
Sebelum baca pencet dulu tombol Favoritenya ya cintah. Bagi yang masih punya vote silahkan berikan buat momnya Bara dan Freya. Like kemudian kembang. Kopi, kursi pijat, pisau sangat disarankan.😘
🍰🍰🍰
Sebulan berlalu, uang yang dijanjikan belum juga dikirim Bara. Freya dan keluarganya masih tinggal di Losmen. Bersyukur pemilik Losmen bersedia memberi mereka diskon dengan catatan Freya membantunya. Freya masih mencari pekerjaan, namun belum mendapatkannya.
Freya tidak berputus asa, dia semakin semangat untuk mencari pekerjaan. Freya berdiri di sebuah gedung yang tidak terlalu tinggi. Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang food and baverage, sedang mengadakan wawancara langsung, mencari sekretaris untuk CEOnya dan beberapa posisi lainnya. Freya menimbang, apakah dia harus melamar atau tidak? Akhirnya Freya mencoba, tidak ada salahnya dia bertanya. Freya bertanya kepada securitty gedung.
"Permisi, sir, saya ingin melamar pekerjaan sebagai karyawan di sini, apa saja syaratnya?"
"Tidak ada persyaratan khusus, semua boleh melamar. Tidak hanya lulusan kuliah tapi lulusan SMA juga bisa." Jelas securitty.
"Di mana diadakan wawancaranya, sir?" Freya menjadi semangat, karena tidak ada persyaratan khusus yang diminta oleh perusahaan ini
"Silahkan langsung ke lantai tiga dan bawa lamaran, anda." Securitty menunjuk lift, mengarahkan Freya harus kemana.
Freya mengikuti petunjuk securitty dan diminta menunggu oleh panitia pelaksana perekrutan. Freya duduk diantara puluhan pelamar lainnya. Freya merasa minder karena selama dia berkenalan dengan peserta lainnya. Menurut Freya mereka sangat keren dengan ijazah kuliah dan pengalaman yang bagus. Sementara Freya hanya lulusan SMA, pengalaman dua tahun sebagai pelayan Restoran. Sekalipun Freya pernah mengurus usaha Horisson. Mungkin sebaiknya dia merubah posisi yang dipilih.
Tibalah giliran Freya yang diwawancara. Freya memberikan surat lamarannya. Diantara ketiga juri, dua pria dan satu wanita. Seorang pria tampan berusia tiga puluhan, satunya pria paruh baya dan wanita berusia empat puluhan. Mereka melihat surat lamaran Freya.
"Mrs. Horisson?" Tanya pria muda kepada Freya.
"Ya, sir." Balas Freya.
"Apa kau tahu The Horisson Tower? Dan apakah ada hubungan denganmu?" Tanya pria muda itu lagi.
"No sir, saya tidak tahu The Horisson Tower itu apa?" Freya tidak berbohong karena dia memang tidak tahu jika The Horisson Tower adalah milik Bara.
"Kenapa anda menanyakan hal itu, sir?" Freya penasaran kenapa si pria bertanya.
"Karena namamu, saya pikir kau, kerabat atau istri pemiliknya." Jelas si pria.
"Tidak, sir, saya berasal dari desa dan baru kali ini ke London." Balas Freya, dia gugup juga diberi pertanyaan seperti itu. Seingat Freya Bara pemilik Royal Horisson clubs and Casino. Dan memang Freya tidak tahu tentang The Horisson Tower, apa itu?
"Kau janda?" Tanya juri wanita kepada Freya. Freya memang membuat statusnya janda, namun, bukan janda Bara, melainkan janda Edward. Toh pernikahannya dengan Bara tidak banyak diketahui dan hanya berlangsung selama lima bulan saja.
"Ya, mam, suami saya meninggal sembilan bulan yang lalu."
"Belum setahun." Ucap pria paruh baya.
__ADS_1
"Ya, sir." Jawab Freya singkat.
"Apa karena itu kau ke London?" Pria muda memberikan pertanyaan lagi. Sepertinya pria muda tersebut menyukai Freya.
"Ya, sir." Karena kematian Edward dan pengusiran Bara, dia di London, jika tidak mungkin Freya dan keluarganya masih di Maidstone, tinggal dengan nyaman di mansion Horisson.
"Kau pasti sangat bersedih." Pria muda menambahkan. Freya hanya diam karena dia tidak merasakan kesedihan dengan kematian Edward. Hanya menyesal kenapa Edward harus meninggal, membuat Freya melakukan kebohongan dan penipuan.
"Berapa lama kau menikah?" Tanya wanita.
"Enam tahun, mam."
"Posisi apa yang akan kau lamar?" Pria paruh baya memutus pertanyaan pribadi dan mulai mewawancarainya.
"Saya ingin menjadi asisten koki, sir?" Jawab Freya, akhirnya pertanyaan seputar kehidupan pribadinya telah berakhir. Freya menarik nafas lega.
"Kenapa? Kenapa memilih itu, kebanyakan pelamar memilih menjadi sekretaris?" Tanya wanita, mereka telah mewawancarai hampir separuh pelamar, kebanyakan ingin menjadi sekretaris dan alasan mereka sangat klise dan dia tahu, pelamar tersebut hanya ingin menggoda si CEO.
"Pertama karena hobby saya memasak, saya juga ingin menambah wawasan, siapa tahu suatu saat nanti saya bisa memiliki toko sendiri." Jawab Freya, dia memang ingin membuka toko roti, hanya saja dia tidak memiliki modal. Dan benar tadinya dia juga ingin posisi sekretaris, namun, karena banyak yang mendaftar menjadi posisi itu. Freya yakin peluangnya tidak ada. Ditambah saingannya yang memang memiliki keahlian khusus dibidang itu.
"Apa kau mengerti pembukuan atau pengaturan jadwal?" Si pria tua bertanya.
"Bisa, sir."
***
Sejak kejadian pengusiran Freya dan keluarganya. Bara disibukan dengan project game barunya. Sebelum kembali ke London, Bara tinggal di mansion selama seminggu. Menunjuk seseorang yang akan mengelola pabrik, kebun dan mansion. Bara hanya menjelaskan bahwa Freya mengalami keguguran dan merasa bersalah tidak bisa menjaga bayi mereka. Bara akui dia sedikit keteteran saat Freya pergi.
Sekalipun kasak-kusuk dari para pekerja dan petani tentang sikap Bara yang menurut mereka kejam. Karena Freya keguguran dan Bara mengusirnya. Padahal Freya yang membuat tempat ini hidup kembali. Bara tidak peduli, setelah menunjuk kepala pabrik, kepala perkebunan dan kepala pelayan sebagai penanggung jawab utama, menggantikan Freya. Orang-orang tersebut diminta Bara melaporkan kegiatan dan perkembangan pabrik dan perkebunan kepadanya.
***
Dua bulan berlalu, sejak Bara kembali ke London. Dia mempersiapkan untuk lauching game terbaru yang menyita perhatian dan membuat Bara sangat sibuk. Bara melupakan janjinya untuk memberi Freya uang bahkan Bara belum memberitahu Dayton tentang rencananya untuk menceraikan Freya, entah kenapa Bara merasa berat melakukannya.
Ruangan serba guna di The Horisson Tower, telah disulap menjadi tempat launching dan konfrensi pers, game terbaru tersebut. Awak media, pejabat-pejabat kota dan tokoh masyarakat telah diundang untuk menghadiri acara ini.
Bara menyewa jasa katering dari perusahaan Hamilton Foods and Beverage.
"Semua telah siap, sir. Apakah telah bisa kita mulai?" Tanya charlotte, sekretaris Bara.
__ADS_1
"Oke." Jawab Bara singkat.
Rangkaian acara peluncuran game Baru Bara berjalan dengan lancar. Tamu-tamu undangan menikmati acara dan makanan yang disajikan.
Bara mengobrol dengan rekan bisnisnya. Sekilas Bara melihat petugas katering membawa troli makanan.
"Freya." Ujar Bara dengan lirih.
"Siapa?" Tanya Emil Hamilton pemilik, Hamilton foods and beverage yang bekerja sama dengan Bara.
"Bukan siapa-siapa." Bara mengkoreksi. Bara sekilas melihat Freya yang menjadi petugas katering, namun secepat kilat disingkirkan Bara. Tidak mungkin Freya disini.
Bara ingat, dia belum menstransfer uang yang dia janjikan untuk Freya. Besok pagi dia akan meminta sekretarisnya mentransfer uang tersebut kepada Freya. Apakah mereka baik-baik saja? Bagaimana aku bisa melupakan hal sepenting ini? Batin Bara.
Bara menjadi gelisah dan tidak tenang. Ini sudah dua bulan sejak dia mengusir Freya dan keluarganya. Dia tahu ayah Freya pikun dan membutuhkan perawatan ektra.
Handphone Bara berdering. Bara permisi untuk menerima telepon. Bara menjauh dari rekan bisnisnya.
"Hallo!" Ucap Bara setelah agak menjauh.
"Sir Bara, saya Dayton." Ucap pria di seberang sana.
"Saya tahu, ada apa mr. Drake?" Tanya Bara, baru saja dia memikirkan pria ini.
"Maaf mengganggu, tadi saya ke mansion anda, sir, karena kebetulan lewat sana. Sayang sekali, informasi yang saya dapat, mrs. Horisson, tidak tinggal di mansion lagi dan dia mengalami keguguran. Saya ikut berduka, sir, atas kehilangan kalian. Hanya saja saya merasa sedikit aneh. Kalian menikah terlalu tergesa-gesa, dan saya baru mengetahui jika mrs. Horisson tidak tinggal lagi di mansion sejak dua bulan yang lalu. Apakah telah terjadi sesuatu, sir?" Ujar Dayton panjang.
Bara menjadi tidak suka Dayton menanyakan masalah rumah tangganya. Bara juga merasa bersalah, seakan-akan dia terlalu kejam terhadap Freya.
"Sir, apakah anda masih di sana?" Ulang Dayton lagi.
"Maaf, saya tidak bisa menjelaskan yang terjadi secara detail kepada anda dan terima kasih atas simpati anda atas kehilangan kami." Jelas Bara.
"Wanita malang, dia telah lama menginginkan anak, saat dia mendapatkannya." Dayton menarik nafas.
"Saya harap rumah tangga kalian baik-baik saja, sir. Mrs. Horisson adalah wanita baik dan terhormat." Jelas Dayton lagi.
"Baik." Bara menutup teleponnya. Bara penasaran dengan keadaan Freya dia mencoba menghubungi Freya. Namun, handphone Freya tidak aktif. Setidaknya dia tidak akan bertemu Freya lagi, seperti inginnya. Bara mencoba menenangkan dirinya yang sedikit mengkhawatirkan Freya.
🍒🍒🍒
__ADS_1
Author double up, jangan lupa berikan hadiah berupa nobton iklan ya.
Baca juga karya author lainnya ya.