JERAT HASRAT KAKAK IPAR

JERAT HASRAT KAKAK IPAR
Maidstone


__ADS_3

Jangan lupa koment ya. Bagi yang masih punya vote silahkan berikan buat momnya Bara dan Freya. Like kemudian kembang. Kopi, kursi pijat, pisau, nonton iklan sangat disarankan.😘


🍰🍰🍰


Maidstone, Inggris


Bara memarkirkan mobil tepat di depan pintu mansion. Kepala pelayan menyambut Bara.


"Selamat datang kembali, Sir," sapanya sopan.


"Terima kasih, keluarkan barang-barangku dan bawa ke kamar," perintah Bara.


"Baik, Sir," jawab Kepala Pelayan. Pria berusia lima puluh lima tahun itu telah bekerja di mansion selama dua puluh tahun.


"Oh iya, suruh Jimmy, untuk memarkirkan mobil," perintah Bara lagi.


"Baik, Sir, apakah anda, ingin saya suruh koki untuk menyiapkan makanan, Sir?" tanya Kepala Pelayan.


"Tidak perlu, aku akan istirahat sebentar," ujar Bara. Dia memasuki mansion dan menuju kamarnya. Bara menempati kamar utama.


Pria itu melewati kamar Freya, dia berhenti dan membuka pintu kamar Freya. Entah kenapa dia berharap Freya ada di sana. Ingatan Bara kembali saat dia mengusir Freya. Pasti saat itu Freya sangat ketakutan.


Bara menyesal memperlakukan Freya seperti ayahnya memperlakukan ibunya. Bara melangkah memasuki kamar dan menuju jendela. Teringat saat Freya menatapnya, saat setelah menikahi wanita itu, Bara meninggalkannya dan kembali ke London. Hanya karena memegang teguh prinsipnya.


Sekarang Bara merasakan apa yang dirasakan Freya. Posisi dibalik, Freya yang meninggalkan Bara. Meskipun karena keegoisannya. Tetap saja Freya pergi dari hidupnya.


Bisakah kita bertemu lagi? Aku berjanji akan menjadi orang yang lebih baik. Orang yang akan membuatmu bahagia. Andai waktu dapat kuputar kembali, aku tidak akan meninggalkanmu di hari setelah kita menikah.


Kepala pelayan dan satu pelayan pria melewati Bara. Mereka menyusun pakaian Bara ke dalam lemari. Selesai mereka ke luar dari kamar.


"Sir, barang-barang anda telah kami rapikan ... apakah ada yang anda perlukan lagi?" tanya Kepala Pelayan. Dia melihat Bara masih melamun di dalam kamar Freya.


"Tidak, terima kasih, sialahkan pergi," jawab Bara. Kepala pelayan dan pelayan pria, pamit undur diri, meninggalkan Bara yang masih berada di kamar Freya.


Bara meninggalkan kamar Freya, dia menuju kamarnya. Kembali kejadian dulu saat Freya mendatangi kamarnya. Seharusnya Bara tidak menolak melakukan malam pertama dan mengesahkan pernikahan mereka.


Freya merasa tidak menarik karena dua suaminya mengabaikannya. Padahal Bara tahu Freya adalah wanita yang sangat cantik yang tidak bisa diabaikan begitu saja.


Bara mencoba tidur untuk memulihkan tenaganya. Meskipun jarak London ke Maidstone hanya memakan waktu empat puluh lima menit. Tetap saja Bara ingin memulihkan tenaga. Sebenarnya lebih--untuk memulihkan tenaga dari beban pikiran karena kehilangan Freya.

__ADS_1


Bara tertidur selama satu jam, begitu bangun Bara mandi. Dia berencana untuk bertemu dengan kontraktor project hotelnya untuk membicarakan design gedung hotel dan segala atributnya.


Bara menuruni tangga, melewati ruang keluarga dan melihat beberapa pelayan wanita yang tengah membersihkan ruangan itu. Mereka sambil membicarakan sesuatu.


"Apa kalian tidak merasa aneh?"


"Aneh kenapa?"


"Sir Bara datang sendirian, belum lagi kepergiaan mrs. Horisson waktu itu yang tidak lazim,"


"Beberapa hari yang lalu, aku seperti melihat mrs. Horisson di pasar,"


"Benarkah? Apa itu artinya, dia kembali ke sini?"


"Jika dia kembali ke sini kenapa dia tidak tinggal di sini?"


"Bisa saja mereka telah bercerai?"


"Apa kau yakin, itu mrs. Horisson?"


"Dia memakai masker, tapi aku rasa itu memang dia, dan dia seperti sedang hamil,"


"Hmm," deham Bara, dia cukup mendengar perdebatan para pelayan tersebut.


Mereka yang mendengar dehaman Bara, langsung membubarkan diri, sebelum Bara menegur mereka.


Apakah Freya di sini? Tapi tidak mungkin? Mereka membeli tiket ke Scotlandia dan seharusnya sekarang mereka berada di Scotlandia.


"Sir, apa anda ingin makan? Saya akan meminta seseorang menyajikan hidangan," ujar Kepala pelayan saat Bara menuju pintu luar.


"Tidak usah, aku akan bertemu seseorang," tolak Bara. Dia ke luar dan membawa mobil menuju tempat pertemuan. Mereka berjanji bertemu di sebuah kafe di pusat kota Maidstone.


Kontraktor yang mengurus project hotel telah datang bersama Arsitek dan mandor lapangan.


"Silahkan duduk, Sir," ajak mr. Thomas, si kontraktor, teman Delvin.


"Terima kasih," jawab Bara. Mereka duduk di lantai dua kafe dan dapat melihat pemandangan luar.


"Perkenalkan, Sir, mr. Oliver, Arsitek yang akan mendesign hotel dan mr. Dante, mandor yang akan bertanggung jawab terhadap project," jelas Mr. Thomas. Mereka menyalami Bara.

__ADS_1


Bara mengajak mereka untuk melihat tanah yang akan menjadi hotel. Mr. Thomas ikut di mobil Bara. Sedangkan mr. Oliver dan mr. Dante di mobil lainnya.


Bara menjelaskan seperti apa hotel yang diinginkannya. Mr. Oliver mencatat setiap detailnya, agar bisa mendesign sesuai keinginan Bara.


"Oh iya, Sir, kemarin saya sempat bertemu dengan mr. Blade, saya pikir dia akan ikut bersama anda hari ini?" ungkap mr. Thomas.


"Maksudmu, di Maidstone?" Heran Bara, untuk apa Delvin di sini?


Saat Bara mengajaknya, dia bilang sedang ada urusan.


"Ya, dia membeli burger di ujung jalan cafe kita makan tadi," jelas mr. Thomas.


"Kau yakin? Tidak salah orang?" tanya Bara memastikan.


"Tidak, karena kami sempat berbicara, hanya saja mr. Blade kelihatan buru-buru," lanjut mr. Thomas. Dia memandang hamparan luas tanah yang akan dijadikan hotel tersebut.


"Sir, di ujung sana ada rumah, apakah itu masih tanah anda?" tanya mr. Oliver, karena menurutnya rumah tersebut sedikit merusak design hotel yang akan dibuatnya.


"Aku baru tahu, jika ada yang membangun rumah di sana, dan rumah tersebut masih masuk dalam wilayah tanah saya," jelas Bara. Dia harus mencari tahu siapa yang membangun rumah di propertynya?


"Jadi bagaimana, Sir? Apakah tanah dengan rumah tersebut saya lewatkan dulu atau tetap saya madukan ke dalam design nantinya?" tanya mr. Oliver. Jika Bara ingin membiarkan rumah tersebut, maka dia akan melewati tanah yang ada di rumah itu.


"Masukan tanah itu, aku akan segera mencari tahu, siapa pemilik bangunan itu, sebaiknya kita pergi dari sini." Bara melangkahkan kaki menuju mobilnya. Saat membuka pintu mobil, Bara melihat seorang wanita hamil dengan masker tengah berjalan sendirian.


Freya?


🍒🍒🍒


Hi sambil nunggu Bara dan Freya update, silahkan mampir ke karya teman author. Ga kalah kece loh.


...DENDAM CINTA SANG CASANOVA...



Pekanbaru


251022


11.31

__ADS_1


__ADS_2