JERAT HASRAT KAKAK IPAR

JERAT HASRAT KAKAK IPAR
Pingsan


__ADS_3

Sebelum baca pencet dulu tombol Favoritenya ya cintah. Bagi yang masih punya vote silahkan berikan buat momnya Bara dan Freya. Like kemudian kembang. Kopi, kursi pijat, pisau, nonton iklan sangat disarankan.😘


🍰🍰🍰


"Maaf dia telah meninggal." Sesal dokter.


Freya semakin lemas mendengar berita yang disampaikan dokter dan kembali pingsan. Emil berlari menuju Freya.


Bara menepis tangan Emil dan mengambil Freya. Bara memangku kepala Freya di pahanya. Bara cemas, sekalipun dia marah dan kecewa. Akan tetapi, ia tetap tidak bisa melihat Freya pingsan dan terluka. Bara takut kehilangan Freya.


Dokter meminta Freya untuk di baringkan ke brangkar ruang IGD. Dokter memeriksanya.


"Nadinya terlalu lemah, sebaiknya dia di rawat," ucap Dokter.


Perawat memindahkan tubuh Freya ke ruang rawat inap. Emil dan Selena mengikuti Bara.


"Kalian pulang saja, aku bisa menjaga istriku," maki Bara.


"Aku juga ingin memastikan bayi itu baik-baik saja," oceh Emil, dia bergeming di tempatnya berdiri.


"Sebaiknya kau pergi, sebelum kesabaranku habis," geram Bara.


"Jika kau tidak menginginkan anak itu, lepaskan Freya, aku yang akan menjaga mereka!"


Bara langsung menghujamkan tinjunya ke wajah Emil. Membuat Emil tersungkur. Emil berdiri kembali dan bersiap membalas pukulan Bara. Bara berhasil mengelak dan kembali melayangkan pukulan terhadap Emil. Terkadi baku hantam diantara mereka.


"Hentikan, ini rumah sakit!" Selena ketakutan melihat perkelahian mereka. Bersyukur perawat pria yang ada di sana melihat dan mencoba melerai perkelahian tersebut.


Kondiis Emil cukup parah, lebam-lebam di wajah dan tubuhnya. Emil dengan terpaksa meninggalkan rumah sakit. Selena yang dipelototi Bara juga dengan terpaksa keluar dari sana.


Handphone Bara berbunyi dan itu dari Delvin.


"Halo!"


"Selamat untuk kalian berdua. Aku mendapat informasi dari Amber tentang kehamilan Freya " ujar Delvin di seberang sana.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan Freya?" Cerca Delvin kembali.


"Freya sedang dirawat di rumah sakit, beritahu Amber, Frank meninggal dunia," jelas Bara.


"Apa!" Kaget Delvin.


***


Amber dan Delvin berlari menuju ruangan Freya.


"Apa yang terjadi?" Cecar Amber begitu di depan Bara.


"Aku tidak bisa jelaskan sekarang, jasad Frank masih di rumah sakit," jelas Bara.


"Kenapa dengan wajahmu?" Tanya Amber saat melihat wajah Bara yang juga babak belur.


"Aku bertengkar dengan Emil," beritahu Bara.


"Apa? kalian bertengkar?" Cecar Amber lagi. Apakah Bara telah mengetahui tentang kecemasan freya? Atau Bara mengetahui tentang kemalangan yang menimpa Freya? Apakah Emil telah menceritakan kejadian itu?


"Sebaiknya, aku ingin melihat Frank untuk terakhir kalinya," Amber mengalihkan pembicaraan. Bara tidak bisa menahan karena memang waktu yang tidak tepat untuk membahas hal itu.


Delvin menemani Amber menuju tempat Frank. Amber menangis melihat jasad Frank yang terbujur kaku.


"Maafkan aku," lirih Amber. "Aku akan menjaga Freya dengan baik." Amber memiliki firasat jika ini pasti ada hubungannya dengan Emil. Apa lagi Bara langsung bertanya tentang perselingkuhan.


Amber menyadari kegelisahan Freya .


"Aku turut berduka cita," ucap Delvin.


"Terima kasih,"


"Apa kau bisa membantu kami?" Mohon Amber.


"Katakan, aku akan membantumu," balas Delvin.

__ADS_1


"Apa kau bisa dipercaya?" Delvin heran dengan kalimat yang dilontarkan Amber.


"Maksudmu?" Amber menimbang apakah dia harus meminta bantuan Delvin. Sementara Delvin adalah sahabat sekaligus kakak bagi Bara.


"Tidak jadi, aku akan melihat keadaan Freya," Amber melangkah meninggalkan ruangan.


Delvin terdiam, bingung dengan permintaan Amber yang tidak diteruskannya. Delvin mengikuti Amber.


Amber melihat Freya, Bara tengah menjaga dan menggenggam tangan Freya.


"Istirahatlah, aku akan menjaga Freya," perintah Amber.


"Tidak aku yang akan menjaganya," Bara tidak mau kalah.


"Bisakah kau mengurus pemakaman Frank, Bara? Aku tidak mengerti jika di sini," pinta Amber.


"Bagaimana dengan Freya? Apa tidak sebaiknya kita tunggu dia sadar dulu?" Usul Delvin.


"Kau benar," ucap Amber.


🍒🍒🍒


Hi mampir ke karya teman author juga ya


...GAIRAH ISTRI SIMPANAN



...


Menjadi orang ketiga di dalam rumah tangga orang lain. Tentu bukanlah hal yang di inginkan oleh wanita baik-baik, bukan?


Tapi bagaimana? Jika semua itu sudah bagian dari takdir seseorang? Seperti takdir dari gadis cantik yang bernama Farida Pasha (23 tahun) pelayan di salah satu hotel bintang lima di kota besar itu.


Karena tragedi satu malam yang merenggut kehormatan nya, membuat ia terpaksa menikah dengan Aditia Putra Aditama (32 tahun) pria yang sudah memiliki istri.

__ADS_1


Akankah Farida bahagia menjadi istri simpanan? Atau ia akan berakhir menyedihkan?


__ADS_2