JERAT HASRAT KAKAK IPAR

JERAT HASRAT KAKAK IPAR
Resign


__ADS_3

Sebelum baca pencet dulu tombol Favoritenya ya cintah. Bagi yang masih punya vote silahkan berikan buat momnya Bara dan Freya. Like kemudian kembang. Kopi, kursi pijat, pisau sangat disarankan.😘


🍰🍰🍰


"Jadi apa yang harus kita lakukan, bi?" Tanya Freya. Dia telah memberitahu Amber tentang apa yang dialaminya hari ini. Freya menceritakan pertemuannya dengan pengacara Dayton dan juga Emil. CEOnya yang ternyata juga mengenal Bara.


Bahkan Freya sempat berada di The Horisson Tower. Bersyukur dia atau Bara tidak melihatnya. Freya tidak akan tahu apa yang akan terjadi jika Bara melihatnya di gedung miliknya. Bara pasti akan menganggap Freya sengaja mengikutinya karena dia belum memberikan uang kompensasi kepada Freya.


"Bibi, juga tidak tahu, sayang. Tapi ... bukankah selama ini dan bahkan saat kau di gedungnya. Kau tidak bertemu dengannya." Amber mencoba menenangkan Freya.


"Apa kita harus pindah ke kota lain. Bibi?" Tanya Freya.


"Oh please Freya, uang kita tidak akan cukup untuk pindah lagi dan aku tidak punya kenalan di kota lain." Ujar Amber kembali.


"Bara, dia disini, bi. Dekat dengan kita, jika aku bertemu dengannya, aku tidak tahu apa yang akan dia lakukan pada kita? Dia tidak ingin melihatku, bi. Bagaimana jika karena ini, dia melaporkan kita kepada polisi dan menjebloskanku ke penjara? Dia orang yang kaya, bibi. Aku yakin dia bisa melakukan apa saja." Freya begitu panik.


"Tenanglah Freya, kita akan hadapi ini bersama-sama. Bagaimana jika kau berhenti bekerja di Hamilton? Bukankah kau punya pekerjaan part time lainnya? Setidaknya untuk kita makan, bibi rasa gaji itu cukup." Usul Amber, hanya itu jalan keluar yang bisa dia pikirkan.


"Yah, bibi benar, aku akan mengundurkan diri besok. Dan mulai mencari pekerjaan lainnya." Putus Freya mantap.


***


Freya menemui atasannya di Hamilton Restorant and Bars. Menyerahkan surat pengunduran dirinya. Manager Restoran heran dengan keputusan mendadak Freya.


"Hari ini, hari terakhir kau bekerja?" Tanya manager kepada Freya. Padahal menurutnya Freya adalah karyawan yang baik dan rajin. Freya juga sangat kreatif dan inspiratif. Jadi sayang sekali menurutnya, jika Freya harus berhenti sekarang. Freya memiliki potensi menjadi chef.


"Ya, sir, sekali lagi saya minta maaf, jika keputusan ini mendadak." Balas Freya.


"Apa alasannya Freya?" Tanya manager lagi. Menurutnya Freya adalah karyawan yang cekatan dan cepat belajar. Akan susah mencari pengganti Freya. Dan juga bagaimana caranya dia memberitahu big bos, wanita yang disukainya mengundurkan diri? Dia harus bisa membujuk Freya agar tetap bekerja. Apakah dengan menaikan gaji Freya sedikit lebih tinggi dari sekarang akan baik. Sebaiknya dicoba saja tidak ada salahnya.


"Maaf, saya tidak bisa memberitahukannya, sir. Saya harap anda memaklumi keputusan saya ini." Lanjut Freya lagi. Dia berharap manager bisa membantunya, sebelum dia bertemu Bara.

__ADS_1


"Apakah karena gajinya? Apa kau ingin gaji lebih Freya?" Bujuk Manager lagi.


"Bukan, sir, gaji di sini sangat bagus dan cukup untuk saya dan keluarga." Jawab Freya lagi. Jika bukan berada di posisi cemas ini, Freya akan sangat senang dengan krnaikan gaji ini. Uang untuk mengumpulkan toko roti akan cepat terlaksana.


"Apa ada karyawan lain yang membuatmu tidak nyaman bekerja?" Tanya Manager lagi. Bisa saja ada yang cemburu karena Freya mendapatkan perhatian lebih dari CEO mereka. Sehingga membully Freya.


"Tidak, sir, mereka semua baik. Ini murni masalah pribadi saya dan saya tidak bisa menjelaskannya. Jadi saya mohon izinkan saya berhenti, sir." Bujuk Freya lagi. Dia harus berhenti sebelum Bara menemukannya dan murka yang berdampak kepada masa depan Freya.


"Baiklah, aku tidak bisa mencegahmu lagi." Akhirnya manager mengabulkan keputusan Freya untuk mengundurkan diri. Dia tidak tahu dengan cara apa membujuk Freya agar tetap bekerja.


***


Freya mulai mencari pekerjaan lagi, untuk pekerjaan tetap. Sambil menunggu mendapatkan pekerjaan tersebut Freya masih melakukan semua pekerjaan part time yang bisa dia lakukan. Setidaknya itu bisa mendukung finansial Freya dan mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka.


Emil yang begitu mengetahui Freya berhenti, selalu menghubungi Freya dan bertanya alasannya mengundurkan diri. Freya hanya bilang, dia tidak bisa mengatakannya. Setelah itu Freya tidak pernah membalas atau menerima telepon dari Emil lagi. Mungkin Emil merasa bosan karena diabaikan dan memilih tidak menghubungi Freya lagi.


Freya rajin mengirimkan lamaran pekerjaan ke perusahaan, hotel maupun ke Restoran. Namun belum ada balasan. Freya tidak patah semangat, dia terus mencoba, berharap akan ada yang mengundangnya untuk wawancara.


"Belum, bi, entah kenapa, sepertinya sangat sulit. Padahal aku telah menambahkan pengalaman kerjaku di Hamilton Restoran and bars." Jelas Freya.


"Mungkin nanti akan ada yang mengundangmu untuk wawancara." Amber menyemangati Freya.


"Apa karena pengalaman kerjaku hanya hitungan bulan sehingga mereka pikir aku tidak layak?" Tanya Freya.


"Bibi, rasa bukan karena itu, mungkin ada yang lebih membutuhkan pekerjaan tersebut dari pada kita." Amber menenangkan Freya yang gelisah.


Notifikasi pesan di handphone Freya berbunyi. Freya membacanya kemudian tersenyum senang.


"Akhirnya salah satu dari lamaran yang telah aku masukan, berhasil, bibi, mereka mengundangku untuk wawancara besok." Teriak Freya dengan senang hati. Dia memeluk bibinya.


"Bibi, yakin, pasti ada masanya." Ucap Amber dia mencium pipi Freya.

__ADS_1


***


Freya mematut diri di cermin.


"Bagai mana menurut, bibi?"


"Kau kelihatan memesona sayang, bibi rasa mereka akan sulit untuk menolakmu." Puji Amber kepada Freya.


"Benarkah, bibi?" Yakin Freya.


"Tentu saja, kau adalah keturunan Hathaway dan mewarisi kecantikan ibumu. Dia wanita tercantik di Maidstone." Amber kembali memuji Freya. Dia kemudian mengambil kalung di lemari, memberikan kepada Freya.


"Ini adalah milik ibumu, dia ingin kau memakainya saat menikah. ini seperti jimat keberuntungan, anggap saja kau membutuhkannya sekarang untuk dapat diterima bekerja." Freya mengambil kalung tersebut dan memakainya.


Freya pergi ke lokasi wawancara, di sana telah banyak pelamar lain. Lamaran pekerjaan ini akan langsung diumumkan, apakah diterima atau tidak.


Setelah melakukan wawancara Freya menunggu sekitar dua jam dan pengumumanpun keluar. Freya kecewa dia tidak diterima. Freya pulang dengan lesu.


"Tidak apa-apa, sayang. Akan ada pekerjaan lebih baik lagi nantinya." Amber menenangkan Freya, saat Freya memberitahunya bahwa dia tidak diterima bekerja.


"Tetap saja aku sedih, bibi, aku berharap dapat diterima karena pekerjaan itu bisa membantu keuangan kita. Jadi aku bisa sedikit menabung untuk toko roti kita." Sedih Freya.


***


Bara dan Emil Hamilton makan siang di sebuah Restoran milik Emil, Hamilton Restoran and Bar. Mereka akan membicarakan bisnis. Hamilton Foods and Beverage akan menjadi suplier bahan baku untuk Grand Horisson Hotel. Bara dan Emil bisa di bilang berteman baik. Di luar pekerjaan mereka juga sering bertemu.


"Apa kau kenal dengan Freya Horisson, Bara?" Emil teringat pembicaraan terakhir antara dia, Freya dan seseorang bernama Dayton Drake. Siapa tahu Bara bisa membantunya dekat dengan Freya, sekalipun Emil belum tahu apa hubungan Bara dan Freya?


🍒🍒🍒


Maaf telat up karena seharian baking demo.

__ADS_1


Aku ga sempat revisi, nanti aku revisi, ynqg penting aku update dulua ya.


__ADS_2