
Sebelum baca pencet dulu tombol Favoritenya ya cintah. Mumpung hari Senin jangan lupa vote buat diberikan kepada momnya Bara dan Freya. Like kemudian kembang. Kopi, kursi pijat, pisau sangat disarankan.π
π°π°π°
Bara yang mendengar pertanyaan Emil hampir saja menyemburkan minumannya.
"Freya?" Bara memastikan kembali kepada Emil.
"Kau ingat, aku pernah bilang bahwa aku menyukai seorang karyawanku yang bekerja di sini sebagai asisten koki?" jelas Emil memberikan tissu kepada Bara.
"Maksudmu dia Freya?" Dulu Emil hanya bilang dia menyukai salah satu karyawannya tanpa memberitahu nama karyawan tersebut. Apakah maksudnya adalah Freya, kakak iparnya yang sekarang menjadi istrinya? Emil hanya menganggukan kepala.
"Di mana dia?" Bara bersiap mencari Freya, Bara merindukannya dan tidak rela jika ada yang menyukai Freya.
"Tunggu, kau mau kemana?" Tanya Emil, heran melihat tingkah Bara.
"Dia tidak bekerja di sini lagi." Beritahu Emil.
"Apa? Kenapa?"
"Entahlah aku juga tidak tahu. Dia mengundurkan diri sebulan yang lalu, tepat sehari setelah pertemuan kami dengan pengacara keluargamu, mr. Drake. Aku tidak tahu kalau kau ada hubungan dengannya? Dia Siapamu?" Emil juga sangat penasaran.
"Dia istriku." Jawab Bara.
"Apa, kupikir kau belum menikah?"
"Tidak banyak yang tahu." Jelas Bara singkat.
"Apa benar dia istrimu? Dia bahkan tidak tahu kalau kau pemilik The Horisson Tower. Padahal saat peluncuran games, dia salah satu panitia katering kami ... dan dia bilang dia telah bercerai." curiga Emil, dia tidak menyangka jika dia menyukai wanita milik temannya sendiri.
Bara tidak percaya, jadi wanita yang dia lihat saat itu benar adalah Freya.
"Apa?" Bara tidak menyangka jika Freya memberitahu orang bahwa mereka telah bercerai? Apa Freya ingin menggoda Emil, mengingat penipuan yang dilakukan Freya kepadanya?
"Apa kau tahu dimana dia tinggal?" Tanya Bara kembali. Bara berharap Emil tahu dan seharusnya memang dia tahu.
"Dia telah pindah dari Losmen, saat dia mendaftar menjadi karyawan di sini. Aku tidak tahu dia pindah kemana." Jelas Emil.
"Nomor handphonenya masih aktif, hanya saja dia tidak pernah lagi membalas atau menerima teleponku." Emil masih tidak mengerti dengan rumah tangga Bara dan Freya. Namun, dia tetap mengirimkan juga nomor Freya kepada Bara.
"Apa kau tahu nomor rekeningnya?" Tanya Bara, dia ingin membayar kompensasi untuk Freya.
"Nanti aku tanyakan bagian HRD. Untuk apa nomor rekening Freya?" Emil penasaran, untuk apa Bara menanyakan nomor rekening Freya.
"Tidak perlu tahu." Ucap Bara dingin, tidak suka Emil banyak bertanya tentang rumah tangganya.
__ADS_1
"Jadi sebenarnya kalian sudah bercerai atau belum?" Emil akhirnya bertanya, dia harus memastikan bahwa dia bukan pebinor?
"Belum?" Bara menatap Emil tajam.
"Tapi aku menyukainya?" Ujar Emil lagi.
"Apa yang kau sukai darinya?" Jangan-jangan Freya mencoba menjerat Emil. Awas saja jika Freya melakukannya?
"Aku telah banyak mengenal wanita, namun tidak seperti Freya. Dia type wanita yang akan aku jadikan istri." Jelas Emil.
"Sebaiknya, kau melupakan perasaanmu. Dia masih istriku." Tegas Bara lagi. Entah mengapa Bara menjadi plin-plan saat mengetahui ada yang menyukai Freya.
"Jika dia masih istrimu, mengapa dia tidak tinggal bersamamu?"
"Ada hal yang tidak perlu kau tahu." Bara kesal dan meninggalkan Emil.
***
Bara telah mendapatkan nomor handphone dan rekening Freya. Bara mentransfer sejumlah uang yang dia janjikan. Mengirimkan buktinya kepada Freya.
Freya kaget menerima pesan dengan bukti transfer. Freya membelalakan matanya melihat nominal fantastis tersebut. Dalam pikiran Freya akhirnya dia bisa membuka toko rotinya sendiri. Saat ini Freya tengah memasak makan malam bersama Amber. Freya membaca pesan, 'aku telah menunaikan kewajibanku. Aku ingin bertemu denganmu besok, kirimkan alamatmu, Bara.'
Freya mengerutkan keningnya. Bara mengetahui nomor handphone dan nomor rekening Freya. Itu berarti Bara tahu bahwa dia di London?
"Apa?" Amber yang sedang memotong wortel. Menghentikan gerakannya.
"Bagaimana bisa?" Setahu Amber Freya telah mengganti nomor hanphone dan rekeningnya.
"Aku juga tidak tahu, tapi aku rasa ini mungkin ... mr. Hamilton yang memberitahu Bara. Bibi, ingat sebulan yang lalu pertemuanku dengan mr. Drake?"
"Ya. Aku ingat." Amber sedikit paham, bisa saja mr. Hamilton yang memberikan. Setidaknya Amber bersyukur, kehidupan mereka akan lebih baik lagi dengan uang yang diberikan Bara.
"Bara, ingin bertemu denganku, ada yang ingin dibicarakan olehnya. Dia minta alamat kita, bi."
"Jangan, sebaiknya kau tidak memberikan alamat kita, temui saja dia di luaran." Saran Amber.
"Bibi, benar."
Selesai makan malam, Freya membalas pesan Bara, meminta bertemu di tempat lain saja. Bara meminta Freya untuk ke theΒ Horisson Tower.
***
Freya menatap gedung The Horisson Tower untuk kedua kalinya. Ternyata Bara benar-benar sukses. Freya bertanya-tanya apa yang diinginkan Bara?
Freya diarahkan securitty untuk melapor kepada resepsionis
__ADS_1
"Selamat siang, saya ingin bertemu sir Bara." Beritahu Freya kepada resepsionis.
"Dengan miss siapa? Dan apakah anda telah membuat janji, miss?" Tanya resepsionis
"Saya diminta ke sini oleh sir Bara. Saya Freya" Ujar Freya.
"Sebentar. Saya tanyakan dulu kepada sekretarisnya. Resepsionis menghubungi sekretaris Bara.
Freya menunggu Resepsionis menghubungi sekretaris Bara.
"Miss, silahkan ke lantai lima puluh." Beritahu resepsionis.
Freya memasuki lift dan menekan lantai lima puluh. Freya memberitahu seorang wanita yang ada di sana bahwa dia diminta datang ke sini.
"Sir Bara, telah menunggu anda, miss." Charlotte mengantar Freya ke ruangan Bara.
"Silahkan, menunggu di sofa miss." Charlotte menunjuk sofa yang ada di ruangan tersebut.
Bara sedang berbicara dengan seseorang di handphone, dia menghadap ke kaca yang memperlihatkan gedung-gedung tinggi di depannya.
Freya menunggu dengan gugup bertanya-tanya, apa yang diinginkan Bara. Bukankah terakhir kali pertemuan mereka, Bara memintanya untuk menjauh darinya? Demi mengusir kecemasannya, Freya memainkan handphone, entah apa yang di carinya. Yang terpenting adalah mengalihkan perhatian dari kekhawatiran yang ada dalam pikirannya.
Bara membalikan badan saat selesai berbicara dengan seseorang. Bara menatap Freya yang tengah asik memainkan handphonenya. Freya mengenakan blouse berwarna coklat dan celana jeans hitam. Rambutnya diikat satu ke atas, memperlihatkan leher mulus Freya. Sepatu kets warna krem terpajang indah di kaki Freya.
Penampilan Freya berbeda dari terakhir Bara bertemu dengannya di mansion, lupakan pertemuan sekilas mereka.
"Hmm ..." Bara berdehem, untuk memberitahu Freya bahwa dia telah selesai berbicara ditelepon.
Freya sedikit terkejut, berusaha menenangkan dirinya. Freya memalingkan wajah dari handphone dan melihat ke arah Bara. Bara mendekati Freya dan duduk di sampingya. Freya menjadi semakin gugup. Bara memandang Freya, perasaan rindu menguap dalam dirinya.
"Apa kabar Freya?" Bara ingin memeluk Freya dan meluapkan segala perasaan yang berkecamuk dalam dirinya. Namun, egonya masih menahan dia tidak melakukan apapun.
"Aku baik, sir... terima kasih telah bertanya." Balas Freya, dia menggeser sedikit duduknya, agar tidak terlalu dekat dengan Bara.
"Bara, cukup Bara saja." Entah kenapa Freya masih memanggilnya dengan formal, padahal mereka telah menikah.
"Baiklah, aku telah menerima uangnya, terima kasih juga untuk itu. Apa yang ingin anda katakan?" Freya mengabaikan perintah Bara yang menyuruhnya memanggil 'Bara' saja.
"Kau tidak ingin bertanya bagaimana kabarku?"
πππ
Jangan lupa Vote ya di hari senin
Ramrin juga lapak One Night Stand in Dubai ya, nanti aku semangat upadatenya.
__ADS_1