
"Kau pasti hanya berbohong untuk melepaskan diri dari tanggung jawab? Atau kau hanya ingin memisahkanku dengan anak itu?" sindir Selena. Dia masih tidak mau mengakuinya.
"Sudahlah, Selena, tidak usah keras kepala!" kali ini Delvin yang bersuara. Mencoba memaksa Selena untuk jujur. Jengah dia melihat Selena yang masih saja tidak tahu malu.
"Kau jangan ikut campur, ini bukan urusanmu, sebaiknya kau pergi saja dari sini," usir Selena.
"Bukankah, kau yang harusnya pergi dari sini?" tantang Bara.
"Kau telah memberikan Apartment ini buatku," ejek Selena, mengingatkan Bara.
"Kau benar-benar tidak tahu dirinya Selena, aku memberikan Apartment karena aku pikir kau mengandung anakku, tapi itu bukan anakku, jadi aku bisa saja mengambil Apartmet ini kembali ... tapi bagiku tidak masalah jika kau memang tidak tahu malu, ambillah Apartment ini, pindah dari rumahku ... Aku tidak ingin melihatmu lagi di rumahku," tekan Bara.
"Kau pria brengsek," maki Selena.
"Sudahlah Selena, akhiri saja permainan ini dan aku akan menikahimu agar anak kita bisa memiliki keluarga utuh," bujuk Joshua. "Kau masih bisa tinggal bersamaku, di Apartmentku," bujuk Joshua lagi.
"Aku benar-benar tidak rela, kau memilih gadis kampung itu," maki Selena lagi. Dia melangkah menuju Bara dan bersiap memukul Bara untuk melampiaskan kemarahannya. Joshua dengan cepat memeluk Selena dari belakang, untuk menenangkannya.
"Kalian pergilah, aku akan menyelesaikan masalah ini dengannya dan aku pastikan dia akan pindah dari rumahmu dengan membawa bayi kami," tawar Joshua.
__ADS_1
"Baiklah, Senin datang ke kantorku, kita akan membahas bisnis," lanjut Bara. Dia dan Delvin keluar dari Apartmentnya.
Delvin yang penasaran langsung mencecar Bara dengan pertanyaan.
"Sejak kapan kau mengetahuinya?" tanya Delvin.
"Sebenarnya aku memang sudah curiga dari awal sejak aku menemaninya kontrol ke dokter kandungan, hanya saja fokusku saat itu mencari keberadaan Freya," jelas Bara. " Puncaknya aku baru menyelidikinya lagi setelah Selena memberikan hasil test DNA itu dan aku mulai meretas data rumah sakit," lanjut Bara.
"Aku pikir, kau begitu bodohnya, dengan mudah masuk perangkap Selena," ejek Delvin .
"Jika dipikir-pikir aku memang bodoh, pertama aku dijebak oleh Freya dan Amber, mengatakan aku telah memaksa Freya dan menidurinya ... mereka memaksaku menikahi Freya," Bara tertawa garing. Mengejek diri sendiri. Tapi, sebenarnya Bara menyetujuinya karena dia juga menyukai Freya.
"Sepertinya kau memang pria yang mudah di manipulasi," sindir Delvin. Mereka memasuki Lift. Delvin menekan lift.
"Dan aku senang kau menikahinya sehingga aku bisa mendapatkan Amber dan tidak sabar menunggu kelahiran bayi kami," lanjut Delvin.
"Dulu kau memakiku karena menikahi Freya dan tidak bisa menikahi Amber karena mereka kabur dariku," ejek Bara.
"Yah, itu saat Freya tidak merestui hubunganku dan Amber ... setelah aku pikir-pikir ternyata karena kalian, aku bertemu Amber." Delvin membayangkan pertama kali dia bertemu Amber dan saat mereka menjadi dekat.
__ADS_1
Lift terbuka dan mereka menuju parkiran mobil.
"Kita kembali ke kantorku," ajak Bara. Dia memasang savety beltnya.
"Apa Freya sudah tahu?" tanya Delvin.
"Ya, sebulan setelah melahirkan, aku telah menceritakan kepadanya," jawab Bara.
"Bagaiman reaksi Freya?" Delvin penasaran.
"Dia yang memintaku untuk--agar membujuk Selena menyerahkan anaknya, Freya ingin kami yang merawat anak itu ... Freya merasa kasihan dengan bayi itu karena sering diabaikan Selena," jelas Bara.
๐๐๐
Paling banyak 2 bab lagi end ya!
Jangan lupa koment dan hadiahnya๐
Pekanbaru
__ADS_1
101122
13.59