
"Kau ingat salah satu istri pekerja kebun kita yang sedang hamil?" Amber mencoba mengarahkan Freya kemana rencana akan berjalan.
"Apakah maksud, bibi, mrs. Olivia Smith? Lalu apa hubungannya dengan masalah yang menimpa kita?" Freya semakin tidak mengerti.
Mrs. Olivia Smith adalah istri pekerja kebun di perkebunan Horisson. Dia adalah wanita berusia empat puluh tahun. Telah memiliki empat anak, bahkan sekarang dia tengah hamil dua belas minggu. Kadang Freya merasa iri dengan kemujuran mrs. Smith karena dia telah memiliki anak bahkan akan menjadi lima anaknya. Sedangkan Freya satupun belum dia miliki.
Terkadang demi membunuh sepinya, Freya akan berkunjung ke rumah mrs. Smith hanya untuk bermain bersama anak-anaknya yang masih balita. Anak sulung mrs. Smith berusia dua puluh tahun, seorang gadis yang cukup cantik dengan rambut berwarna coklat, matanya juga berwarna senada dengan rambutnya. Kulit putri sulung mrs. Smith sebenarnya putih pucat. Hanya saja karena dia sering membantu ayahnya, mr. Smith memanen anggur membuat kulitnya menjadi sedikit gelap.
Anak kedua mrs. Smith seorang pria berusia sembilan belas tahun. Pemuda tersebut adalah pemuda yang tampan. Tinggi 179 cm, Freya sempat berpikir jika anak mrs. Smith masih dalam masa pertumbuhan sehingga tingginya akan bertambah. anak ketiga berusia sebelas tahun dan anak ke empat berusia lima tahun. Jarak kelahiran anak mrs. Smith cukup jauh.
"Kita harus menjadikanmu istri dari adik iparmu dan membuatmu hamil agar kita tidak diusir. Hanya itu cara yang kita miliki untuk tetap hidup layak." Freya terkejut dengan ide gila bibinya. Freya tidak habis pikir dengan ide Amber tersebut. Bagaimana mungkin bibinya punya rencana seperti itu.
"Bagaimana jika adik Edward adalah pria yang jelek? Aku tidak mau menikahi pria jelek, bibi." Protes Freya lagi. Dia berdiri dariΒ duduknya di tepi ranjang.
"Bukankah pria jelek lebih gampang untuk kau jerat. Dia pasti akan langsung menyukaimu." Amber meyakinkan Freya. Dia mengikuti langkah Freya yang menatap keluar jendela.
Freya membenarkan perkataan Amber. Edward pria yang tampan namun merasa tidak tertarik dengan Freya. Jadi kemungkinan pria jelek bisa saja tertarik dengan Freya. Tapi sanggupkah Freya bersuamikan pria yang tidak sesuai dengan keinginannya? Setelah mempertimbangkannya, Freya berpikir, tidak ada gunanya juga dia memiliki suami tampan sesuai keinginannya, namun, tidak pernah menganggap kehadirannya.
"Bagaimana jika dia tetap tidak tertarik padaku?" Freya mencoba membujuk Amber, siapa tahu, Amber akan melupakan ide tersebut dan menemukan ide lain yang lebih masuk akal.
"Kita akan menjebaknya, agar tidur denganmu, dan memaksa dia menikahimu." Beritahu Amber. Dia telah memikirkannya dan Amber rasa idenya adalah solusi yang terbaik untuk saat ini.
"Bagaimana jika dia tidak mau bertanggung jawab, bibi. Aku tidak mau mengorbankan diri terlalu jauh. Kita tidak tahu orang seperti apa dia?" Tolak Freya. Membayangkan memberikan dirinya kepada orang yang tidak dia kenal.
"Kau tidak perlu benar-benar tidur dengannya. Hanya jebakan, dan selanjutnya setelah menikah kau harus membuat dia menidurimu." Jelas Amber lagi, mencoba meyakinkan Freya, bahwa Freya tidak akan rugi.
__ADS_1
"Tidak, bibi, itu namanya penipuan, kita tidak bisa melakukan itu, bagaimana kalau kita ketahuan?" Freya ngeri membayangkannya. Entah hukuman apa yang akan diberikan oleh saudara Edward jika rencana mereka ini berjalan tidak sesuai harapan?
"Hanya itu satu-satunya cara yang bisa menyelamatkan kita dari kemiskinan dan kelaparan, ingat Freya kita tidak memiliki rumah bahkan uang." Ucap Amber dengan dingin. Yah, mereka mungkin memiliki sedikit uang, namun, Amber pikir itu tidak akan cukup untuk biaya mereka hidup.
"Sesuai wasiat, warisan akan jatuh kepada cucu laki-lakinya, dan hanya itu solusi yang kita miliki?" bujuk Amber lagi, berharap Freya menerima rencananya atau Freya harus memiliki rencana yang lebih baik lagi.
"Katakanlah jika aku setuju, bagaimana jika dia tetap tidak mau menyentuhku?" Freya ingin tahu sejauh mana ide gila dari bibinya ini? Karena rencana ini tidak boleh setengah-setengah.
"Maka kau hanya perlu berpura-pura hamil nantinya." Lanjut Amber.
"Bibi, tidak menyuruhku berselingkuh, agar hamilkan?" Tanya Freya tidak percaya dengan ide gila ini. Apakah Amber akan mengorbankan Freya sejauh itu?
"Tentu saja tidak, aku juga tidak akan membiarkanmu berselingkuh." kesal Amber yang melihat tatapan menuduh Freya. Tentu saja Amber tidak akan mengorbankan Freya, apalagi menyuruhnya berselingkuh.
"Jadi bagaimana kita mendapatkan anak ini?" Tanya Freya lagi. Dia mencoba melunakan hati menerima saran dari Amber.
"Bibi, ini tidak benar, aku takut jika kita ketahuan?" Freya menatap Amber dengan ngeri. Bagaimana jika saudara Edward tidak percaya dan melakukan tes DNA?
"Kita tidak memiliki pilihan lain, sayang, maka setelah menjebaknya pastikan kalian tidur bersama dan kau hamil ... atau kau punya ide lebih baik lagi?" Tanya Amber mendesak Freya. Lelah juga dia berdebat dengan Freya. padahal mereka satu team.
"Tidak. Tapi bibi, tentu dia akan tahu bahwa aku masih perawan." Cicit Freya tidak berdaya. Bagaimana jika rencana bibinya tidak berhasil dan saudara Edward memasukan mereka ke penjara? Sangat mengerikan membayangkannya.
"Tidak akan tahu, kau harus mematikan lampu, sesakit apapun tahan saja ... dan jika ada darah pastikan kau membersihkannya sebelum dia tahu." Lanjut Amber memberikan solusi.
"Mana handphonemu?" Amber meminta handphone Freya.
__ADS_1
"Untuk apa?" Tanya Freya. Dia masih mencoba mengerti dan berkompromi dengan ide gila Amber ini.
"Tentu saja, bertanya kepada, sir Drake, kapan adik Edward datang?" Lanjut Amber.
Freya menyerahkan handphone dengan ragu kepada Amber. Amber mengetikan sesuatu, kemudian mengirimkannya kepada Dayton Drake.
"Jadi sekarang apa?" Tanya Freya
"Apanya?" Amber bertanya kembali.
Freya tidak pernah berbuat curang atau melakukan penipuan seperti sekarang. Dia masih membayangkan, bagaimana jika ini tidak berhasil? Bagaimana jika, saudara Edward sangat kejam dan menjebloskannya ke penjara?
Ini harus berhasil, tidak boleh gagal. Batin Freya. Semua adalah tanggung jawabnya, dia harus menyelamatkan mereka dari kemiskinan, kelaparan dan kehancuran. Freya tidak akan membuat keluarganya menjadi korban karena kebodohannya.
Seandainya dulu Freya meminta sebuah rumah kepada Edward sebagai kompensasi karena Edward mengabaikannya. Mungkin dia tidak akan terjebak dengan situasi tidak menyenangkan ini. Sebuah rumah menurut Freya bukanlah hal yang mahal untuk dipenuhi Edward. Rumah yang diminta Freyapun hanya rumah sederhana, pasti tidak begitu sulit bagi Edward.
Seandainya Edward tidak meninggal, sekalipun dia mengabaikan Freya setidaknya Freya merasa aman dan keluarganya merasa terjamin. Masih banyak pikiran-pikiran penyesalan di benak Freya.
πππ
Hi mampir ke karya teman author juga ya
...PESONA ISTRI YANG TERABAIKAN
__ADS_1
...