JERAT HASRAT KAKAK IPAR

JERAT HASRAT KAKAK IPAR
Kegalauan Amber


__ADS_3

Jangan lupa koment ya. Bagi yang masih punya vote silahkan berikan buat momnya Bara dan Freya. Like kemudian kembang. Kopi, kursi pijat, pisau, nonton iklan sangat disarankan.😘


🍰🍰🍰


Hari pernikahan Amber dan Delvin telah tiba. Pesta pernikahan hanya di selenggarakan secara sederhana. Tamu undangan pun tidak banyak, hanya ada Dorothy, suaminya, Adam Smith dan beberapa tetangga mereka.


Selesai pernikahan Delvin ingin membawa Amber untuk berbulan madu ke Scotlandia, kampung halaman Delvin. Namun, Amber menolak karena Freya sedang hamil muda dan tidak ada yang menjaganya.


Mereka telah membuat kesepakatan, bahwa Amber akan tetap tinggal di Maidstone. Setelah Freya melahirkan baru Amber pindah ke London dan tinggal bersama Delvin.


Freya memberitahu Amber bahwa dia mengizinkan Amber untuk ikut Delvin tinggal di London. Freya yakin bisa tinggal sendiri. Akan tetapi, Amber tidak tega meninggalkan Freya sendirian.


Satu bulan berlalu sejak pernikahan Amber. Amber merasa kurang enak badan. Terlebih saat pagi hari Amber selalu merasa mual dan muntah-muntah.


Gejala Amber sama dengan yang dirasakan Freya, diawal-awal kehamilannya.


"Bibi, tidak apa-apa?" tanya Freya. Dia menggosok punggung Amber.


"Entahlah, ini tidak seperti biasanya," sahut Amber. Dia kembali ke ranjang. "Bawaannya, Bibi, sangat malas melakukan apa pun," jelas Amber.


"Aku rasa, Bibi hamil," ungkap Freya. Dia memberikan air putih hangat kepada Amber. Amber refleks mengelus perutnya yang masih datar.


Freyapun ikut-ikutan mengelus perutnya yang telah terlihat. Menandakan bahwa Freya hamil. Kehamilan Freya tidak banyak gangguan bahkan ngidampun tidak pernah Freya rasakan.


"Tidak mungkin, ini pasti hanya masuk angin ... kau tahu umur Bibi tidak muda lagi," tolak Amber. Meskipun dia berdo'a bahwa yang dikatakan Freya benar terjadi.


"Usia Bibi empat puluh lima dan masih bisa untuk hamil," Freya mengingatkan Amber.


Apakah benar aku hamil? Akan sangat memalukan jika dia hamil diusia itu. Tapi, Amber tidak peduli, itu adalah hal bagus, jika dia hamil maka Amber akan sangat bahagia. Bagaimana dengan Delvin? Akankah dia juga merasa bahagia?


"Apa itu masih mungkin?" tanya Amber memandang Freya yang duduk di tepi ranjang.


"Tentu saja, Bibi. Aku akan menyuruh Derby untuk membeli testpack," ujar Freya. Derby adalah asisten rumah tangga yang di pekerjakan oleh Delvin.


Terjadi perdebatan panjang saat Delvin membawa wanita berusia dua puluh tiga tahun untuk membantu mereka. Delvin khawatir jika Amber maupun Freya kecapekan dalam mengurus rumah. Bahkan Delvin memberikan mereka mobil beserta sopir juga. Agar Amber dan Freya mudah ke mana-mana.


"Derby!" panggil Freya. Derby datang dengan tergopoh-gopoh.

__ADS_1


"Ya, Madam, ada yang bisa saya bantu?" tanya Derby sopan.


"Aku ingin kau membelikanku testpack di apotik," suruh Freya, dia memberikan beberapa poundsterling kepada Derby.


Derby keluar membelikan pesanan Freya. Tidak lama dia kembali membawakan pesanan Freya.


"Ini, Madam," ucap Derby menyerahkan kantong berisi testpack. Kemudian dia kembali meneruskan pekerjaannya.


"Ayo, coba Bibi, akan sangat menyenangkan jika hasilnya positif, kita akan sama-sama memiliki bayi,"  harap Freya.


Pikiran Freya melanglang buana membayangkan jika mereka sama-sama memiliki bayi. Pasti akan sangat menyenangkan.


Amber turun dari ranjang dan mengambil testpack dari Freya. Dia menuju kamar mandi. Amber mencoba dua testpack, hasilnya sama.


Amber keluar dari kamar mandi, Freya telah menunggu dengan tidak sabaran.


"Bagaimana, Bibi?" tanya Freya begitu Amber membuka pintu. Amber menyerahkan testpack kepada Freya. Seketika senyum Freya mengembang.


"Selamat Bibi, kita akan sama-sama menjadi ibu," ucap Freya bahagia, dia mencium pipi dan memeluk Amber. "Ayo beritahu paman," saran Freya.


Ini seperti mimpi bagi Amber, tidak pernah dia membayangkannya.


"Kenapa harus malu, Bibi? Bibi menikah dan memiliki suami yang mencintai, Bibi, jangan karena usia mengurangi kebahagian, Bibi," ungkap Freya. Karena menurutnya tidak ada yang salah.


"Kau benar, ini amanah." Amber tersenyum puas.


"Jadi kita harus menjaganya dengan baik, Bibi," lanjut Freya.


***


Bara heran karena sangat jarang bertemu Delvin. Bahkan Bara pun heran dengan kesibukan Delvin sekarang. Saat Bara menemuinya di kantornya, Delvin jarang masuk kantor akhir-akhir ini info sekretarisnya. Ya semenjak menikah Delvin, memang lebih sering berada di Maidstone, maklum pengantin baru.


Perusahaan Delvin bergerak dalam bidang manufaktur dan telah tersebar di seluruh Inggris. Delvin juga memiliki pusat perbelanjaan alias Mall di London.


"Delvin ada?" tanya Bara kepada sekretaris Delvin, Barbara.


"Ada, Sir, silahkan langsung ke dalam saja," ucap Barbara mempersilahkan Bara.

__ADS_1


Bara menuju ruangan Delvin, dia ingin membahas project pembangunan hotel di Maidstone.


Bara melihat Delvin yang keluar dari kamar mandinya dengan wajah pucat.


"Kau kelihatan pucat," todong Bara.


"Aku tidak tahu, berkali-kali aku muntah," ucap Delvin.


Bara merasa aneh karena hal itu juga pernah terjadi padanya sejak Freya pergi Bara mengalami morning sickness dan tidak nafsu makan. Bahkan sampai saat ini. Bara pun sering menginginkan sesuatu yang aneh-aneh. Hanya saja dia tidak mengerti dengan yang terjadi padanya.


"Akupun mengalami hal yang sama, apa sebaiknya kita sama-sama ke dokter, aku khawatir kita terjangkit penyakit," saran Bara.


"Kau jangan menakut-nakutiku," kesal Delvin. Bukannya membantu menenangkan, Bara justru membuat dia semakin setress.


"Aku hanya memberi saran karena aku juga mengalaminya." Bara duduk di sofa. Delvin mengikutinya dan duduk di depan Bara.


"Ada urusan apa kau ke sini?" tanya Delvin.


"Aku ingin membahas project hotel di Maidstone." Mulai Bara


🍒🍒🍒


Hi, jangang lupa baca karya ku yang lain ya, di jamin seru!


One Night Stand in Dubai ( baru netas ini, wajib mampir ya #mode maksa authornya )


UnExpected Marraiage ( end, my first novel )


I wanna You, My Cold Boy ( end, My third Novel )


Yang kedua masih diumpatin ya🤭


Pekanbaru,


211022


09.23

__ADS_1


__ADS_2