkannya atau di rencanakannya.


"Apa kau mau ikut dengan kami, Emil?" Ajak Bara.


"Tapi aku tidak diundang." Jujur Emil, karena pembicaraan terakhirnya dengan Freya dia tidak akan mengganggu Freya lagi.


"Aku yang mengundangmu." Emil akhirnya ikut dengan Bara dan Delvin dengan senang hati. Setidaknya dia punya alasan bahwa dia ke tempat Freya karena diundang Bara.


Mereka sampai di toko roti, Bara melihat pengunjung yang datang sangat ramai. Bahkan antrian telah panjang sampai keluar toko.


Freya mengenakan gaun sederhana dengan panjang selutut bermotif floral, lengan gaun tersebut adalah tiga perempat. Freya juga menggunakan high heel dengan tinggi 5 cm.

__ADS_1


Freya dan Amber sangat sibuk, mereka tidak menyangka antusias pengunjung akan sebanyak ini. Bara dan Delvin yang tidak tega melihat kerepotan mereka langsung turun tangan membantu.


Freya melihat kedatangan Bara dan Delvin, melangkah menuju ke arahnya. Emil yang berada di belakang Bara dan Delvin, awalnya tidak terlihat oleh Freya. Freya tersenyum menyambut kedatangan mereka.


Senyum Freya menghilang dari bibirnya, saat Emil muncul di belakang Bara. Freya menjadi pucat.


๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’


Pekanbaru


250922


11.20


hi jangan lupa mampir ke karya temร n author ya


...I WILL GIVE YOU A SECOND CHANGE...



Blurb


Eliza, wanita dari zaman di mana ; sihir, pedang, dan perebutan kekuasaan harus meninggal dengan cara mengenaskan. Dibunuh oleh teman-teman yang dipercayai. Perasaan amarah dan kesedihan menemani kepergian wanita itu. Perkataan dari orang-orang yang membunuh masih teringat jelas di benak Eliza, "Kami juga ingin hidup dengan tenang, jadi matilah agar kami bisa mendapatkan kekayaan tak terhingga".


Sang Dewa memberikan Eliza kesempatan kedua agar bisa hidup kembali dan semua dosanya diampuni, tentu ada syarat agar itu bisa diterjadi. Membuat Kazen, sang target merasakan kebahagiaan. Kebahagiaan yang selalu target doakan di setiap malam.


Kazen, seorang siswa biasa dari dunia modern hampir tidak mempercayai dengan namanya keajaiban. Padahal sedari kecil dia selalu percaya dan berdoa sampai sekarang, dia tidak akan pernah berdoa atau percaya pada Tuhan. Sampai suatu ketika ada seorang perempuan yang mengaku titisan dari Tuhan.

__ADS_1


Awalnya tidak mudah bagi Eliza membuat Kazen percaya, namun perlahan siswa itupun akhirnya mempercayainya. Berkat usaha dan kegigihan. Lika-liku dimulai dengan membalas para perundung, sampai terlibat dengan kelompok penjahat.


__ADS_2