
Freya bangun seperti biasanya dia lupa jika Bara tidur bersamanya. Freya memperhatikan wajah Bara.
Apa aku akan sanggup bercerai darimu? Apa kau bisa menepati janji untuk tidak menyakitiku lagi? Dan bisa menerimaku apa adanya?
Begitu banyak hal yang dipikirkan Freya. Tapi dia harus kuat demi hati dan bayinya. Bagi Freya Bara terlalu kejam, dia bisa dengan mudah mengatakan untuk menggugurkan anak ini. Hanya karena Freya tidak bisa meyakinkan bahwa anak ini adalah anaknya. Dengan seenaknya Bara meminta untuk menggugurkan kandungan. Freya bisa saja berbohong saat itu, tapi, dia tidak ingin membohongi Bara lagi. Cukup satu kali. Dan Freya tidak tahu apa yang dilakukan Emil kepadanya.
Freya bangkit dari ranjang, dia menuju kamar mandi. Selesai mandi Freya ke dapur, ternyata Amber telah berada di sana.
"Apa tidurmu nyenyak?" tanya Amber. Dia tidak tahu jika Bara menginap di rumah.
"Ya," jawab Freya singkat.
"Bara tidak marah saat kau suruh pulang?" tanya Amber.
"Dia tidur di sini," ungkap Freya. Amber menatap Freya, dia senang itu artinya Freya telah memaafkan Bara dan batal bercerai.
"Bibi ikut senang mendengarnya, itu artinya kalian tidak jadi bercerai, 'kan?" sahut Amber.
"Maafkan aku, Bibi, aku akan tetap bercerai ... Aku tidak akan sanggup terluka untuk ketiga kalinya," isak Freya. Amber memeluknya memberi Freya kekuatan. Dia tahu ini pertama kali bagi Freya mencintai seseorang sangat dalam. Dan dia tahu Freya belum mengalami yang seperti ini.
__ADS_1
"Bibi, akan tetap mendukung apapun keputusanmu ... sekalipun Bibi memiliki pendapat sendiri, tetap, saja yang akan menjalaninya adalah kau, Freya ... Bibi hanya ingin kau bahagia," urai Amber, dia mengusap air mata yang jatuh di pipi Freya.
"Terima kasih ... Karena Bibi selalu mendukung dan berada di sampingku," lirih Freya.
"Sebaiknya kita mulai memasak, mungkin saja mereka akan lapar, setelah ini kau bicarakanlah dengan Bara secara baik-baik," saran Amber. Freya hanya mengangguk mengerti.
Jadi Freya tetap ingin bercerai?
Bara yang terbangun dan melihat Freya tidak ada lagi di ranjang, panik. Dia langsung ke luar kamar. Dia mendengar pembicaraan Freya dengan Amber, saat Freya mengatakan tetap ingin bercerai. Bara mencoba berpikir apa yang harus dilakukannya, agar Freya membatalkan niatnya?
"Kau tidur di sini?" tanya Delvin yang melihat Bara seperti mengintip di dapur.
Delvin yang ditarik paksa oleh Bara hanya mengikutinya saja. Tubuh mereka masih sakit akibat perkelahian semalam.
"Freya ingin bercerai," ungkap Bara. Mereka berada di pekarangan rumah. Memandang bukit-bukit yang ditutupi kabut.
"Bukankah itu bagus," sindir Delvin. Bara melirik tajam ke arah Delvin yang berdiri di sampingnya. "Aku bercanda ... jadi apa rencanamu?" tanya Delvin.
"Aku tidak akan memenuhi permintaan Freya, aku akan memperjuangkannya," aku Bara.
__ADS_1
"Jangan membuat dia terluka lagi, Freya itu hanya berpura-pura tegar, tapi sebenarnya dia sangat rapuh," ucap Delvin.
"Aku akan berusaha membahagiakannya," sahut Bara mantap.
"Sebaiknya kita masuk, sebelum mereka mencari," tawar Delvin. Dia menuju ke dalam rumah.
Mereka sarapan dengan diam dan kondisi canggung. Freya tidak banyak berbicara meskipun Bara selalu memancingnya untuk berbicara. Selesai makan Delvin mengajak Amber keluar agar Bara dan Freya bisa menyelesaikan masalah mereka.
"Aku mendengar pembicaraanmu dengan Amber!" Kata-kata Bara membuat langkah Freya berhenti.
🍒🍒🍒
Hi aku up lagi mumpung lagi longgar. Next jangan tagih lagi ya. Mau buat bab untuk ONE NIGHT STAND IN DUBAI dulu. Silahkan mampir ya ke karya ku yang lain. Sambil nunggu Bara dan Freya update.
Pekanbaru
021122
16.31
__ADS_1